Airmata Menjelang Pernikahanku Dengan Dia


”❤ Mencintaimu Utuh Tak Tersentuh❤ “

Kisahku (Vandi Al-faqir) dalam duka dan do’a ku goreskan pena di lembar kertas putih ini…

Pertemuan kita adalah suatu anugerah dari Allah swt,dan itu adalah awal ta’aruf kita sampai akhirnya aku mengkhitbahmu dengan ucapan basmallah,tampak senyuman bahagia terlukis diwajah indahmu ketika aku bersama keluarga ku datang kerumah untuk melamarmu,saat kuucap maksudku kau hanya terdiam dan aku anggap kau mau menerimaku,teringat suatu kalimat “Diamnya seorang wanita berarti tanda setuju darinya”.

Hari demi hari dilewati sampai pada akhirnya keluarga kami bertemu kembali untuk menentukan tanggal pernikahan kami.
Tanggal pernikahan pun sudah di tentukan yaitu jatuh pada tanggal 12 juni 2011 (10 Rajab 1432 Hijriah),
Undangan pun dibuat lalu disebarkan ke kerabat,saudara,teman dan tetangga di komplek perumahan aku juga dia.
Tiga minggu menjelang hari H aku masih disibukkan menghadiri undangan-undangan majelis,dari satu pesantren ke pesantren lainnya disetiap harinya.
Dua minggu menjelang tepatnya tanggal 25 mei 2011 aku mendapat telepon dari calon mertuaku,aku heran dan bertanya-tanya dalam hati “Mengapa ummi telepon malam-malam gini dan gak biasa nya aku menerima telepon dari ummi malam hari apalagi ketika aku ucap salam ummi menjawabnya namun kedengarannya sambil menangis ada apa ya..??”,dengan hati bercampur heran dan penasaran kemudian aku memberanikan diri menanyakan apa yang membuat ummi sampai menangis seperti itu,namun ummi hanya menjawab “cepatlah kamu datang kesini nak,nanti ummi ceritakan dirumah”.

Aku pun bergegas pergi menuju ke tempat calon mertua ku dengan perasaan penasaran bercampur cemas aku berusaha tenang menjalankan kendaraanku.
Setibanya dirumah calon mertuaku,ternyata kedatanganku disambut isak tangis keluarga diruangan tengah rumah namun aku tidak melihat calon istriku berada bersama mereka,lalu aku pun bertanya “ummi mana fitri kenapa fitri gak bersama keluarga disini,apa yang terjadi sebenarnya..??”,ummi pun menjawab “calon istrimu ada dikamar,nak vandi masuk saja ditemani abah”.
Aku pun langsung menuju kamarnya bersama abah,aku masuk dengan mengucap salam namun tak ada jawaban dari dalam,kemudian abah pun membukakan pintu kamarnya,saat aku masuk mata ini langsung tertuju kearah tempat tidur,disana aku lihat fitri terbaring lemah tak berdaya dengan wajah pucat,tak terasa airmataku menetes tak kuasa menahan kesedihan karna dia calon istriku,calon makmumku,calon bidadari duniaku sendiri terbaring melawan penyakitnya,”Ya Allah.. Semua ini adalah ketentuan-Mu,kuatkanlah dia Ya Allah dalam melawan penyakitnya itu Ya Rahman.. Ya Rahim.. Hamba menyerahkan segala sesuatu nya hanya pada-Mu Ya Rabbul izzati..”

Kami pun bergegas membawanya kerumah sakit di kota bandung,sesampainya di rumah sakit perawat pun langsung membawanya ke IGD,dokter jaga yang bertugas pada malam itu langsung memeriksa keadaannya lalu menyuruh suster perawat mempersiapkan peralatan opname,kemudian dokter menghampiri kami memberitahukan kalau fitri dalam keadaan kritis dan harus segera mendapatkan transfusi darah,kebetulan golongan darah A dirumah sakit lagi kosong namun aku menawarkan pada dokter agar mengambil darahku untuk di donorkan pada fitri karna kebetulan golongan darah kami sama,aku pun langsung dibawa ke ruang test darah untuk memastikan golongan darah kami benar-benar sama dan memeriksa kondisi fisik aku,setelah hasil test didapatkan dengan segera darahku pun diambil sebanyak tiga lambu,setelah selesai aku pun tak sadarkan diri diruangan itu dan entah apa yang terjadi malam itu aku tidak tau.

Keesokan harinya aku pun tersadar,ketika aku membuka mata ternyata keluarga ku pun sudah berkumpul dirumah sakit berada diruangan tempat aku mendonorkan darah,dengan badan lemah aku mencoba bangkit dari tempat tidur karena aku teringat pada calon istriku bagaimana dengan keadaannya sekarang namun berkali-kali mencoba aku slalu terjatuh kembali ke tempat tidur karena kondisi badanku yang sangat lemah karena terlalu banyak diambil darah untuk didonorkan,
Aku meminta bantuan pada kakak yang berada didekatku untuk membangunkan aku dari tempat tidur namun setelah bangun pun aku tak bisa berjalan,kakak ku meminta aku jangan terlalu memaksakan diri dalam kondisi badanku yang lemah tapi aku tetap ingin keluar dari ruangan itu agar aku bisa menemui calon istriku dan ingin mengetahui perkembangan kondisinya.

Kakak ku berinisiatif membawa aku menemui calon istriku dengan meminta perawat menyediakan kursi roda untuk membawaku ke ruang IGD.
Perawat itu pun membawakan kursi roda seperti yang diminta oleh kakak dan kemudian kakak membawaku keluar dari ruangan itu dan menuju IGD,
“Ya Allah.. Sembuhkanlah calon istriku Ya Rabbi..”
Airmataku tak terasa menetes kembali melihat dia yang tiada daya karena penyakitnya itu serta mengingat hari pernikahan kami yang semakin dekat,ummi dan abah (orangtua fitri) menghampiriku lalu menceritakan tentang sesuatu yang sudah mereka rahasiakan padaku,alangkah kagetnya ketika aku mendengar yang mereka ceritakan,hati ini semakin sedih dan airmata ini semakin menetes tak bisa terbendung saat mengetahui kalau selama ini dia berjuang sendiri melawan kanker darah nya yang sudah stadium 4 dan tak ingin kalau aku mengetahui hal itu,”Ya Allah.. Jika Engkau bisa mengabulkan satu permintaanku maka hal yang akan aku pinta adalah kesembuhannya dengan Engkau mengangkat penyakitnya itu.”
Hari kedua dirumah sakit kondisi ku sudah pulih dan bisa berjalan tanpa harus memakai kursi roda seperti hari sebelumnya,
Kupandangi dan terus kupandangi wajahnya yang walaupun pucat namun tetap keliatan cantik dengan aura cahaya yang melekat dalam pucat wajah nya itu,aku berharap bisa melihat senyuman nya kembali seperti pada saat kami pertama kali bertemu.
dalam tiap sujudku aku selalu berdo’a untuk kesembuhannya,airmataku tak henti nya menetes dalam tiap do’a dan ketika ku ingat diri nya berjuang sendirian melawan penyakit nya itu.
“Ya Allah… hamba tak kuasa melihat calon bidadariku terbaring tiada daya disana berjuang melawan penyakit nya itu..
Ya Allah… hamba serahkan segala nya pada-Mu karna hidup mati nya ada di tangan-Mu,.
Ya Allah… jika Engkau takdirkan jatah waktu nya di dunia ini habis dan kami tiada berjodoh maka ambilah nyawa nya dalam keadaan husnul hotimah dan satukanlah kami di surga-Mu jadikan diri nya sebagai bidadari akhiratku..
Ya Allah… jika Engkau mengkehendaki dia untuk tetap bisa bernafas di dunia fana ini maka sembuhkanlah dia dan satukamlah kami dalam ikatan yang Engkau ridhai yaitu pernikahan yang telah kami rencanakan..
Ya Allah.. Ya Rahman.. Ya Rahim.. Ya Rabbul ‘izzati… kami sebagai manusia hanya bisa berencana namun tetap Engkau lah yang Maha menentukan segala nya..”

empat hari sudah fitri dirawat di rumah sakit namun kondisi nya semakin memburuk dan dokter pun tidak bisa berbuat apa-apa hanya bicara kepada kami agar bersabar juga berdo’a semoga Allah memberikan kesembuhan pada dia,airmataku kembali menetes mendengar apa yang diucapkan dokter itu,tipis sekali peluang fitri untuk bisa sembuh dari penyakit nya itu,aku takbisa berbuat apa-apa selain berdo’a dan aku tak kuasa melihat dia terbaring tiada daya dengan mata terpejam tanpa ada gerakan sedikit pun dari anggota tubuh nya,“Ya Allah… kenapa dia harus mendapat cobaan berat seperti ini,semoga dia mendapatkan ampunan dari segala dosa nya dan menjadi seorang shalehah di mata Engkau Ya Rahim..”

Tiada kusangka hari kelima adalah hari terakhir dia berada di rumah sakit sekaligus hari terakhir fitri bernafas di dunia fana ini,Allah swt memanggil dia untuk menghadap-Nya,isak tangis keluarga pecah di rumah sakit,tubuhku lemas tiada daya seakan tak percaya akan semua ini mengingat dia yang begitu cepat berpulang ke rahmatullah dalam hitungan pernikahan kami yang semakin dekat,aku hanya bisa menangis dan berdo’a “Ya Allah.. ketentuan-Mu adalah haqq,takdir-Mu adalah haqq,terimalah dia di sisi-Mu dengan amal shaleh nya dan satukanlah kami di surga nanti dalam ketiadaan jodoh di dunia ini..”

Almarhummah fitri di semayamkan pada sore hari nya di komplek pemakaman umum dekat daerah orangtua nya,
kini semua impian kami terkubur bersama jasad nya di pekuburan itu dalam cinta juga sayangku pada dia yang utuh tak tersentuh karena belum pernah sedikitpun aku menyentuh nya dan hari pernikahan kami kini tinggalah sebuah kenanganku…

kini hari-hariku sepi tak ada lagi sesorang yang slalu membuatku tersenyum dan tiada lagi pernah kulihat seyuman yang terukir di wajah seseorang yang sangat ku sayangi, dialah yang mengisi hari-hariku dengan canda tawa nya,dengan tutur kata manja nya yang masih ku ingat,airmataku slalu menetes jikalau ku ingat kenangan-kenangan bersama almarhummah, dialah fitri (almarhmmah) seorang wanita shalehah yang tak pernah mengeluh bahkan sampai detik-detik dimana penyakit nya itu mulai melumpuhkan nya mengubur mimpi-mimpi nya yaitu mimpi yang akan manusia rasakan sekali dalam seumur hidup nya yaitu prnikahan,gaun pengantin berwarna ungu yang slalu dia pandangi dan di baying-bayang untuk bias cepat-cepat mengenakan nya kini hanya tergantung di lemari baju nya bersama barang-barang lain yang dia tinggalkan,semua nya hanya tinggal kenangan yang terkubur bersama mimpi-mimpi dan harapan kini hanya airmata ini yang tersisa..

Tak pernah terpikir olehku
tak sedikitpun kubayangkan
kau akan pergi tingalkan ku sendiri

begitu sulit kubayangkan
begitu sakit kurasakan
kau akan pergi tingalkanku sendiri

dibawah batu nisan kini kau tlah sandarkan
kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup ini terjadi
karna ku sangat cinta

inilah saat terakhirku melihat kamu
jatuh air mataku menangis pilu
hanya mampu ucapkan
selamat jalan kasih

satu jam saja kutelah bisa
cintai kamu,kamu,kamu dihatiku
namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

satu jam saja kutelah bisa
sayangi kamu dihatiku
namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
dinantiku

Seperti hal nya lyric lagu itu kita tidak tau apa yang telah Allah swt gariskan untuk kita dalam kitab lauful mahfudz..

Ikhlas memang sangat mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk dijalanin. Karena itu membutuhkan proses yang panjang sehingga bisa membimbing kita pada sebuah keikhlasan.

dengan ketidak mampuan ku dan ketika aku harus menerima kenyataan orang yang aku sayangi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Ketika rencana hanyalah tinggal sebuah rencana yang tidak terwujud. Tidak mudah untuk menerima kenyataan itu bahkan mungkin sangat sulit untuk aku terima. Hari demi hari aku lewati dengan air mata dan kesedihan. Di kesunyian dan keheningan malam aku menangis di hadapan-Nya bukan untuk menyesali apa yang terjadi padaku tapi menyesal kenapa aku belum bisa menjadi hamba-Nya yang ikhlas menerima kenyataan ini.

Tapi itulah hidup. Adakalanya kita harus mengalami sesuatu yang pahit. Apapun yang terjadi itulah yang terbaik buat aku meski aku harus sedih, kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil.

Aku hanya berusaha untuk ridha dengan semua ketentuan yang telah digariskan oleh Allah. Menerima apapun yang terjadi bukan berarti tidak berusaha untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Tapi berusaha untuk ikhlas dan menyerahkan semua ini kepada-Nya akan menenangkan hati yang gelisah. Karena dibalik kejadian ini pasti ada hikmahnya dan Insya Allah bisa membimbing aku untuk menjadi seseorang yang kuat, sabar dan ikhlas dalam menjalani hidup.

Ketika kita ikhlas dan bersyukur dengan semua yang diberikan Allah akan memberikan ketenangan yang luar biasa di hati kita. Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan dan Dia akan memberikan jalan yang terbaik. Yakin bahwa rencana Allah itu lebih indah.

Buat sahabat-sahabatku yang lagi sedih, harus tetap semangat karena Allah sayang kepada hamba-Nya yang kuat dalam menjalani ujian dari-Nya. Karena sebenarnya begitu banyak anugerah dan nikmat yang diberikan oleh-Nya yang harus kita syukuri. Selalu berprasangka baik kepada-Nya dan bersyukur Allah masih memberikan ujian kepada kita, itu berarti kita termasuk orang-orang yang masih diperhatikan oleh-Nya, Allah selalu memberikan sesuatu yang kita butuhkan bukan sesuatu yang kita inginkan. Karena Dia lebih tahu mana yang terbaik buat hamba-Nya.

Ikhlas, sabar dan bersyukur adalah 3 kunci orang hidup. Tidak mudah bahkan mungkin sangat sulit. Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan mencoba untuk menjalaninya dalam kehidupan kita.

Terima Kasih Ya Allah untuk kasih sayang, kekuatan dan semua yang sudah Engkau berikan kepadaku. Berikan petunjuk dan bimbingan-Mu kepadaku seperti yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang Engkau sayangi. Ijinkanlah aku untuk menghabiskan sisa umurku untuk lebih dekat dan mencintai-Mu.

” Kasihku, Takkan ku Nanti lagi kehadiranmu, bukan berarti aku tidak mencintaimu dan menyayangimu, sungguh aku sangat mencintaimu dan menyayangimu walaupun tidak pernah ku ungkapkan langsung padamu, biarkanlah Allah menjalankan skenarionya, dan kita hanya menjalankan skenario dari-Nya itu, maafkan aku yang mungkin telah membuat dirimu menaruh harap, walau tidak pernah terucap dibibirku, karena kau memang teman sejatiku, teman berbagi cerita, selamat berpisah, ku do’akan agar kau tenang di sisi-Nya, dan aku akan mengenangmu”

Semoga aku kuat menjalani hidup ini dalam ujian dan cobaan-Nya juga semoga sahabat fillah dapat mengambil hikmah dari kisahku ini bahwa manusia hanya bisa berencana namun Allah jualah yang Maha menentukan segalanya,
walau cerita ini disingkat namun vandi berharap bisa menjadi curahan isi hati vandi pada sahabat fillah semua..

dan inilah sepenggal kata-kata dari surat yang fitri titipkan untuk vandi kepada orangtua nya sebelum dia di rawat di rumah sakit dan meninggal dunia…

Dear Vandi,
Kebahagiaan seorang wanita adalah ketika ada seorang lelaki yang datang kerumahnya untuk meminang nya…🙂

Seorang wanita tentunya ingin mendapatkan seorang suami yang baik dan benar-benar menjadi imam yang baik untuk keluarganya dan dapat menuntun ke Surga-Nya yang indah kelak…

“Senyumku karnamu wahai calon
suamiku,sedihku juga karnamu wahai calon imamku,semoga kebahagiaan itu tiba walau sesaat agar ku tenang sebelum pergi jauh”😥

“Aku menunggumu saat kau datang mengkhitbahku untuk menjadi istrimu,namun mungkin itu hanya anganku karna ku tak tau apa yang akan Allah kehendaki untuk kita,aku takut sangat takut menghadapi kenyataan yang akan terjadi sehingga aku hanya mampu bersembunyi tak mampu menampakan wajahku dihadapanmu,aku bahagia kita akan menikah dan aku harap semua bisa berjalan lancar,Aamiin ya rabbal ‘alamiin…”

Tahukah engkau, di mana aku bersemayam ?
ke mana aku melangkah ?
sanggupkah matamu memandangnku ?

Sedang mataku tak sanggup menatapmu ?
aku hidup laksana sejarah
berjalan beriringan mengikuti langkahmu
tanpa bahasa yang dapat menyapa
bercucur airmata jika bersua…

jika bumi menghimpitku
hanya Allah tempat mengadu dan
engkau bermurah hati tanpa pamrih
memupus duka nestapa yang aku derita…

engkau memikul beban beri tanggunganku
ketika letih pilu merasuk kedua bahuku

hanya Allah tempat mengadu
engkau selimutkan tirai do’a di sekujur tubuhku
ketika syaitan datang memperdayaiku
engkau tersenyum bangga dengan ranum buah akhindit

hanya Allah tempat aku mengadu..”

Sampai saat ini ku masih sendiri dan belum menemukan pengganti dirimu.
Tunggulah aku di jannah-Nya wahai Bidadari Bermata Beningku,walau kita tiada berjodoh di dunia fana ini namun semoga Allah meridhai dan menyatukan kita di surga-Nya yang abadi dan tak terbatas oleh waktu…

~ oleh Vandi Al-faqir pada 18/02/2012.

2 Tanggapan to “Airmata Menjelang Pernikahanku Dengan Dia”

  1. izin share kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: