Untukmu Calon bidadariku


Untukmu sang calon bidadari surgaku,izinkan sejenak ku berpesan untukmu. Bacalah, resapi, dan cobalah untuk mengamalkannya. Kuberpesan demi kebaikan dirimu,bukan hanya agar baik dimataku,tapi lebih utama baik dimata Allah azza wa jalla. Cobalah sejenak menyimak pesanku ini. Untukmu sang calon bidadari surgaku perteballah imanmu, bangun rasa takut dan cinta pada Allah azza wa jalla lebih dan lebih lagi. Cintailah Allah, baru kau cintai manusia lemah ini. Takutlah pada murkanya Allah,barulah kau takut pada murka manusia yang kurang ilmu ini.

Untukmu sang calon bidadari surgaku pelajarilah kembali kodratmu. Kodrat sebagi wanita, sebagai istri, dan akhirnya sebagai ibu. Karna dirimulah wanita nomor dua yang akan kucintai selain ibuku. Karna dirimulah wanita yang akan menemaniku, melayaniku, melembutkanku, membahagiakanku hingga akhir hayatku. Karna dirimulah wanita yang akan melahirkan dan mengasuh anak anakku nanti.

Untukmu sang calon bidadari surgaku perbanyaklah ilmumu. Karna ilmu itulah yang akan memberimu petunjuk bagaimana kau harus memperlakukan suami, bagaimana cara mengasuh anak,bagaimana mengatur rumah tangga,bagaimana menjadi guru bagi anak anak qta,bagaimana memperlakukan ibu ayahku, dan ilmu lainnya.

Untukmu.. sang calon bidadari surgaku. Kupasrahkan niatku ini pada Allah azza wa jalla. Kubulatkan tekad ini karna Allah azza wa jalla. Berdo’alah disetiap selesai shalat wajibmu, disetiap tahajudmu, disetiap kau berbuka puasa jalan ini akan dimudahkan. Dan awali semua ini dengan asma Allah. Bismillahirrahmanirrahim

Untukmu Nisa (perempuan) Calon Istriku yang akan menjadi Bidadari Duniaku juga Akhiratku insya Allah.. Semoga Allah senantiasa merahmati dan memberkati dirimu yang tidak pernah kutemui,namun do’aku tidak pernah putus mengiringi setiap langkahmu demi meraih keridhaan-Nya Rasulullah saw pernah bersabda: “Seindah perhiasan dunia adalah wanita yang shalehah,” Alhamdulillah, itulah anjuran Islam melalui Rasulullah saw yang kita cintai. Pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga rumah tangga muslim yang bakal dibina saat menikah nanti. Untukmu Ukhti calon istriku Jika harta yang engkau idamkan, maka ketahuilah diriku bukanlah orang yang berada. Tiada harta yang dapat kupersembahkan dalam ijab-kabul kita nanti. Tiada harta sebagai jaminan bahwa engkau akan menikmati sedikit kesenangan apabila ijab-kabul telah dilafadzkan. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS Ar Ruum: 21) Jika keturunan yang engkau dambakan, ketahuilah bahwa aku hanyalah manusia biasa dari keluarga yang biasa pula. Namun apa yang pasti. Aku adalah keturunan yang mulia, ayahanda adalah Nabi Adam as dan bunda Siti Hawa, sama seperti mu. “Maka bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS. Ali Imran: 159-160) Ketampanan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahwa engkau juga tidak terlepas seperti manusia yang lainnya. Ketahuilah wahai calon istriku, jika ketampanan itu yang engkau inginkan dari diriku, maka engkau telah salah langkah. Tiada ketampanan yang terlihat orang lain yang dapat kupertontonkan padamu. Telah aku hijabkan ketampanan diriku ini dengan amalan ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Engkau hanya akan sia-sia jika hanya menginginkan ketampanan lahiriah semata. Dan aku tidak dapat menjanjikan, bahwa aku mampu membahagiakan rumahtangga kita nantinya, karena aku memerlukan engkau untuk bersamaku dalam menegakkan dakwah islam ini, dan aku ingin engkau merelakan dirimu menjadi penolongku untuk membangunkan sebuah dakwah dan tarbiyah islamiyah ke arah jihad hamba-Nya kepada Penciptanya yang agung, Allahu Rabbi. Mencari ilmu agama secara bersama, marilah kita jadikan pernikahan ini sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu agama, tetapi berbekal ilmu agama yang ada ini, aku ingin menjadi suami yang sentiasa mendapat keridhaan dari Allah swt. Hal itu tak lain untuk memudahkan aku membentuk rumah tangga muslim antara aku, engkau dan anak-anak kita nantinya untuk dibina dan diberikan pendidikan dengan ketaatan kepada Allah swt. Aku pun hanya akan bercita-cita untuk bisa bergelar pendamping yang shaleh bagi sang istri, seperti yang dijanjikan Rasulullah saw. “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS An Nisa: 1) Untukmu Ukhti calon istriku yang dirahmati Allah.. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (QS. An Nisaa: 34.) Yakinkanlah aku bahwa aku adalah pemimpin untuk dirimu dan anak-anakku sebagai pewaris dakwah Islam. Maka, jadikanlah pernikahan ini nantinya sebagai asas pembangunan iman, bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan ikatan pernikahan sebagai hawa nafsu semata. Ketahuilah Nisa (perempuan) calon istriku, Bahwa aku tidak akan pernah memberikan mas kawin yang hanya akan menyebabkan hatimu buta dalam menilai arti kita dipertemukan Allah atas dasar agama. Cukuplah seandainya, maharku adalah sebuah qalam mulia, Al-Quran, karena aku meyakini qalam itu mampu memimpin rumah tangga kita untuk meraih keridhaan-Nya bukan kekayaan dunia yang bersifat hanya sementara. Bidadari Duniaku yang dimuliakan Allah, Bantulah aku dalam memperjuangkan dakwah Allah ini melalui pernikahan, karena ia adalah tempat untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku, Insya Allah. Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapak dan orang sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada harta duniawi yang ingin ku sediakan untukmu. Wahai Bidadari Duniaku,Lihatlah rumah tangga Rasulullah saw, terkadang sebulan pernah dapurnya tidak berasap karena tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak. Namun, walau begitu susahnya, rumah tangga Rasulullah saw tetap menjadi rumah tangga yang paling bahagia, yang tidak ada bandingnya hingga hari ini. Ukhti calon istriku, Terlalu panjang rasanya aku mengungkapkan isi hati ini. andai diizinkan maka akan kembali kugoreskan lagi tulisan bertintakan hati ini. Untukmu Bidadari Duniaku, biarlah rinduku ditumpahkan dalam goresan ini daripada jemu tatkala kita disatukan.

Untukmu calon bidadariku…Sungguh aku telah menyiapkan diri untuk bisa mengenalmu dirimu yang sedari kemarin tak pernah terlintas di pikiranku dirimu yang tak pernah mau hadir dalam tiap mimpiku dirimu yang tak pernah kutahu siapa namamu dirimu yang selalu menutup diri dariku dan dari lelaki lain agar dirimu selalu terjaga hati dan kemuliaanmu sebagai wanita.

Untukmu calon bidadariku..

Telah kubersihkan hatiku dari kecenderungan padamu telah coba kuluruskan niatku yang suci dari hawa nafsuku padamu telah kupasrahkan diri jika jawabanmu tak seperti yang kuharapkan sungguh aku hanya ingin membebaskan diri dari jeratan resah rinduku akan hadirmu.

Untukmu calon bidadariku…Sungguh kutahu untuk memilikimu penuh dengan perjuangan bukan hanya sekedar perjuangan mendapat simpati hingga engkau mau menerimaku tapi juga perjuangan menjaga kelurusan dan kesucian hatiku ditengah godaan dan tamparan nafsu yang selalu mengiringi tiap langkah suciku itu karena engkau memang layak dijemput dengan cara tak biasa karena engkau adalah titisan bidadari dari surga aku harus mengumpulkan kekuatan yang besar agar engkau mau turun dari langit dan menemani perjuanganku di bumi.

Untukmu calon bidadariku..

Jika nanti aku datang kuharap pintu rumahmu siap terbuka untuk menyambutku sebentar saja kuharap kau berkenan mendengar pinta sederhanaku setelah itu kubiarkan engkau menyepi diri bersama Rabb-mu untuk mempertimbangkan apakah aku layak menjadi pendampingmu menjadi imam yang senantiasa berada di depanmu maka untukmu calon bidadariku ijinkan aku memantaskan diriku untukmu ijinkan aku untuk mencoba meraihmu jika ternyata kau tak ditakdirkan untukku biarlah mungkin Allah masih menguji kesungguhan niatku juga kesabaran serta keikhlasanku dan memintaku untuk lebih baik menjadi mujahid-Nya.

teruntuk engkau calon bidadari surgaku, Semoga nanti ada ukhuwah yang lebih baik, setelah terbangun dari sebuah singgasana pelaminan yang megah itu, setelah arak-arakan penuh senyum ceria menemani perjalanan kita, ucapan selamat yang tidak berhenti silih berganti, semua dalah hitungan jam, kemudian berganti hari, kemudia usai. tertinggal kita, kita yang akan mengarungi bahtera baru dalam lautan luas membentang didepan kita, ada banyak karang disana, ombak yang tinggi pun akan selalu kita temui dalam perjalan kita menuju Cinta-NYA.

ade, sebelum semua itu kau harus tau, bahwa kakak hanyalah manusia biasa, hanya punya langit untuk tempat kakak berlindung, hanya ada sepasang kaki untuk kakak berjalan, kakak hanya punya sepasang tangan untuk menengadah meminta sesuatu dari sang pemilik hidup ini, tiap harinya kakak hanya berjalan kaki untuk mengais sedikit rejeki yang Allah berikan untuk kakak, peluh keringat pun selalu muncul sampai kemudian kering, kakak belum punya kereta kencana untuk selalu membawamu melangkah bangga ketika berjalan disamping kakak, kakak pun tidak punya sesuatu atap yang megah, alas istirahatmu yang penuh kenyamanan, hanya angin alam yang kakak punya untuk menyejukanmu. bukan apa-apa, tapi kakak ingin kau tahu, agar engkau pun bersyukur, seperti syukur yang kakak punya sekarang, kakak hanyalah ingin jadi pria akhir zaman dihatimu bersama punya cita-cita membangun keturunan yang insya Allah shaleh, kakak hanya ingin jadi pelindungmu, dimana engkaulah yang akan jadi penghuni hatiku, kamu adalah navigator dikapalku, kakak hanya ingin ketika kakak jadi raja maka ade adalah orang pertama yang menikmati anggur singgasanaku bersama belajar adanya iman & tawa dikeluarga kita, dalam meniti sabar dan syukur serta ikhlas. kebahagiaan itu semoga terus mengalir sampai nanti kita dipertemukan kembali dalam indahnya surga-Nya Allah, disana engkaulah bidadariku, berkumpul kembali dengan semua orang yang kita cintai, semoga engkau benar yang dituliskan Allah di lauhful mahfud-Nya, sebagai bagian dari tulang rusuk kakak. Kakak tidak bisa menuntutmu untuk jadi siti khadijah, yang begitu setia dan pandai menjaga iffah dan izzah sampai akhir hayatnya, bukan pula siti hajar yang begitu setia ketika sengsara menimpanya, kakak hanya ingin ade sebagai seorang wanita akhir jaman dihidup kakak, yang terus berusaha menjadi istri yang shalehah semoga kita jadi keluarga yang pandai bersyukur, karena disaat hati kita bisa bersama untuk senantiasa sabar dan ikhlas terhadap sesuatu, ada rasa syukur yang mengalir disana, disaat itu pulalah kebahagian akan selalu mengair untuk kita jangan pernah menyerah Janji Allah selalu pasti, sudah di tuliskan dalam qadha dan qhadarnya Allah, Cinta kita nanti adalah cinta untuk bersama berma’rifat, bermahabbah untuk membuktikan diri bahwa kita benar-benar hanya Mencintai-Nya. untukmu calon bidadariku dipenantian yang takkan pernah berarti sia-sia. nanti aku pasti menjemputmu bidadariku..

~ oleh Vandi Al-faqir pada 28/02/2012.

Satu Tanggapan to “Untukmu Calon bidadariku”

  1. Indah sekali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: