Kunci Ketenangan Hati & Jiwa Serta Hal-Hal Yang Dapat Merusaknya

Ketenangan Jiwa melahirkan sebuah
kebahagiaan yg murni,seseorang yg
memiliki ketenangan jiwa mereka tetep tegar dan mantap menghadapi segala permasalahan hidup yg ada…

Ketenangan jiwa tidak akan kita miliki jika kita memiliki prasangka buruk atau slalu berfikiran negatif,
Ketenangan jiwa yg melahirkan
kebahagiaan berawal dari Kepasrahan total manusia terhadap Sang Pencipta,menerima apapun yg telah dimiliki nya dan semangat
untuk memperbaikinya bukan mengubah sesuatu yg tidak mungkin.

Kebahagiaan dan ketenangan yg hakiki tidak akan menghampiri manusia yg tidak mengenal dirinya dan tidak mengenal Allah swt,betapa pun kaya orang itu,betapa pun
berkuasa orang itu…

Kita harus yakin bahwa kehadiran kita didunia bukanlah suatu yg
sia-sia,ketenangan jiwa tidak sejalan dengan ketakutan.
selama kita khawatir maka kita tidak
akan bisa melihat ketenangan jiwa yg ada disekitar kita hanya ketakutan yg cenderung membuat kita melakukan hal yg justru menjauhkan kita dari ketenangan jiwa itu sendiri…

Dalam mencari ketenangan jiwa kita juga harus menyeimbangkan antara Hati dan Akal.
Adapun Hati ia melampaui dimensi
antara Ruang dan Waktu,seringkali Hati bersikap irasional namun kerap kali pula ia terbukti benar jika kita
melakukannya.
kebanyakan saat ini kita cenderung menafikan hati karna beranggapan kebenarannya tidak dapat
diverifikasi…

Disinilah peran Hati mengisi ketidakberdayaan Rasio ketika kita
menyeimbangkan hati agar kita bersedia,rela ikhlas dan mampu mengembalikan kekuatan
maksimum rasio yg pada akhirnya tak
berdaya kepada Allah swt karna hanya Hati lah yg mampu melihat hal-hal yg tidak dapat dibaca rasio,cara Hati bekerja adalah MEMPERCAYAI dan MEYAKINI sedangkan rasio
bekerja dengan MEMBUKTIKAN kepercayaan dan keyakinan diasah melalui apa yg sudah kita kerjakan,
Hati yg terasah dengan baik akan menghasilkan kepasrahan dan keyakinan,intinya PASRAH serta TAWAKAL…

Lain hal nya dengan sifat Dengki atau iri Hati,
Adakalanya gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat dirampas dan mengapa malah cincin yg di jari sendiri terlucut hilang ???
Begitulah peribahasa Melayu menggambarkan keadaan orang yg menyimpan rasa dengki,harapan
ingin mendapatkan sesuatu yg menjadi milik orang lain namun tak didapatkan malah sesuatu yg menjadi milik sendiri dikorbankan,karna sejatinya pendengki selalu rugi tak ada keuntungan sedikitpun bagi
pendengki bahkan gambaran peribahasa tersebut belum cukup menggambarkan total kerugian orang yg dialami dan orang yg
terjangkit penyakit dengki…

Jika umumnya manusia berpikir dan berbuat untuk sesuatu yg menguntungkan dirinya, atau
sekedar menyenangkan hatinya, tidak demikian halnya dengan pendengki tiada keuntungan sedikitpun yg dihasilkan
pendengki,tiada pula kesenangan hati yg dipanen oleh orang yang hasut…
Kerisauan hati yg tak putus-putus dialami oleh pendengki saat melihat orang lain mendapat nikmat,
Semakin banyak nikmat di dapat orang lain makin menguat gelisah
hati pendengki dan ini tidak akan berakhir hingga nikmat tersebut hilang dari orang yg
didengki nya bahkan terkadang belum terobati juga rasa dengki itu sebelum orang yg
didengki nya tertimpa banyak kerugian…

Dari sini kita tahu betapa jahat nya seorang pendengki,ia tidak rela melihat orang lain bahagia sebaliknya ia bersuka cita melihat orang lain
bergelimang lara,
Allah swt menggambarkan sikap dengki ini dalam firman-Nya :“Bila kamu memperoleh kebaikan maka hal itu menyedihkan mereka dan jika kamu ditimpa kesusahan maka mereka girang karenanya.” (QS. Al-Imran: 120)

Berbeda dengan kesedihan atau musibah yg dialami oleh orang yg bersabar tidak ada kegalauan seperti yg akan terus menerus dirasakan oleh para pendengki dan merupakan musibah berat yg sama sekali tidak
mendatangkan pahala bahkan berpotensi menggerogoti kebaikan seumpama api melalap kayu bakar yg telah kering,
Rasulullah saw bersabda : ”Hindarilah oleh kalian hasad karena hasad bisa memakan kebaikan sebagaimana api melalap kayu bakar.” (HR Abu Dawud)
Maksud memakan kebaikan adalah
menghilangkannya,membakarnya dan menghapus pengaruhnya seperti yg disebutkan dalam Kitab Faidlul Qadiir,ini juga menunjukkan bahwa kebaikan itu bisa sirna dalam sekejap jika terbakar oleh kedengkian…

Makin besar api kedengkian makin cepat melalap habis kebaikan kita (Na’udzubillahi min dzaliq),
Al-Manawi di dalam at-Taisir bi Syarhi al-Jami’is Shaghir menjelaskan sebab dihilangkannya kebaikan pendengki
adalah : “karna orang yg dengki itu berarti menganggap Allah swt jahil tidak bisa memberikan sesuatu sesuai dengan proporsi nya.”
Ia menganggap Allah salah dalam mengalamatkan nikmat dan karunia seakan ia lebih tahu dari Allah tentang siapa yg lebih layak untuk mendapatkan nikmat serta karunia-Nya…

Sehingga layaklah pendengki dihilangkan kebaikan-kebaikannya, sungguh rugi para pendengki akan slalu merasakan risau di dunia,terancam bangkrut di akhirat (hilang amal ibadahnya),

Akan sangat membahayakan dirinya sendiri dan Orang Lain jika efek kedengkian semakin parah ketika
pendengki berambisi melampiaskan
kedengkiannya maka akan makin kuat kedengkian dan
ambisi melampiaskan,makin besar pula dosa dan bahaya yg ditimbulkan baik mengenai
diri sendiri maupun orang lain bahkan dosa pertama yg dilakukan oleh iblis disebabkan oleh dengki,iblis menganggap dirinya lebih layak mendapat penghormatan daripada
Nabi Adam a.s. Karnanya iblis berani menentang perintah Allah yg menyuruhnya bersujud kepada Nabi Adam a.s.

Jadilah iblis sebagai makhluk yg terkutuk dan dipastikan bakal menempati neraka jahanam selamanya.
Kedengkian terus berlanjut iblis
berusaha dan akhirnya berhasil
menggelincirkan Nabi Adam a.s.
Dan itupun masih belum puas iblis
bersumpah untuk menggoda dan
menyesatkan semua keturunan Nabi Adam a.s.,
Dari sini lahirlah segala bentuk
kemaksiatan dan dosa yg merupakan syi’ar iblis dan siasatnya untuk menjerumuskan anak Nabi Adam a.s.

Sekali lagi,bermula dari hasad.
Maka hendaknya orang yg menaruh
kedengkiannya kepada saudaranya segera menyudahi sebelum melahirkan segala bentuk dosa yg tidak terbayangkan sebelumnya,

Contohnya : Pembunuhan pertama yg terjadi di jagad raya ini yg dilakukan oleh Qabil terhadap Habil juga disebabkan oleh dengki, Qabil tak bisa menerima kenyataan atas nikmat yg dianugerahkan Allah kepada Habil saudara kembarnya dari sebab yg sepele ini ketika dipicu oleh dengki akhirnya berujung pada pembunuhan yg dilakukan Qabil terhadap saudaranya.
Dan memang umumnya kedengkian tertuju kepada orang-orang terdekat, saudara,keluarga,teman sejawat,tetangga dan orang-orang yg memiliki ikatan tertentu dengannya.

