Ketika Cinta Berganti Dengan Sebuah Keikhlasan


Tak pernah terpikir olehku
tak sedikitpun kubayangkan
kau akan pergi tingalkan ku sendiri
begitu sulit kubayangkan
begitu sakit kurasakan
kau akan pergi tingalkanku sendiri

dibawah batu nisan kini kau tlah sandarkan
kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup ini terjadi
karna ku sangat cinta
inilah saat terakhirku melihat kamu
jatuh air mataku menangis pilu
hanya mampu ucapkan
selamat jalan kasih
satu jam saja kutelah bisa
cintai kamu,kamu,kamu dihatiku
namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
satu jam saja kutelah bisa
sayangi kamu dihatiku
namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
dinantiku

Seperti hal nya lyric lagu itu kita tidak tau apa yang telah Allah swt gariskan untuk kita dalam kitab lauful mahfudz..

Ikhlas memang sangat mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk dijalanin. Karena itu membutuhkan proses yang panjang sehingga bisa membimbing kita pada sebuah keikhlasan.

Ketika cintaku terbentur dengan restu orang tua, dengan ketidak mampuan ku dan ketika aku harus menerima kenyataan orang yang aku sayangi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Ketika rencana hanyalah tinggal sebuah rencana yang tidak terwujud. Tidak mudah untuk menerima kenyataan itu bahkan mungkin sangat sulit untuk aku terima. Hari demi hari aku lewati dengan air mata dan kesedihan. Di kesunyian dan keheningan malam aku menangis di hadapan-Nya bukan untuk menyesali apa yang terjadi padaku tapi menyesal kenapa aku belum bisa menjadi hamba-Nya yang ikhlas menerima kenyataan ini.

Tapi itulah hidup. Adakalanya kita harus mengalami sesuatu yang pahit. Apapun yang terjadi itulah yang terbaik buat aku meski aku harus sedih, kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil.

Aku hanya berusaha untuk ridha dengan semua ketentuan yang telah digariskan oleh Allah. Menerima apapun yang terjadi bukan berarti tidak berusaha untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Tapi berusaha untuk ikhlas dan menyerahkan semua ini kepada-Nya akan menenangkan hati yang gelisah. Karena dibalik kejadian ini pasti ada hikmahnya dan Insya Allah bisa membimbing aku untuk menjadi seseorang yang kuat, sabar dan ikhlas dalam menjalani hidup.

Ketika kita ikhlas dan bersyukur dengan semua yang diberikan Allah akan memberikan ketenangan yang luar biasa di hati kita. Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan dan Dia akan memberikan jalan yang terbaik. Yakin bahwa rencana Allah itu lebih indah.

Buat sahabat-sahabatku yang lagi sedih, harus tetap semangat karena Allah sayang kepada hamba-Nya yang kuat dalam menjalani ujian dari-Nya. Karena sebenarnya begitu banyak anugerah dan nikmat yang diberikan oleh-Nya yang harus kita syukuri. Selalu berprasangka baik kepada-Nya dan bersyukur Allah masih memberikan ujian kepada kita, itu berarti kita termasuk orang-orang yang masih diperhatikan oleh-Nya, Allah selalu memberikan sesuatu yang kita butuhkan bukan sesuatu yang kita inginkan. Karena Dia lebih tahu mana yang terbaik buat hamba-Nya.

Ikhlas, sabar dan bersyukur adalah 3 kunci orang hidup. Tidak mudah bahkan mungkin sangat sulit. Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan mencoba untuk menjalaninya dalam kehidupan kita.

Terima Kasih Ya Allah untuk kasih sayang, kekuatan dan semua yang sudah Engkau berikan kepadaku. Berikan petunjuk dan bimbinganMu kepadaku seperti yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang Engkau sayangi. Ijinkanlah aku untuk menghabiskan sisa umurku untuk lebih dekat dan mencintai-Mu.

” Kasihku, Takkan ku Nanti lagi kehadiranmu, bukan berarti aku tidak mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu walaupun tidak pernah ku ungkapkan langsung padamu, biarkanlah Allah menjalankan skenarionya, dan kita hanya menjalankan skenario dari-Nya itu, maafkan aku yang mungkin telah membuat dirimu menaruh harap, walau tidak pernah terucap dibibirku, karena kau memang teman sejatiku, teman berbagi cerita, selamat berpisah, ku do’akan agar kau tenang di sisi-Nya, dan aku akan mengenangmu”

~ oleh Vandi Al-faqir pada 28/02/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s