Mencoba memahami bukan memaksakan..

Bismillahirrohmanirrohiim…

Coba kita merenung sejenak dengan melihat sebuah pohon yang tegak menjulang dengan daun-daun yang sungguh lebatnya terlihat kokoh dengan batangnya yang besar. Batangnya coklat ketuaan dengan pori2nya yang disebut lentisel, daunnya lebat dengan warna hijau tua namun ada pula yang berwarna hijau muda dengan pori2nya yang disebut stomata, ranting-rantingnya pun menyebar dengan merata, tak lupa bila dilihat pada bagian paling bawah pohon ada akar2nya yang kuat menghujam ke bumi tapi hal yang tak terlupa juga ternyata ada buah dihasilkan oleh pohon tersebut dengan warnanya yang merah berbeda dari yang lainnya.

Pohon tersebut mempunyai beberapa organ seperti daun,batang,akar,ranting dan buah yang berbeda satu dengan lainnya. Namun perbedaan itu tidak menyebabkan pohon itu hancur atau tidak tumbuh malah kalau kita lihat pohon itu kokoh dan tumbuh dengan baik. Perbedaan seperti warna, letak/ posisi masing2 organ dan lain2 tidak dikeluhkan tiap2 organ. Mereka mencoba memahami bahwa mereka mempunyai karakteristik dan fungsi masing2 yang harus dicari persamaannya. Karena bila mereka tidak memahami justru yang ada daun menyesal telah berwarna hijau dan letaknya diatas yang bisa jatuh kapan saja karena tertiup angin, batang yang menyesal telah berwarna coklat dan hanya berdiri terus tidak pernah melayang ataupun duduk di bumi seperti akar, akar telah menyesal bahwa dia berada pada posisi yang paling bawah dan tempat yang gelap yang jarang sekali bisa terlihat ke permukaan untuk melihat indahnya pemandangan di atas permukaan bumi, ranting yang menyesal tidak bertubuh besar seperti batang yang terlihat  kuat dan buah yang menyesal tidak menjadi ranting karena buah selalu diambil/ dipetik dan dimakan oleh makhluk hidup seperti manusia dan binatang.

Cukup..!!! perbedaan yang ada di tiap organ pohon itu ternyata tidak ditonjolkan justru masing2 organ mencoba memahami perbedaan yang ada, bukan memaksakan keinginan yang sebenarnya mereka inginkan. Mereka mencoba menyamakan persepsi dan tujuan yang hakiki yaitu bagaimana menjadi sebuah pohon yang kokoh dan berbuah manis. Sehingga banyak makhluk hidup di sekitarnya yang bisa merasakan manfaat dari keberadaannya. Misalnya saja manusia atau binatang bisa berteduh di bawah pohon saat hujan maupun panas terik, manusia dan binatang bisa merasakan manisnya buah yang dihasilkan dari pohon tersebut, batang dari pohon tersebut juga bisa diambil getahnya untuk mambuat kertas dsb. Manfaat itu bisa dirasakan oleh sekitarnya karena tiap organ saling memahami fungsi dan karakteristiknya masing2 lalu mereka saling berkoordinasi dengan perbedaan yang ada bukan memaksakan. Mereka saling memahami kelemahan dan kelebihan yang dimiliki masing2 organ. Dan tanpa sadar ternyata kita tidak mengetahui hal tersebut karena yang kita lihat hanyalah sesosok pohon kokoh yang tumbuh dengan baik dan buahnya manis. Ternyata masing2 organ di pohon itu terus berusahan bersatu dengan perbedaan yang ada dan tentunya menghindari menghancurkan tubuh pohonnya sendiri dari dalam.

Subhanalloh..dengan belajar dari alam pun kita mampu mengenal Islam. Belajar dari sebuah pohon yang ternyata tersusun dari beberapa organ yan berbeda karakteristik dan fungsinya tidak menyebabkan pohon itu hancur karena dirinya sendiri. Ibarat Islam itu seperti pohon yang memiliki umat bermacam-macam karakteristik, kedudukan, takdir dll maka umat2nya harus saling berkoordinasi dan bersinergi dengan perbedaan yang ada. Tiap pemeluknya mencoba memahami perbedaan pemahaman yang ada tanpa harus memaksakan bahwa pendapatnya yang benar. Tiap orang pun memiliki perbedaan memahami konteks Al Qur an dan As Sunnah namun seharusnya saling melengkapi dan mencari titik persamaannya. Sehingga Islam pun memang seharusnya kokoh dan menjadi rahmatan lil  alamiin bukan justru umatnya sendiri yang mau melemahkan atau bahkan menghancurkan kekokohan Islam itu.

Bila dikaitkan pohon itu laksana rumah tangga pun juga bisa. Menciptakan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah, dakwah dan kokoh itu perlu ada rasa saling memahami antar anggota keluarga baik suami,istri, anak atau pembantu (bila ada) tiap perbedaan yang pasti dimiliki masing2 anggota. Ada yang memiliki kelemahan dan ada pula kelebihan. Mencoba memahami karakter dan fungsi/ tugasnya masing2 tanpa harus mencari perbedaan yang ada. Pasti tiap anggota keluarga punya peran, hak dan kewajiban yang berbeda2 yang harus dipahami bahwa itu semua harus diketahui dan dipahami dengan baik bukan memaksakan kehendaknya masing2. Insya Allah dengan komunikasi yang baik dan memahami karakter, peran, fungsi/ tugas, hak dan kewajiban masing2 anggota keluarga maka akan tercipta keluarga sakinah, mawaddah, warohmah, dakwah dan kokoh. Allohu  alam bi Showab.

~ oleh Vandi Al-faqir pada 06/02/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: