Ya Ukhti, Jadilah seorang yang Shalehah


Ya Ukhti, Jadilah seorang yang Shalehah lalu buatlah bidadari-bidadari surga cemburu kepadamu,karna engkaulah yang akan melahirkan generasi-generasi ghuraba yang akan menjad mujahid dan mujahadah penegak panji-panji islam di dunia ini,penerus perjuangan Rasulullah saw mensyiarkan dakwah-dakwah islam dalam zaman yang sudah semakin kembali ke zaman jahiliyah…

Seperti indahnya pelangi yang menghiasi sore hari, begitulah mungkin perumpamaan wanita sebagai penghias dunia ini.
Dan bahkan lebih penting dan berarti lagi dari hanya sekedar perhiasan. Kita mungkin tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya dunia ini tanpa adanya wanita ???

Lantas wanita yang bagaimanakah yang benar-benar bisa menjadikan hidup kita ini indah dan dapat menghiasi setiap alunan nafas kita, menemani setiap detak jantung kita sehingga berbuah menjadi sebuah tasbih kepada Allah swt ???

Maka jawabanya terdapat dalam hadits Rasulullah saw yang artinya:

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalehah”. (HR. Muslim)

Tolak ukur wanita itu bisa dikatakan shalehah atau tidak adalah ketaqwaannya. Dan kadar ketaqwaannya itu menetukan tingkat keshalehah wanita tersebut. Sedangkan ketaqwaan itu sedikit banyaknya dapat dinilai dari seberapa besar ketaatannya dalam menjalankan ajaran-ajaran Allah swt, dan dalam menjauhi segala larangan-Nya…

Banyak poin yang tentunya dapat diamalkan dalam rangka menjadi wanita yang shalehah. Baik poin itu berupa permintaan dari Al-Qur’an maupun dari kaum yang menyukai wanita itu sendiri, yaitu kaum Adam…

Ketaatan yang akan membungkusi keshalehan tersebut tertuang dalam poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh wanita seperti yang tertuang dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31 :

Allah swt Berfirman :

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat….”

Secara prinsip, wanita shalehah adalah wanita yang selalu istiqomah untuk menjalankan ketaatan kepada Allah swt dan Rasul-Nya.
Pesona kemuliaannya bukan dari perhiasan dan aksesoris yang dia gunakan sebaliknya ia selalu menjaga kecantikan (lahir bathin) dirinya supaya tidak berbuah menjadi fitnah bagi orang lain dan dirinya sendiri, Ini sangat penting dilakukan karena kecantikan sewaktu-waktu menjadi energi positif dan bisa juga di waktu yang lain menjadi energi negatif…

Namun ketika ia memiliki keterbatasan fisik, wanita shalehah tidak akan kecewa dan sakit hati terhadap karunia Allah swt tersebut, bahkan ia masih dapat bersyukur dengan apa yang ada seperti Kepribadiannya yang baik yang akan merubah dirinya menjadi lebih indah dan menarik…

Banyak wanita yang dalam kehidupannya bisa sukses atau yang sering kita sebut dengan wanita karir tapi itu semua tidak akan menjamin keshalehannya,..
Kita tidak dapat hanya mengukur dari kesuksesan dalam karirnya saja tanpa mengabaikan kesuksesan-kesuksesan lain seperti kesuksesan dalam mengurus rumah tangga, kesuksesan dalam mendidik anak-anaknya, dan bahkan kesuksesan dalam menempatkan dirinya sendiri sebagai Muslimah…

Pandangan tentang wanita shalehah ini tentunya bersifat umum baik itu ditujukan kepada wanita yang sudah berkeluarga, maupun bagi wanita yang belum berkeluarga.

