Ketika Hati Bicara Dalam Kelukaannya..


Menangis saja,,
jika ingin menangis..
Air mata tidak akan pernah bosan memberimu kelegaan ketika sesak terasa begitu menghimpit..
Sama seperti bahu ini, yang tak akan kuijinkan mengeluh jika kau ingin menggunakannya sebagai sandaran..

Berteriak saja,,
jika kau ingin berteriak..
Pita suaramu masih cukup baik,
tak akan menganggu jikapun harus ditarik dalam nada tinggi dan panjang..
Sama halnya dengan telingaku,,
yang tak kuperbolehkan merasa bising untuk mendengar lengkingannya…

Berlari saja,,
jika kau ingin berlari..
Sekencang kakimu bisa memacu,,
sekuat tenagamu mampu…
Lepaskan semua bersama air mata dan teriakan itu,,
kemudian biarkan mereka tertinggal waktu..
Kita hanya manusia…
Lelah tidak membuat kita berdosa..
Lelah juga tidak cukup sebagai bekal mengatakan bahwa kita makhluk lemah..
Lelah hanyalah sebuah jeda, ketika ketika jalanan yang tidak menyenangkan terasa begitu panjang.. Tempat dimana kau bisa beristirahat sebentar,,
menghembuskan udara-udara kotor yang tertimbun dalam otak dan hati,, lalu menggantinya denga nmenghirup oksigen bersih yang menyegarkan..
Lelah adalah sebuah pemberhentian,,
kau akan menemukanku disana…
Bukankah sudah cukup waktu, untuk kita bisa saling percaya..??

Aku memang tak akan memelukmu untuk meredakan,,
tak akan membelai punggungmu untuk menangkan,,
tak akan mengguruimu dengan nasehat-nasehat penghiburan..
Bukan saja karena,, kau tau,, tanganku juga tak cukup kuat untuk melakukan itu dan mulutku pun tak pandai menguraikan kata-kata semangat..
Tapi karena aku tau kau dengan dirimu sendiri cukup kuat untuk bisa kembali tegar cukup mampu untuk segera kembali tersenyum,, kembali memijarkan sinar matahari dan kembali melanjutkan perjalanan dalam gelapmu ini..
Aku hanya akan menemanimu, menyediakan bahu saat kau ingin bersandar sebentar,menyediakan telinga jika kau ingin bercerita ataupun berteriak..
Hanya akan sebentar saja, karena aku juga tau,,
sorot matamu tak akan tahan berlama-lama tanpa cahaya..

Aku hanya akan tersenyum,,
berterima kasih karena lelah yang bagimu sangat berharga itu, akhirnya mau kau lewati bersamaku..
Lelah ini hanya pemberhentian sayang…
Dan aku selalu akan menemanimu disini…

Mulutku terkunci….
Tak ada hasrat untuk bicara..
Tak ada hasrat untuk melawan…
Biarkan saja hati yang bicara..
agar tak ada luka untukmu…
Apapun yang kamu katakan, aku terima…
Apapun yang kamu inginkan dariku, aku penuhi…
Aku rela melakukan apapun yang kamu minta, meski itu sakit…
Aku akan terima apapun yang ingin kamu lakukan asal membuatmu senang…
Aku tak akan membantah lagi…
Mulutku tak akan berucap lagi….
Biarkan hatiku terluka…..
Biarkan hatiku menangis…
Cukup hanya aku yang tau kalau air mata selalu mengalir dibalik senyumku….
Entah sampai kapan ini akan bertahan….
Aku hanya berharap sebelum Allah swt mengambil nyawaku…
Aku diberi kesempatan untuk menikmati kebahagiaan yang kuinginkan…

~ oleh Vandi Al-faqir pada 28/02/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: