Goresan Rindu Untuk ibu

•13/07/2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

image

Kepada ibu yg melahirkanku…
maaf karna ku blm bisa mengukir bahagia di wajah tuamu,blm bisa menanam bangga di hatimu,maaf utk semua airmata yg kau tumpahkan karna tingkah laku ku,maaf karna blm mampu menghapus beban & tubuh
lelahmu…
Terima kasih utk cinta & doa tulusmu disetiap langkah ku, ibu kaulah orang pertama yg memperlihatkanku pada
bumi ini…😥

image

Ibu…
Entah mengapa jemariku terasa rapuh untuk hanya sekedar menulis tentang mu, tentang rasa rindu yg ada untukmu…😥

Kini engkau telah pergi meninggalkan ku di saat aku belum sanggup untuk menjadi piatu…😥

Ibu, aku rindu…
Rindu nasehat mu yg menjadikanku patuh,
Rindu senyuman mu yg menyentuh kalbu,
Rindu kasih mu yg membuat hati ini rasa nya teduh…😦

Ibu…
Adakah sesuatu yg kini dapat kulakukan
untukmu ??? Dimana ridha Allah mengalir dalam tiap2 denyut nadi mu, mungkin hanyalah do’a yg bisa kupanjatkan kini…😦
Apakah ada kesempatanku untuk menjadi lelaki seperti yg kau suruh ??? Lelaki
yg kuat namun berhati lembut, itu kan yg kau mau ??? Sungguh, aku lelah tersenyum palsu seolah-olah aku kuat tanpamu. Pada siapa lagi airmata ini
mengadu, bu ??? mungkin hanya kepada Allah swt ku mengadu.
Airmata yg di kala hening mengalir selalu, airmata yg menetes saat bayang mu hadir dalam mimpiku, airmata yg jatuh di saat hati merindukan mu…😥

Ibu…
Nantikanku di batas waktu, di mana ruh yg lemah ini tak lagi mau bersatu dengan tubuh, di kala jasad tak lagi dapat dibasuh air wudhu…😥

image

Ibu, adakah hari yg indah melebihi hari di kala tak lagi ada kata lelah dan luka terpahat di sana, hari di mana kita
bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla, Dzat yg indah-Nya tak sanggup dilukis oleh kata-kata cinta…

Ibu…
Sungguh tak sanggup lagi ku tuangkan apa yg kini tengah terukir di dada, karna andai segala aksara ku rangkai dengan mengingat satu wajah maka seketika itu pula airmata ini kian jatuh dan tertumpah…😥😥😥

Alya Dewina Maryam

•18/06/2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

image

Kebahagiaanku bertambah atas kelahiran putri pertamaku

“Alya Dewina Maryam” pada hari senin 15-06-2015 pukul 16:00 wib🙂
Setelah perjuangan istriku untuk melahirkannya berjuang bertaruh nyawa…

Saya posting ini hanya sekedar ingin menyimpan moment tentang si kecil dalam sebuah postingan koleksi foto-fotonya,

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Terima kasih Ya Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Engkau berikan kepada kami…

Nama Tanpa Sebuah Rasa

•12/11/2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

image

Untuk sebuah rasa yang tak bisa kumiliki utuh,
kekasih tanpa nama demikian aku memanggilnya,
hadir dalam setiap malam-malam gelap tanpa senyum,tanpa tawa…

diam…
dia terpaku dalam tegaknya memandangi tanpa arah menatap tanpa berkedip mematung,
dia terdiam dalam kesunyian menikmati hawa yang kian menyiksa melewati asa yang kian meraja…

cinta tanpa nama…
demikan aku menyebutnya,
hadir dalam setiap aliran darah tanpa kata, tanpa daya,
dalam dingin dia membeku dalam dunianya,
entah mengkhayalkan apa,entah memikirkan apa,
itu kamu… yang hanya hidup dalam duniamu,
dunia yang tak pernah bisa kusentuh,
dunia yang tak pernah bisa kumiliki utuh,
itu kamu… yang hidup dalam rasamu,
rasa yang tak pernah bisa kusentuh,
rasa yang tak pernah bisa kumiliki utuh,
itu kamu… yang terus diam mematung,
tanpa rasa tanpa jiwa,
itu kamu… yang terus dingin membeku,
tanpa kata tanpa suara membiarkan dunia lain berjalan sendirinya dan duniamu berjalan sesuai inginmu…

tanpa kata, tanpa suara, diam, sunyi dan hampa itu duniamu yang sangat ingin kusentuh dan kumiliki utuh,
kuberi warna dan cahaya kuisi suara dan kata-kata…

kekasih tanpa nama demikian aku memanggilmu,
menginginkan hidup dalam duniamu,
dunia tanpa kata, dunia tanpa suara yang ada hanya sunyi dan hampa tanpa rasa dan jiwa…

Sebait Kata Dari Hati

•06/10/2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

image

izinkan aku menggoreskan pena ku lagi di atas kertas putih yg kosong,
bukan karna kegalauan merasuki fikir ku,
bukan karna kegundahan melanda hatiku,
akan tetapi ada segelintir kalimat yg ingin ku rangkai menjadi sebuah cerita…

izinkan aku melamar mu di ujung rindu,
bermahar seperangkat do’a,
dan sekuntum lafadz cinta…
Bersama ungkapan yg tak sempat
disampaikan madinah kepada mekah,
seperti kumandang takbir yg khusyuk membentur Aqsha…
Kusentuh auratmu dengan jemari
qalbu tanpa menggores luka apalagi mencekik sukma,
Kau gemulai senja,mengantar pujangga dalam ibadah cinta…
Aku riang surya,
air mata suka cita kemboja sekaligus
penawar getir kesedihan purnama,
Sebaris nama mu dalam cinta,
ku haturkan ayat2 pelipur lara,
Dalam namamu,duhai rindu,
ku gemakan kidung kesaksian Aisyah untuk agama dan pengabdian cinta,
ketika ku sudah meminta mu kepada orangtua mu,
saat restu orangtua serta izin mu maka lafadz sakinah pun akan terucap dalam bait2 ijab qobul di kalam ku,
Tunggulah aku di pelaminan nanti…🙂

Taukah Kau Wahai Saudariku Muslimah, Wanita Akhir Zaman ???

•06/10/2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

image

Bidadari penghuni surga, Siapa yg tak pernah mendengarkan kecantikan mereka, kecantikan yg tiada tara, jauh melebihi kecantikan para wanita penduduk dunia,
namun bukan hanya sekedar kecantikan yg tiada tara yg dianugerahkan Allah kepada mereka tapi Allah juga memberikan para bidadari kelebihan yg lainnya…

Allah telah melukiskan dalam Al-Quran bagaimana kecantikan para bidadari2 surga, seperti yg tertulis dalam firman-Nya, diantaran :
“Di sisi mereka ada bidadari2 yg
tidak liar pandangannya dan jelita matanya, seakan2 mereka adalah telur (burung unta) yg tersimpan dengan baik.” (As shafaat 48-49)”

“Di dalam surga itu ada bidadari2 yg  sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni2 surga yg menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin”. ( Ar-Rahman : 56-58)”

“Di dalam surga2 itu ada bidadari2 yg baik2 lagi cantik2 (Ar-Rahman : 70)”

“Bidadari2 yg jelita, putih bersih
dipingit dalam rumah” (Ar-Rahman : 72)”

“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari2 yg bermata jeli laksana mutiara yg tersimpan dengan baik” (Al- Waaqiah : 20-23)”

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari2) dengan langsung, Dan Kami jadikan mereka gadis2 perawan, Penuh cinta lagi sebaya umurnya, (AL-Waaqiah : 32)”

Al-Quran menggambarkan mereka, sebagai wanita yg bermata jeli, berbulu mata yg lentik, kulit yg seputih kapas, begitu halus,lembut, dan tubuh yg berbau harum…

Bidadari surga adalah wanita yg akan selalu perawan walapun tersentuh, Perangai mereka pun sangat halus dan lembut, mereka luput dari sikap pembangkang, penuh kepatuhan, hati laki2 mana yg tidak teduh jika mendapat bidadari2 tersebut…??? ^_^

Dari semua gambaran tentang bidadari surga, mungkinkah wanita yg ada di dunia ini bisa secantik mereka ??? Secantik bidadari surga ??? Dan mungkinkah jauh melebihi kecantikan mereka ???
Kecantikan bidadari surga ??? Simak yuk kisahnya…😉
Pada suatu hari di surga, para bidadari2 sedang bermain2 di taman surga, ada yg saling berkejar2 satu sama lain, ada yg menangkap kupu2 berwarna warni yg berterbangan kesana kemari, ada yg bernyanyi bersama, ada yg duduk di atas dipan2 sambil meneguk minuman dari mata air surga, ada yg duduk2 di pinggiran kolam sambil membenamkan kaki mereka kedalamnya, mereka tertawa, dan saling bercanda ria…

“Sungguh kita begitu beruntung diciptakan Allah dengan kecantikan yg tiada tara” (ujar bidadari pertama yg sedang duduk di kolam), memulai pembicaraannya dengan teman2 nya,
“Alhamdulillah, kecantikan kita bahkan melebihi wanita2 yg ada di dunia sana” (sambut bidadari kedua yg duduk di sebelahnya),
“Benar sekali, bandingkan mata mereka biasa2 saja, sementara kita bermata jeli yg indah, bulu mata mereka tak selentik bulu mata kita,(sambut bidadari ketiga yg sedang menangkap kupu2), kemudian ikut bergabung dengan teman2 nya yg
sedang duduk di pinggiran kolam, ikut pula para bidadari2 yg lainnya, Semuanya kemudian bergabung duduk bersama.
“Bandingkan lagi, kulit mereka hanya seputih susu, sementara kita seputih kertas, tubuh mereka tidak berbau harum, bahkan berbau, sementara tubuh kita seharum kasturi…”
(bidadari ke empat menambahkan)
“Dan kita diciptakan dalam keadaan perawan setiap saat, sementara wanita di dunia tidak seperti itu” (tambah bidadari kelima yg kemudian di sepakati oleh teman2 nya).
“Karna itulah mengapa para wanita di dunia begitu iri dengan kita, mengetahui kecantikan kita dari al-quran saja mereka sudah begitu irinya padahal itu hanya sedikit gambaran tentang kita, apalagi jika mereka melihat kita secara langsung…
aku sudah tak bisa membayangkan betapa akan sangat kagetnya
mereka melihat pesona kecantikan kita” (ujar bidadari keenam dengan tersenyum).
“ taukah kalian, aku sering mengintip dari langit, banyak sekali wanita2 di dunia yg melakukan operasi kecantikan agar bisa secantik kita” (ujar bidadari ketujuh).
“benarkah…” tanya semua para bidadari.
“yah, mereka mempermak wajah mereka,
sedemikian rupa, mengganti kulit mereka dengan operasi dan suntikan sampai mereka lupa mempermak amal shaleh mereka…” (tambah bidadari yg ketujuh).
“aku juga mengintip dari langit, aku melihat, mereka sudah tidak melaksanakan shalat mereka karna takut berwudhu, sebab berwudhu akan melunturkan olesan bedak dan pelembab wajah mereka, menghilangkan hand body yg mereka pakai untuk menghaluskan tubuh mereka, mereka juga sering melakukan perawatan ke salon, mereka rela membayar begitu mahal untuk seperti kita padahal
disana waktu mereka akan terbuang banyak,
mereka hanya menghabiskan umur mereka untuk kecantikan tanpa amal shaleh…” (sambung bidadari yang kedelapan).
“Bagaimana mungkin mereka tidak akan pernah bisa menyerupai kecantikan kita walaupun segala upaya mereka lakukan itu hal yg sia2, adalah takdir Allah, bahwa kita diciptakan dengan segala kecantikan dan keindahan, melebihi kecantikan dan keindahan mereka. (Sanggah bidadari kesembilan).
“yah itu tidak akan mungkin…” ujar semua bidadari bersamaan.
“Sebab itulah kita layak menjadi hadiah bagi hamba2 Allah yg taat kepada Allah selama ia hidup di dunia” (ujar bidadari kesepuluh dan kesebelas bersamaan pula).
“Sampaikanlah kepada wanita yg ada di dunia bahwa kita tidak pernah iri dengan mereka dan takkan pernah iri dengan mereka” (ujar bidadari2 yg lain nya).
Para bidadari pun tersenyum,
saat mereka masih asik bercerita di taman surga, tiba2 datang seorang malaikat membawa perintah dari Allah : “Wahai para bidadari, tibalah kalian melaksanakan tugas kalian, aku membawa perintah dari Allah agar kalian menjadi pelayan seorang hamba yg baru datang dari dunia”
Para bidadari pun mengakhiri pembicaraan mereka dan segera berdiri melaksanakan perintah Allah tersebut.
“Wahai malaikat, akan segera kami laksanakan perintah Allah kepada kami. Tolong tunjukan kepada kami dimana hamba Allah tersebut bertempat tingal di surga ini” (tanya seorang bidadari yg menjadi pemimpin diantara mereka).
“Berjalanlah kalian ke arah sana, ikutilah jalan tersebut, nanti kalian akan mendapatkan sebuah taman bunga yg luas, ditengahnya ada sebuah rumah yg megah dari permata yg bercahaya, kalian akan menjadi pelayan dari pemilik rumah tersebut karna itu layanilah ia dengan baik”
“ Akan kami laksanakan” (Jawab bidadari yg menjadi pemimpin mereka).
Kemudian berjalanlah para bidadari tersebut, menuju tempat yg ditunjukkan oleh malaikat, mereka begitu senangnya menerima tugas dari Allah, dalam hati mereka bertanya2 siapa hamba Allah yg akan menjadi tuan mereka di surga. Setelah berjalan beberapa saat mereka akhirnya sampai di sebuah rumah yg layaknya istana, begitu megah, yg terbuat dari permata yg indah dan bercahaya…
“Subhanallah, rumah ini begitu besar dan sangat indah. Siapakah pemilik rumah ini ??? (Ujar para bidadari).
“Hmm… mungkin dia seorang hamba yg slalu taat akan perintah Allah, dan menghindari diri dari apa yg dilarang oleh Allah” (tebak para bidadari).
“Mungkin dia seorang dermawan yg suka memberi, karna itu Allah membalasnya dengan rumah yg megah, yg terbuat dari permata bercahaya”
“Mungkin dia seorang yg sabar dan ikhlas”
“Mungkin dia seorang yg pemaaf yg suka memberi maaf”
“Mungkin dia seorang yg slalu menjaga diri dari perbuatan maksiat “
“Mungkin dia seorang yg syahid di jalan Allah, rumah bagai istana ini adalah hadiah yg terbaik untuknya”
Para bidadari surga saling menebak satu sama lainnya…
“Janganlah kita terus menebak, disini, ayo kita ketuk pintunya dan menemui hamba Allah tersebut, jangan sampai dia menunggu kita begitu lama sehingga kita mendzalimi nya” (ujar pemimpin para bidadari).

Para bidadari surgapun berjalan menuju pintu masuk rumah dari permata tersebut, dan mengetuk pintunya. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, wahai hamba Allah, kami adalah para bidadari surga yg diutus oleh Allah untuk datang melayani engkau di surga ini.” Tapi panggilan mereka tak mendapat jawaban dari dalam rumah tersebut, mereka mengulang kembali panggilan mereka. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, wahai hamba Allah, kami adalah para bidadari surga yg diutus oleh Allah untuk datang melayani engkau di surga ini, sudilah engkau
membukakan pintu untuk kami”. Panggil mereka kembali, pangilan mereka masih tak mendapat sahutan. Mereka mengulanginya untuk ketiga, keempat, kelima hingga berkali2 tapi tak satupun dari panggilan mereka mendapatkan jawaban…

“Apakah kita tadi terlalu lama berjalan hingga ia letih menunggu kita…???”
“Lihatlah, apakah pintunya terkunci ??? (Ujar pemimpin mereka).
Salah seorang bidadari menyentuh ganggang pintu istana dan mencoba membukanya,ternyata pintu rumah tersebut tidak terkunci,
merekapun masuk kedalamnya dan mencari hamba shaleh tersebut
Setelah berkeliling rumah yg luas tersebut, mereka tidak mendapati hamba shaleh itu disana,
“Mungkin dia sedang berjalan2 di surga,
lebih baik kita menunggunya di sini saja”
(seseorang dari mereka memberikan saran).
“Baiklah, kita akan menunggunya di sini saja”. (Ujar sang pemimpin dari para bidadari).
Para bidadari mulai menyiapkan semua makanan surga yg lezat, dan menyiapkan pakaian yg terbuat dari sutra yg indah untuk hamba shaleh tersebut, disaat mereka sedang menyiapan segala sesuatunya untuk menyambut hamba shaleh tersebut, suara gemerincing terdengar dari arah luar rumah,
Suaranya begitu nyaring terdengar di seantero surga,
“Bukankah Itu adalah suara gemerincing dari gelang yg dipakai di kaki ???” (tanya seorang bidadari kepada temannya).
“iya, ini adalah suara gemerincing dari gelang kaki, suaranya begitu nyaring dari setiap langkah kakinya,tapi langkah siapa yg membuat bunyi seperti ini ???
Merekapun berbondong2 keluar dari rumah, karna penasaran untuk mengetahui siapa pemilik bunyi gemerincing dari langkah kaki tersebut…

Bunyi gemerincing itu semakin nyaring terdengar, pertanda pemiliknya semakin dekat menuju ke tempat mereka, Sementara saat ini seluruh bidadari telah berdiri di luar pintu rumah dengan wajah penasaran dan bertanya2, tiba2 di depan pintu gerbang taman, muncul seorang wanita, wanita tersebut memakai kerudung dan pakaian yg terbuat dari sutra halus berwarna hijau,
Dengan permata2 bertaburan di
sepanjang kerudung dan pakaiannya,
membuatnya berkilau tapi kilauan permata tersebut kalah jauh dibandingkan dengan nur yg terpancar dari wajah wanita tersebut,
Siapapun yg memandang wajah tersebut pasti akan takjub seketika, wanita itu sedang berlari mengejar kupu2 yg masuk kedalam taman bunga, para bidadari surga sangat terkesima dan takjub ketika melihat wanita tersebut, mereka tidak pernah menyangka bahwa pemilik dari gemerincing bunyi tersebut berasal dari langkah kaki seorang wanita…
“Subhanallah, Maha Suci Allah pemilik keindahan surga ini, bidadari itu sangatlah cantik dan bercahaya” puji para bidadari karna terkagum2 melihatnya.
“Lihatlah nur yg terpancar dari wajahnya,
aku belum pernah melihat ada bidadari dengan wajah yg bercahaya seperti ini…” (tambah yg lainnya).
“Mengapa bidadari itu jauh lebih cantik daripada kita, bukankah Allah menciptakan kecantikan diantara kita tidak lebih diantara satu dengan yg lainnya, tapi kenapa dia begitu berbeda dengan kita, bahkan lebih jauh ???
“sampai bunyi gemerincing langkah
kaki nya pun begitu jelas di surga, sementara kita tidak mempunyai bunyi gemerincing seperti itu”
“Dia sungguh beruntung” “aku begitu iri melihatnya (komentar para bidadari)
“aku juga,” semua bidadari bersahutan …
“kakak, tanyakanlah pada kami, dia bidadari berasal dari surga mana ???”
“iya benar, tanyakanlah ia untuk kami” para bidadari surga meminta seorang bidadari yg menjadi pemimpin diantara mereka untuk menanyakan siapa wanita tersebut,
Para bidadari surga berjalan mendekati wanita yg sedang berlari di taman bunga mengejar kupu2,wanita tersebut terlalu asiknya mengejar kupu2 yg bertebangan sehingga ia tidak menyadari kehadiran para bidadari yang menuju padanya…

“Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh” Wanita tersebut berhenti berlari karna mendengar ada suara yg memanggilnya dari arah belakang, ia pun menoleh dan kaget ketika melihat para bidadari sudah berdiri di dekatnya…
“waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh” (jawab wanita tersebut).
“Wahai bidadari yg cantik, maafkhan kami yg sedang mengganggumu bermain di taman ini, tapi taman bunga ini adalah milik tuan kami, dibagian sana adalah rumahnya yg terbuat dari permata, engkau harus izin terlebih dahulu kepadanya jika hendak bermain di taman bunga miliknya.” (Ujar sang pemimpin para bidadari).
Mendengar perkataan bidadari tersebut,
wanita tersebut hanya tersenyum.
“Apakah engkau baru datang ke surga ini ???
Rasanya, kami tidak pernah melihatmu di surga ini sebelumnya ???” (tanya bidadari kembali).
“Benar, saya memang baru datang di surga ini, itulah kenapa kalian para bidadari baru melihatku” (jawab wanita tersebut).
“Walaupun engkau tak seperti rupa kami tapi demi Allah, engkau lebih cantik dari kami semua, beritahukanlah kepada kami, engkau bidadari yg berasal dari surga mana ??? (Tanya para bidadari)
“Maha suci Allah yg memuliakan diriku hingga kalian mengira aku seorang bidadari,
aku tidaklah seperti yg kalian duga, sungguh aku bukanlah seorang bidadari seperti kalian’!
“Jikalau engkau bukanlah bidadari seperti kami, siapakah engkau sebenarnya, sehingga membuat kami sangat iri saat melihat kecantikanmu ???
Mendengar perkataan para bidadari yg iri terhadapnya,wanita itu tersenyum dan kemudian berkata dengan lembut kepada para bidadari. “Aku adalah wanita yg berasal dari dunia, makhluk dibawah langit tempat kaki kalian berpijak…”
“Benarkah…” para bidadari tak percaya ketika mendengar jawaban wanita tersebut,
“Tapi bagaimana mungkin kecantikanmu yg hanya seorang wanita di dunia bisa melebihi dari kecantikan kami para bidadari surga , jujur kami semua sangat iri pada dirimu…! (berkata para bidadari masih tidak percaya dengan apa yg mereka lihat pada wanita tersebut)…

Wanita itu kemudian menarik nafasnya dalam2 tak sedikitpun senyum terlepas dari wajahnya ”kalian benar, aku adalah wanita dari dunia, wanita dunia memang tidaklah secantik kalian, tidak sejeli mata kalian dan tak selentik bulu mata kalian, kulit kami tidak seputih kalian, dan tubuh kami tidak seharum tubuh kalian, dan tidak selalu perawan seperti kalian,
Kami tidak seperti kalian yg terlihat bagai permata yg berkilau, tapi taukah kalian para bidadari surga, apa yg membuat aku wanita dunia bisa melebihi kecantikan kalian ???
“apa itu, sudilah kiranya engakau mengatakan kepada kami?”
“baiklah, akan aku katakan, kami wanita yg terlahir di dunia, setiap lima kali sehari harus slalu sujud pada Allah, sementara kalian tidak, kami harus berpuasa menahan lapar dan dahaga pada bulan ramadhan sementara kalian tidak, kami harus melaksanakan perintah Allah menutup seluruh aurat pada tubuh kami, yg harus kami lakukan dengan susah payah karna melawan segala tipu daya setan akan kecantikan aurat kami, sementara kalian tidak diuji seperti itu, kami harus patuh pada suami2 kami apapun itu, sementara kalian tidak, kami harus mengandung dengan susah payah, dan menanggung sakitnya melahirkan sementara kalian tidak, kami harus menjaga dan merawat anak kami siang dan malam, dari kecil sampai ia besar sampai kami letih, sementara kalian tidak, kami diuji dengan hawa nafsu kami dari godaan maksiat, yg harus kami tundukkan, kami harus menjaga kesucian tubuh kami agar tidak tersentuh oleh lelaki manapun selain suami kami dan dari aktifitas yg diharamkan Allah, sementara kalian tidak diuji. Kami di uji dengan keikhlasan dan kesabaran pada apa yg menimpa kami, sementara kalian tidak, Kami dihadapkan pada surga jika kami taat dan neraka jika kami ingkar sementara kalian tidak,
kalian tidak membutuhkan perjuangan dan pengorbanan susah payah untuk mendapatkan surga karna kalian adalah wanita surga, sementara kami wanita dunia harus berjuang dan berkorban susah payah untuk mendapatkan surga…

Jika kami bisa melalui semua ujian dunia dengan sempurna maka balasan apa yg pantas kami dapatkan selain kemuliaan dari Allah swt ???”
Para bidadari pun terdiam, tak ada yg membatahnya lagi, semuanya hanya menunduk malu pada wanita tersebut,
“Benar apa yg engkau katakan, maafkanlah kami atas perkataan kami, engkau pantas mendapat kemuliaan dari Allah, karna engkau telah memuliakan diri dengan shalat dan puasa, engkau memuliakan dirimu dengan menutup aurat secara sempurna sebagai kewajibanmu sebagai wanita muslimah,
engkau memuliakan dirimu dengan menjadi istri dan ibu yg shaleh, engkau memuliakan diri dengan menjaga kesucian tubuhmu dari sentuhan lelaki, engkau memuliakan dirimu dengan keikhlasan dan kesabaran karna
sesungguhnya perkara perkara itulah yg membuat engkau sehingga melebihi kami, kecantikan kami dan kemuliaan kami”
“Lalu dimanakah engkau tinggal, izinkanlah kami mengantarkanmu pulang ke tempat tinggalmu ???” (tanya para bidadari).
“Aku tinggal dirumah itu” ujar wanita tersebut sambil menunjuk rumah yg terbuat dari permata yg dimasuki oleh para bidadari surga,
“Kalau begitu engkau adalah tuan kami, kami diutus kesini oleh Allah untuk melayani dirimu di surga ini, maafkanlah kelancangan kami yg memasuki rumahmu dan taman bungamu tanpa seizinmu” (para bidadari surga meminta
maaf dan menundukan wajahnya pada wanita tersebut).
“Aku memaafkan kalian, Syukurku pada Allah yg telah memuliakan diriku dan mengirimkan kalian para bidadari surga untuk melayaniku”
“Walaupun engkau wanita yg berasal dari dunia, tapi engkau berhak mendapatkan kemegahan rumah permata ini dan taman
bunga ini, dan engkau layak menjadi ratu diantara kami para bidadari surga, kami adalah pelayanmu, sebagai balasan karna engkau telah memuliakan dirimu dengan perintah Allah….”
“Segala puji bagi Allah atas kemuliaan ini…” (tasbih wanita tersebut kepada Allah).
Wanita itupun tinggal di surga di sebuah rumah yg terbuat dari permata dengantaman bunganya, kecantikan nya pun adalah kecantikan yg berasal dari cahaya yg melebihi kecantikan para bidadari surga, sehingga slalu membuat para bidadari iri setiap kali melihatnya…

Tidakkah engkau ingin secantik para bidadari surga bahkan jauh melebihi kecantikannya ???
Tidakkah engkau ingin agar para bidadari surga iri padamu ???
kembalilah pada kodratmu sebagai
wanita muslimah, sebab engkau diciptakan oleh Allah sebagai ratu dari para bidadari surga…🙂

Mencintaimu Utuh Tanpa Tersentuh

•04/10/2013 • 2 Komentar

image

∞※♡※♥※♡※∞ Mencintaimu Utuh Tanpa Tersentuh ∞※♡※♥※♡※∞

Sesungguhnya yg mendatangkan rasa cinta ini, yg mendatangkan rasa kagum ini, yg memekarkan hati ini adalah Allah, sungguh aku hanya bisa menerimanya, aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu…

Tertegun dalam keindahan akhlakmu, tertegun dalam manisnya lisanmu, tertegun dalam tenangnya pandanganmu,
dan tertegun pula dalam kesejukan busanamu…

Aku yg mengagumimu dalam diam, Utuh tak tersentuh, seperti mentari yg menyapa bunga2 bermekaran.
tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum2 bunga yg sedang bermekaran itu…

Karna aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik hatimu,
tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu karna cukuplah bagiku menyapamu dalam doa2ku,
cukuplah bagiku tersenyum melihatmu bahagia,
aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yg terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu, lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu, lebih menjaga kehormatanmu, lebih menjaga kemuliaanmu…

Maka izinkan aku,
mencintaimu dalam keikhlasan karna aku tak pernah tau apakah engkau yg tertulis di lauful mahfudz untukku, Karna aku tak pernah tau akan isi hatimu, biarlah kuasa Allah yg menggerakan hatimu untukku karna Dia lah yg Maha membolak balikan hati kita,
Bukan karna mencintaimu dalam diam aku akan menderita, bukan karna mengagumimu dalam diam aku akan merana…

Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini, Biarlah aku tutup rapat seperti perasaan Sayyidina Ali kepada Fatimah azzahra, kan ku simpan rapih dalam hati ini hingga Allah mengizinkan pertemuan kita nanti, namun jika memang kau bukan jodohku, jika memang kau hanya hiasan dalam cerita perjalanan hidupku di dunia yg sementara ini sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu, Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu, Allah akan memberikan rasa yg lebih indah pada orang yg paling tepat, begitulah kuasa-Nya, begitulah Dzat yg membolak balikan hati hamba-Nya…

“Ketika aku tak lagi terkagum denganmu,
maka pahamilah jejakku, karna mungkin aku pernah menulis tentangmu dan meyapa namamu dalam tiap untaian do’aku”…🙂

itulah caraku Mencintaimu Utuh Tanpa Tersentuh karna ku ingin Menuntun Cinta Menuju Surga •~• Risaalatu ilal Mutahabbaini Minasy Syaabab •~•

izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran

•28/09/2013 • 3 Komentar

image

~•.*♥*.• AKU INGIN MENGENALMU DENGAN SEMPURNA •.*♥*.•~

Tanpa penjajakan yg saat ini sedang marak orang lain lakukan (Pacaran), cukuplah aku mengenalmu melalui murabbi, keluarga, atau pun lingkungan tempat kita berada, sejatinya aku tak akan pernah bisa mengenalmu, karna Pernikahan adalah proses pengenalan yg berkesinambungan,
Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan namun awal sesungguhnya dari Perkenalan…

Aku memang tak mengenalmu namun aku akan berusaha mengenalmu semampuku, setelah kita telah dinyatakan Halal untuk saling mengenal…

~•.*♥*.• AKU INGIN MELAMARMU DENGAN SEMPURNA •.*♥*.•~

Tanpa pertukaran Cincin terlebih dahulu seperti yg orang lain bilang Tunangan, cukuplah aku mengenalkan diri dan keluargaku pada keluargamu hingga tercipta keharmonisan awal yg Sejatinya tercipta karna menghormati kesucian Pernikahan…🙂

Aku memang tak sanggup memberikan banyak Harta untuk Melamarmu namun aku berjanji untuk berusaha mencari Harta semampuku, Harta yg halal untuk kita bersama…

~•.*♥*.• AKU INGIN MENIKAHIMU DENGAN SEMPURNA •.*♥*.•~

Tanpa terlalu banyak Kemeriahan yg mendekati kenikmatan Dunia, cukuplah rasa bahagia yg menyelimuti Keluarga, sanak saudara, beberapa kolega/teman, serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri dalam haru yg tercipta karna telah Sah-nya kita untuk menjalani Biduk Rumah Tangga…

Aku memang tak mampu untuk memberikan kebahagiaan berlimpah di Hari Pernikahan kita namun aku berjanji akan slalu membuatmu bahagia di hari2 setelah Pernikahan kita nantinya… ^_^

Sejatinya Pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju Ridha-Nya… O:)

~•.*♥*.• AKU INGIN MENCINTAIMU DENGAN SEMPURNA •.*♥*.•~

Tanpa banyak kata yg membalut kebohongan Belaka, cukuplah rayuan dan candaan ringan untuk menghiasi Pernikahan kita, Aku memang tak pandai merangkai kata romantis untuk slalu menyenangkanmu namun aku tau bagaimana memposisikan kedudukanmu…🙂
Kau bukan berada di atas kepala hingga slalu haus akan sanjung puja, bukan pula berada di bawah kaki untuk di injak dan di hina, kau adalah Tulang Rusuk Kiriku, dekat di hatiku untuk slalu ku cinta…

Aku tidak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk slalu belajar mencintaimu sepenuhnya, Cinta sejati yg membuat kita semakin mencintai-Nya… O:)

~•.*♥*.• AKU INGIN HIDUP BERSAMAMU DENGAN SEMPURNA •.*♥*.•~

Tanpa banyak terpengaruh hal2 yg
menimbulkan perselisihan antara kita berdua, cukuplah atas nama Allah Segala tingkah polah kita, di sertai Al-Qur’an penerang jalan hidup kita, dan Al-Hadits pengiring liku hidup kita…🙂

Aku memang tak bisa membuatmu bahagia slalu, namun aku berjanji untuk slalu ada dalam setiap suasana dan kondisi perasaan mu, aku ingin menyediakan pundak dalam kesedihanmu, menjadi obat penenang dalam kegundahanmu, serta melebarkan pangkuan di saat kelemahanmu…

~•.*♥*.• AKU INGIN MEMPEROLEH KETURUNAN DARIMU DENGAN SEMPURNA •.*♥*.•~

Tanpa Ego yg menaungi diri masing2,
kita berdua membicarakan persetujuan dalam perencanaan, cukuplah kita berdua dan Allah yg tau akan Keinginan dan kemampuan kita,
Melaluimu, terlahirlah para jundi kecil pelengkap hidup kita yg menjadikanku pondasi bangunan pemikiran mereka, serta menjadikanmu madrasah berilmu yg tak ada habis2nya, kita ciptakan Generasi terbaik bangsa yg akan mengukir sejarah peradaban,
setidaknya yg kan mampu membuat kita bangga karna telah memiliki Penerus Dakwah seperti mereka…

Aku tak sempurna kau pun tak sempurna,
ketidak sempurnaanmu menjadi pelengkap ketidak sempurnaanku, hingga kita terlihat sempurna, meski hanya bagi kita berdua,
biarlah Allah yg Maha Sempurna yg
berhak menilai Kesempurnaan kita… O:)

~•.*♥*.•~ Risaalatu ilal Mutahabbaini Minasy Syaabab || Tuntunlah Cinta Menuju Surga ~•.*♥*.•~

Salam Santun ^_^
Vandi Al-faqir ™®