Bagi remaja Muslimah untuk menjadi wanita shalehah membutuhkan komitmen yang tinggi. Lingkungan pergaulan menjadi faktor utama yang menunjang lingkungan dalam bergaul sangat besar sekali dalam menentukan perkembangan kepribadian remaja bahkan bisa dikatakan bahwa remaja adalah produk lingkungan baik itu lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat secara luas…

Keshalehan seorang remaja Muslimah menjadi harga mati dalam kehidupan rumah tangga, jika ia berkeluarga kelak karena dia lah yang menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya kelak, sebagai contoh, pembentuk suasana keluarga yang harmonis (sakinah,mawadah,warahmah)…

Tidak hanya sampai di situ. Wanita shalehah juga merupakan kunci penting dalam menentukan kebaikan dan kemajuan suatu bangsa.
Sering sekali kita mendengan istilah, “Di belakang pemimpin yang hebat, ada wanita yang luar biasa” Bahkan wanita adalah tiang negara.
Ya,.. kenyataanya memang benar demikian laki-laki tanpa wanita tidak akan jadi apa-apa. Berapa banyak laki-laki yang mendapatkan motivasi untuk bekerja dan berjuang dari wanita ??? Berapa banyak para bapak yang selalu bersemangat karena istrinya yang shalehah ???
Kita tidak bisa memungkiri itu semua…

Sehingga pada akhirnya kita harus bersyukur atas ciptaan Allah swt yang paling indah ini, wanita memang sungguh sangat berharga dan tiada taranya pengaruhnya sungguh sangat besar. Pesonanya akan selalu bersinar dalam setiap langkah kaki para lelaki…

Muslimah shalehah yang berakhlak mulia memiliki beberapa karakteristik yang indah.

Pertama, bertakwa Kepada Allah swt dan bisa menjaga dirinya, anak-anaknya, serta harta suaminya.
Dalam Al Qur’an Allah swt Berfirman :

“Sebab itu, Maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dir ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah Memelihara mereka.” (Q.S An Nisa’:34)

Kedua, ia memiliki sifat sabar ia bersikap tabah dalam menghadapi berbagai persoalan bahkan ia pandai menghibur suaminya yang sedang di rundung masalah bukannya malah merunyamkan suasana…

Ketiga, senantiasa menjaga shalat 5 waktu, Sebagaimana maklum shalat 5 waktu adalah tiang agama.
Muslimah yang menjaga shalatnya adalah sosok muslimah yang sendi-sendi keimanannya kokoh ia akan kuat menghadapi berbagai terpaan cobaan dan musibah muslimah seperti inilah yang bisa menjadi faktor kunci sukses suaminya…

Keempat, menjaga auratnya dengan baik ia tak mau keluar rumah kecuali seizin suaminya. Andaikata keluar, ia menutupi aurat yang menjadi kehormatannya serta suaminya.
Allah swt berfirman :

” Hai nabi. Katakanlah kepada isteri-isteri mu, anak-anak perempuammu dan isteri-isteri orang beriman “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal. Karera mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S Al Ahzab, 59)

Kelima, taat kepada suaminya, menghormatinya, mencintainya, menyayanginya. Selalu menampakkan wajah yang menyenangkannya selalu memberikan dukungan kepada suami baik dalam urusan pekerjaan atau ibadah tidak menghardik atau mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya tidak membicarakan aib-aibnya kepada wanita lain, tak pernah ada niatan untuk menyakitinya ia senantiasa melakukan perbuatan yang membuat ridha suaminya.
Rasulullah saw bersabda :

“Tatkala seorang muslimah melaksanakan shalat 5 waktu, menunaikan puasa wajib dan mematuhi suaminya, maka ia akan memasuki surga Tuhannya.”

Keenam, bisa mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan baik sebab mereka lebih dekat kepada anak-anak daripada suami yang lebih banyak keluar untuk bekerja, Seorang Muslimah Shalehah akan mengajarkan anak-anaknya membaca Al Qur’an, menanamkan rasa cinta kepada Nabi saw beserta keluarganya, Mendampingi mereka melewati masa kanak-kanak dengan lembut dan penuh cinta, menjauhkan mereka dari akhlak tercela dan tak kalah pentingnya, mengajarkan mereka rasa hormat kepada ayahnya…

Ketujuh, mampu menasehati suami yang sedang lalai dari ibadah dengan cara yang santun dan bijak ia bisa mengambil hati suaminya sebelum mengingatkannya, Cara demikian lebih bisa di terima suami ketimbang cara-cara langsung yang akan memperburuk situasi…

Kedelapan, memiliki prinsip hidup yang kuat ia tak mudah terpengaruh gaya hidup non islami yang sekarang ini gencar di budayakan oleh media massa, sebagai muslimah ia harus tetap berpegang teguh pada ajaran islam baik dari segi berpakaian, berperilaku dan lainnya ia pantang meniru lifestyle wanita non muslim.

Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa meniru gaya hidup suatu kaum, berarti ia termasuk golongan tersebut.”

Kesembilan, ia mampu menjaga penglihatannya dan kehormatannya ( menjaga iffah serta izzah nya).
Ia tak mau memandang laki-laki selain suaminya kehormatannya di jaga mati-matian demi suaminya ia bersolek hanya untuk suaminya ini merupakan gambaran Bidadari Syurga.

Allah swt berfirman : “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An Nuur:31)

Kesepuluh, bersikap wara’ ia tak mau mengkonsumsi makanan-makanan yang haram ataupun yang syubhat.
Demikian pula ia menjaga suami dan anak-anaknya dari hal tersebut ia faham betul bahwa dari makanan yang baik dan halal akan lahir pula kepribadian-kepribadian yang baik. “Kuatnya agama adalah sikap wara’.” demikian sabda Nabi saw…

Muslimah yang shalehah dengan karakteristik tersebut ia akan menampakkan kecantikan bathin yang akan abadi dan takkan lapuk oleh penuaan seperti halnya kecantikan jasmani…

Wanita itu ibarat apel buah yang tidak berkualitas amat mudah dipetik, dijamah dan diambil orang,, Tapi apel yang berkualitas tidak terjangkau dan sulit dijamah orang susah dipetik, susah digapai.
Mahkota seorang gadis adalah Keimanan dan ketakwaannya apabila hilang iman dan takwanya, hancurlah pesonanya wanita sanggup jatuhkan martabat tingginya supaya dijamah orang lain. (Na’uszubillah tsuma Na’udzubillahi min dzaliq)…

Wahai wanita shalehah yang tinggi martabatnya yang terpelihara kehormatan iffah izzahnya…
Bersabarlah !!!
Disaat tak ada yang memetik karena ketinggianmu janganlah obral jiwamu hingga kau rela dipetik dan dijamah oleh siapapun layaknya seperti apel yang mudah dipetik di pinggir jalan,
Tungulah, Allah swt pasti mengirimkan orang yang bersedia memetikmu di ketinggian.
Ketinggian yang hanya bisa dipanjat dengan energi keimanan dan ketakwaaan seseorang lelaki yang shaleh…

Ya Allah…
Kutahu, betapa banyak “perhiasan dunia terindah ini”
mulai gundah gelisah menantikan seseorang untuk menjadi pendamping hidupnya penyempurna separuh agama nya.
Sepertiga abad penantian kadang tak cukup mendatangkan satria-satria pemetik apel (lelaki shaleh penegak panji agama)yang dinantikan,,
wahai zat yang menguasai seluruh makhluk, jangan biarkan wanita-wanita mulia ini lelah di ketinggian, hingga ia menjatuhkan diri tersungkur dari kemuliaan. Teguhkan hati mereka. Selamatkan mereka…

Ya Allah…
sesungguhnya mereka sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepada mereka…

Ya Allah…
anugerahkanlah kepada wanita-wanita shalehah jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati mereka agar tidak tergoda fatamorgana dunia dalam kegelisahan nya…

Aamiin Ya Rabbal’alamiin…

Wallahualam bishawab….

~ oleh Vandi Al-faqir pada 17/04/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: