Cara Praktis Menghafal Al-Qur’an

Disusun Oleh:
Dr. Abdul Muhsin Al Qasim
( Imam dan Khatib masjid Nabawi)
Penerjemah :
Team Indonesia
Murajaah :
Abu Ziyad
Di Publish ulang :
Vandi Al-faqir

Misalnya saja jika kita ingin menghafalkan surat an-nisa, maka kita bisa mengikuti teori berikut ini:

1- Bacalah ayat pertama 20 kali:
2- Bacalah ayat kedua 20 kali:
3- Bacalah ayat ketiga 20 kali:
4- Bacalah ayat keempat 20 kali:

5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.

6- Bacalah ayat kelima 20 kali:
7- Bacalah ayat keenam 20 kali:
8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali:
9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali:

10- Kemudian membaca ayat ke 5
hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.

11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke
8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya hingga selesai
seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi kita untuk mengulang dan menjaganya.

– BAGAIMANA CARA MENAMBAH
HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?

Jika kita ingin menambah hafalan baru
pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka kita harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan kita,kemudian kita memulai hafalan baru dengan
cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

– BAGIMANA CARA MENGGABUNG
ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU ?

Jangan sekali-kali kita menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karna jika kita menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian kita ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karna secara tidak disadari kita akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karna itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru.

Kita bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika Kita dalam sehari menghafal satu halaman maka
ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kita dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika kita telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari kita
mengulang sebanyak delapan halaman.
Setelah satu bulan kita mengulang hafalan,Kita mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga kita bisa menyelesaikan 20 juz, jika kita telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk
mengulang, setiap hari kita harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah menghafal kembali setiap
harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga
Kita bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.

Jika kita telah menyelesaikan 30 juz,
ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian
pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu
setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

– BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS ?

Mulailah mengulang al-qur an secara
keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka kita akan
bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.
Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah kita telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.

– APA YANG DILAKUKAN SETELAH
MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN ?

Setelah menguasai hafalan dan
mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian kita hingga akhir hayat, karna itulah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw semasa hidupnya,
beliau saw membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau saw mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau saw mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah saw bagiamana cara
mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian ?
Mereka menjawab: “kami kelompokan
menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)”. (HR. Ahmad).
Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:
– Hari pertama: membaca surat “
al fatihah” hingga akhir surat “an-nisa”,
– Hari kedua: dari surat “al maidah
” hingga akhir surat “at-taubah”,
– Hari ketiga: dari surat “yunus

hingga akhir surat “
an-nahl”,
– Hari keempat: dari surat “al isra

hingga akhir surat “
al furqan”,
– Hari kelima: dari surat “asy syu’ara

hingga akhir surat “
yaasin”,
– Hari keenam: dari surat “ash-shafat

hingga akhir surat “
al hujurat”,
– Hari ketujuh: dari surat “qaaf

hingga akhir surat “an-naas
“.
Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: “
Fami bisyauqin ) ﻓﻤﻲ
ﺑﺸﻮﻕ ( “, dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:
– huruf “
fa” symbol dari surat “al
fatihah”, sebagai awal wirid beliau saw hari pertama,
– huruf “
mim” symbol dari surat “al
maidah”, sebagai awal wirid beliau saw hari kedua,
– huruf “ya
” symbol dari surat “yunus“, sebagai wirid beliau saw hari ketiga,
– huruf “ba
” symbol dari surat “bani
israil
(nama lain dari surat al isra)”, sebagai wirid beliau hari keempat,
– huruf “
syin” symbol dari surat “asy
syu’ara”, sebagai awal wirid beliau hari kelima,
– huruf “wau” symbol dari surat “wa
shafaat
“, sebagai awal wirid beliau hari keenam,
– huruf “qaaf
” symbol dari surat
qaaf”, sebagai awal wirid beliau saw hari ketujuh hingga akhir surat “an-nas”.
Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

– BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN ?

Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah
tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan
ulangilah secara terus menerus sehingga kita bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan kita
menjadi kuat (mutqin).

– KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL :

1- kita harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan kita jika salah.
2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2
halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah kita akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika kita memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kita akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan kita akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.
3- Hafalkanlah mulai dari surat an-nas
hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karna hal itu lebih mudah.
4- Dalam menghafal hendaknya
menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.
5- Setiap yang menghafalkan al-quran
pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa “tajmi'” (pengumpulan hafalan),
maka jangan bersedih karna sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal,
maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karna meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orang yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitab-Nya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini…

Aamiin ya rabbal’alamiin…

*** Semoga Bermanfaat🙂

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

~ oleh Vandi Al-faqir pada 23/09/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s