Sebab rasa dengki itu timbul karna saling ingin mendapatkan satu tujuan,namun itu tak akan terjadi pada orang-orang yg saling berjauhan karna pada keduanya tidak ada kepentingan yg mengikat satu sama
lain.
Bila Hati Bersih dari Rasa Dengki maka ketenangan dunia akan kita raih,
Kedengkian bermuara dari hubbud dunya,gandrung terhadap dunia baik berupa gila tahta sehingga ia dengki terhadap siapapun yg sedang memegang suatu posisi jabatan
yg diinginkan atau karna ta’azzuz,gila
hormat dan merasa diri lebih mulia maka ia keberatan bila ada orang lain lebih dihormati dari dirinya.

Bagi orang yg memiliki orientasi akhirat juga ingin damai hatinya di dunia tentu rasa dengki di hati segera dicampakkannya karna tak ada
untungnya hati mendengki jika ternyata yg kita dengki akhirnya masuk jannah,maka bagaimana mungkin kita sakit hati dan dengki kepada orang yg ternyata menjadi penghuni jannah dan jika ternyata yg didengki masuk neraka,buat apa kita kita iri atas nikmat yg disandang oleh orang yg berakhir dengan penderitaan selamanya…

Ya Allah jagalah hati kami dari sifat iri dan dengki…

Kunci menuju ketenangan hati.

1. Dzikirlah dan Ketuklah, maka akan terbuka.
Ingatlah slalu pada-Nya maka Allah akan mengingatmu.
Berdoalah maka keluh kesahmu akan didengarkan-Nya…

2. Shalatlah

3. Sedekahlah

4. Jangan tergantung pada orang lain tapi bergantunglah pada diri sendiri dan bersikaplah mandiri serta memohonlah pada Allah setiap kesulitan pasti bisa kita lewati dan ada jalan keluarnya…

5. Jangan berburuk sangka orang lain yg membicarakan/menghinamu…

6. Jangan menyesali masa lalu (Kesalahan yang terjadi) tapi jadikanlah masa lalu sebagai guru terbaik…

7. Jangan menyimpan kemarahan,dendam,iri
hati dan kebencian…

8. Jangan membiasakan sikap terburu-buru karna itu akan menambah kegundahan.

9. Jangan khawatir akan hari esok karna Allah menjanjikan masa depan dan harapan kita tidak akan pernah lenyap,
Tentang Cinta,hidup dan
mati semua ada di tangan Allah karna Dia telah menuliskan takdir manusia jauh saat sebelum kita di lahirkan,
Dia tahu apa yg terbaik bagi kita,maka dari itu jangan pernah sesali apa yg terjadi meskipun terasa perih bagi kita…

(¯`*•.¸☆☀♡̷̴̬̩̃̊♥̸̨♡̷̴̬̩̃̊♥̸̨♡̷̴̬̩̃̊☀♡̷̴̬̩̃̊♥̸̨♡̷̴̬̩̃̊♥̸̨♡̷̴̬̩̃̊☀☆¸.•*´¯)

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

~ oleh Vandi Al-faqir pada 18/09/2012.

Satu Tanggapan to “Kunci Ketenangan Hati & Jiwa Serta Hal-Hal Yang Dapat Merusaknya”

  1. terkadang kita susah untuk menghilangkan rasa dengki tersebut, saudara ku benar-benar membuat aku jengkel karena apa yang ia miliki selalu dipamerkan ke pada keluargaku, aku yang tak ingin mengomentari malah menjadi orang yang terdesak sendiri, ibu ku yang menjadi korban ke ria annya, sungguh ingin berbuat sabar malah mendapatkan emosi yang berapi api, semoga aku bisa mengontrol emosi ku, amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: