Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥YA ALLAH, AKU JATUH CINTA♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Kalau kau tau apa arti lain dari CINTA..
Selain getar aneh di dada…
Adalah dia yang menggugah rasa…
Adalah hidup bertabur bunga,
Dalam damai, ceria dan segala mesra…
Jatuh Cinta itu berjuta rasanya…

Ketika semua rasa bersatu padu dalam sebuah hati, hatimu merasakan kekuatan mencintai. Kamu tersenyum meski hatimu terluka, karena yakin ia milikmu. Kamu menangis kala bahagia bersama, karena yakin ia cintamu. Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta…
Begitu engkau jatuh cinta, kau akan memberikan semua perhatian dan pikiranmu kepada apa yang kamu cintai. Ia yang selalu mempengaruhi waktu dan tindakanmu. Engkau berfikir hidup akan menjadi hampa tanpa kehadirannya.
Begitulah cinta yang coba kumaknai, meski aku hanyalah insan yang masih mengeja apa itu CINTA… Karena cinta pulalah kita ada di dunia. Maka isilah hari-harimu dengan CINTA dan engkau akan merasakan betapa HIDUP ITU INDAH… Life is beautiful…

Maka akan kukatakan bahwasanya……

Ya Allah,

Aku

Jatuh

Cinta

Cinta padaMu, cinta pada dakwah ini… Pada jalan yang dapat mendekatkanku padaMu, pada keridhoanMu, pada jannah-Mu yang indah, yang takkan pernah aku bisa membayangkannya…
“Dakwah merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan duri dan rintangan. Kemenangan dakwah akan diperoleh jika anggota-anggotanya komitmen dan teguh dalam menapaki jalan dakwah.” (Fathi Yakan)

PUISI DAKWAH (Suatu inspirasi dari Arkanul Bai`ah)
Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.

    Ikhwan wa Akhwatifillah, Para Da`i dan Da’iyah…
    Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan…
    Duri dan batu terjal selalu mengganjal,…
    Lurah dan bukit senantiasa menghadang…
    Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia…
    Tetapi Cahaya Maha Cahaya,…
    Syurga dan Ridho Allah…
    Cinta adalah sumbernya,…
    Hati dan jiwa adalah rumahnya…
    Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu…
    Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana…
    Dan jika seseorang mendapat hidayah keranamu Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…

    Ikhwan wal Akhwatifillah, Para Junudud Dakwah !!
    Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu…

    Jika engkau cinta maka dakwah adalah FAHAM…
    Mengerti tentang Islam,…
    Risalah Anbiya dan warisan ulama Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya…
    Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra…
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah IKHLAS…
    Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya…
    Seperti Kata Abul Anbiya,…
    “Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”
    Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah AMAL…
    membangun kejayaan ummat bila dan di mana saja berada…
    yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan…
    Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir…
    Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga Negara…
    Tingkatkan kerja secara tertib untuk mencapai nusrah dari Allah…
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah JIHAD…
    Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan…
    Tinggikan kalimah Allah rendahkan kalimah syaitan durjana…
    Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya,…
    Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan…
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah TAAT…
    Kepada Allah dan Rasulullah saw, Alqur-an dan Sunnahnya…
    serta orang-orang bertaqwa yang tertata…
    Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah…
    nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah…
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah TADHHIYAH,…
    Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta…
    Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima…
    Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka…
    Sedangkan tiap titisan keringat berpahala lipat ganda…
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah THABAT,…
    Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan…
    Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan…
    Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan…
    Berjalan lempang jauh dari penyimpangan…
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah TAJARRUD…
    Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan…
    Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,…
    Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau…
    Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya sampingan…
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah TSIQOH…
    Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan…
    Kepada Allah, Rasulullah saw, Islam, Qiyadah dan Junudnya…
    Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
    Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah…
    Jika engkau cinta maka dakwah adalah UKHUWAH…
    Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan…
    Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin…
    Salamatus Shodri merupakan syarat terendahnya,…
    Itsar bentuk tertingginya…
    Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’ie dalam cinta-Nya…
    berjumpa karena taat kepada-Nya…
    Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah, saling berjanji untuk menolong syariat-Nya…

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu DAKWAH. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari…

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah saw. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yang diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun, ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh sayyidina Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. sayyidina Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”. Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… Justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… Akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu keimanan akan terus berkobar dalam dada.
Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik. Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan”, hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria MEMAMER-MAMERKAN AMALNYA adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya
besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi target doa para mujahid sejati,
“Ya Allah, berilah dia petunjuk… Sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang…“
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah.
Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Ketika CINTA itu tak lagi seindah dulu, di mana engkau benar-benar merasakan cinta pada perjumpaan pertama (di awal hijrah)… Maka cobalah tuk kembali mengingat masa-masa indah itu, masa di mana engkau selalu merasa rindu tuk bersama ia yang engkau cintai…
Rasakan kembali nuansa cinta yang indah itu, kala engkau tersenyum meski saat itu engkau ingin menangis… Jangan hanya mengingat ketika hatimu terluka karena sesuatu di masa itu…

Semoga kita bisa kembali merasakan CINTA itu lagi… Amiiin…

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engaku mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah
pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah
ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di
jalan-Mu.

~ oleh Vandi Al-faqir pada 06/02/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: