Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥ ~Menanti Di Pelataran Harapan~ ♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

    Hari itu terlihat langit mulai memerah vandi duduk terdiam sambil memandang ke arah sahabat-sahabatnya yang sedang bercengkerama dengan kekasih hati mereka (isteri), Sungguh terlihat begitu bahagianya mereka bersenda gurau sambil memandang langit yang kala itu senja mulai merekah, Terkadang ada rasa cemburu melihat kemesraan mereka bila teringat diri vandi yang masih sendiri,Hmmz.. Ketika senja merekah sore itu vandi hanya terdiam menanti di pelataran harapan sembari memegang gambar potretnya dan mengingat kenangan itu,Ya… dia adalah seorang wanita shalehah yang sempat mencuri hati vandi,dia seorang santri di pondok pesantren As-Salam bandung yang kebetulan bertemu ketika vandi menghadiri undangan pengajian Habib Zaky Al iydrus dan beliau adalah pimpinan pondok pesantren tersebut sekaligus guru vandi..
Sungguh suatu kebetulan dan sesuatu yang tak pernah vandi menduga sebelumnya bisa bertemu dengan dia di tempat itu dengan perasaan malu vandi mencuri-curi pandang dan terlintas dalam hati sebuah tanya “Aku Harus Bisa Berkenalan Dengan Dia…?” namun apa daya vandi tak punya keberanian untuk sekedar menyapa,waktu terus berlalu dan vandi pun bergegas masuk ke Majelis dan langsung duduk di barisan jema’ah paling depan (barisan pertama) ,acara pun di mulai dengan pembacaan kitab Simtuduror dan kebetulan vandi juga memang biasa di tugaskan untuk membaca kitab tersebut,dengan pikiran melayang-layang karena masih teringat dengan wajah wanita yang vandi temui di luar Majelis tadi vandi mulai membaca kitab tersebut dengan ucapan Bismillah.

     Setelah pembacaan kitab Simtuduror Shahibul baith langsung meneruskan dengan pembacaan shalawat,singkatnya setelah mendengarkan ceramah atau tausiyah yang di isi oleh Habib Munzir Al Musawa terus di lanjutkan dengan do’a penutup lalu para jema’ah dipersilahkan untuk menikmati jamuan makan yang sudah dipersiapkan oleh shahibul baith dan setelah menikmati hidangan nasi kebuli kembali vandi teringat wanita yang vandi jumpai tadi,hati vandi terus bertanya siapakah dia…? siapakah dia..? dan siapakah namanya..? sungguh dia wanita yang sangat cantik dan keliatannya juga dia seorang yang shalehah,heuh… ngayal kalau aku bisa mendapatkan dia (hati vandi berkata),tapi jika memang Allah swt telah mengkehendaki aku berjodoh dengannya tidak ada yang mustahil menurutku bagi Allah swt tentang kehidupan ini (tegas vandi kembali dalam hatinya),semakin lama rasa penasaran itu semakin bergejolak dalam hati dan semakin membuat diri vandi gelisah,tanpa vandi sadar ternyata sahabatnya terus memperhatikan vandi yang saat itu sedang melamun dan kemudian sahabatnya itu bertanya sambil menepuk pundak vandi “Ada apa sob.. ngelamun terus..?” tersentak vandi pada saat itu saking kagetnya pundaknya ditepuk,sepontan vandi nanya balik “Ada apa sob ngagetin saja..?” sahabatnya malah ketawa sambil menanyakan ulang pertanyaannya tersebut “Hahaha.. Masya Allah ni anak ngelamun saja orang nanya malah balik nanya lagi,Ada apa sih sob.. ngelamun terus..?” Hehehe… eng..enggak.. ada apa-apa (jawab vandi sambil garuk-garuk kepala),kemdian sahabatnya kembali bertanya “Jujur saja lah sama temen pake rahasia-rahasiaan segala..”, gini sob.. kamu lihat wanita yang pas di depan kita mau masuk ke Majelis.”yang mana..? (tanya sahabatnya)” itu yang pake jilbab hijau motif bunga,”Ooo… yang itu,emang kenapa..? (tanya sahabatnya kembali)”,Nggak sob.. aku kepikiran terus dan rasanya pengen bisa mengenal dia, “Gampang kalau masalah itu sob coz tuh kebetulan orangnya ada di sebelah sana dibelakang kamu lagi ngobrol sama temennya dan dari tagi dia juga terus liat kearah sini terus aku kira liatin aku yang sudah punya isteri ini,hehe.. (ucap sahabatnya)”, waahh.. yang benar saja dia ada,kemudian vandi langsung menoleh kebelakang dan ternyata memang benar dia ada ditempat yang sahabatnya tunjukkan,dari arah kejauhan tempat dia berada sempat vandi melihat dia tersenyum padanya lalu dia tertunduk malu, vandi merasakan hatinya semakin berdebar kala melihat wanita itu tersenyum padanya dan semakin menambah rasa inginnya untuk bisa mengenal wanita itu, waktu pun terus berlalu vandi pun masih terdiam dan berpikir gimana caranya dia bisa mengenalnya,tanpa vandi sangka sahabatnya itu secara diam-diam menemui wanita itu dan mengatakan kalau ada yang ingin berkenalan dengannya dan wanita itu merespon lalu menyuruh sahabatnya untuk membawa orang yang ingin berkenalan kepadanya, kemudian sahabatnya menghampiri vandi lalu mengajaknya ke tempat yang sahabatnya tidak mau menyebutkan kemana mereka akan pergi dengan tujuan mungkin agar vandi mau ikut,dari kejauhan vandi melihat kembali wanita itu dan vandi tidak mempunyai pikiran bahwa tujuan dia dan sahabatnya itu mau menghampiri wanita itu,semakin dekat terus semakin dekat langkah kaki vandi ke arah wanita itu dan tanpa vandi duga saat jaraknya dengan wanita itu sudah dekat kemudian sahabatnya itu menghentikan langkahnya lalu menyapa wanita itu,terasa semakin berdetak kencang detak jantung vandi, “apa maksud sahabatku ini..?” (Tanya hati vandi), setelah sahabatnya menyapa wanita itu dan mengatakan bahwa orang yang ingin berkenalan dengannya itu adalah vandi kemudian sahabatnya itu bicara padanya “ini kesempatan kamu untuk mengenal dia karena dia sudah meresponnya” , dengan perasaan malu dan wajah yang semakin memucat vandi memberanikan diri untuk menyapa lalu menyebutkan namanya.

=  Assalamu’alaikum Ukhti.. !!! (sapa ku)

=  Wa’alaikumussalam ya Akhi.. !! (jawabnya)

=  Ana Vandi,bolehkah ana tau nama mu ukhti..??

=  Ana Zihan Khaerunissa..!!

=  ukhti salah satu santri di pesantren ini atau hanya salah satu dari jema’ah yang menghadiri Majelis yang diadakan disini…?

=  iya,ana santri di pesantren ini !!

=  Kelas berapa ukhti..??

=  Ana kelas 3 akhi !!

Cie..cie..ehmm..ehmm.. ( potong sahabat vandi dan temannya dia di sela-sela obrolan )
terlihat wajah wanita itu mulai memerah dan tersenyum tersipu malu karana ejekan sahabat vandi dan temannya itu..
obrolan yang sempat terhenti pun dilanjutkan,

=  wah berarti udah lama juga ya di pesantren ini,tapi kok baru kali ini ana liat dan bisa bertemu ukhti padahal ana sering kesini..?

=  ya mungkin Allah sudah mengatur dan mengkehendaki kita bertemunya sekarang,akhi pernah pesantren disini..?

=  nggak ana ga pesantren disini dan belum pernah merasakan mondok di pesantren mana pun !!

=  terus akhi bisa sering kesini bagaimana ceritanya,apa akhi punya kenalan yang mondok di pesantren ini..?

=  kalau punya kenalan yang mondok di pesantren ini sih ga ada tapi ana kesini atas undangan dari guru ana yaitu Habib Zaky Al iydrus,mungkin ukhti juga mengenal beliau karna beliau adalah pimpinan pondok pesantren ini..!!!

=  hmmz.. pantes saja tadi yang baca kitab simtuduror itu akhi ternyata santri nya kiyai Habib Zaky juga..!!

     Setelah mereka berkenalan dan vandi tau namanya adalah zihan kemudian berbincang-bincang, obrolan mereka pun harus di akhiri karna waktu semakin larut dan para santri harus segera kembali ke pondoknya masing-masing dan zihan pun pamit lalu beranjak pergi sambil berkata ” Jika kita berjodoh dan Allah meridhai kita untuk bertemu kembali insya Allah kita pasti akan bertemu di lain waktu” ,vandi hanya tersenyum padanya dan vandi serta sahabatnya pun bergegas menemui Habib Zaky untuk berpamitan pulang karena malam sudah semakin larut belum lagi jarak dari pesantren ke rumahnya itu jauh, Setelah sampai di rumah vandi kembali teringat dengan zihan dan dalam hatinya terlintas tanya “Apa mungkin dia adalah jodoh yang diberikan Allah untukku..??”  Astaghfirullah… mengapa aku slalu kepikiran dia terus padahal dosa hukumnya membayangkan seseorang yang jelas bukan mahramnya (tegas vandi dalam hatinya), beranjak vandi dari kursi tempat dia duduk kemudian vandi melangkahkan kakinya untuk berwudhu dan melaksanakan shalat sunah agar  sedikitnya bisa menghilangkan bayang-bayang wajahnya dipikiran nya,kemudian vandi melanjutkan kembali dengan shalat Istikharah dalam kebimbangan diri akan semua tanya hati nya.

Ya Allah…

Aku berdo’a untuk seorang wanita yang nantinya akan menjadi bagian dalam hidupku. Seorang wanita yang sungguh-sungguh mencintai-Mu lebih dari apapun, sehingga ia bisa mencintaiku apa adanya. Seorang wanita yang akan meletakkanku di posisi kedua di hatinya setelah Engkau Ya Allah…

Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk-Mu dan untukku. Seorang wanita yang memiliki hati yang bijak dan otak yang cerdas. Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku. Seorang wanita yang tidak hanya memujiku tetapi juga menasehatiku ketika aku berbuat salah.

Seorang wanita yang mencintaiku bukan hanya karena ketampananku tetapi lebih kepada hatiku. Seorang wanita yang mampu menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu. Seorang wanita yang dapat membuatku merasa sebagai laki-laki sejati ketika ia butuh bantuanku.

Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang wanita yang membutuhkan doaku dalam setiap perjalanan hidupnya. Seorang wanita yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi lebih sempurna. Dan seorang wanita yang selalu membutuhkan senyum dan tawaku untuk mengatasi kesedihannya.

Aku ingin meminta seorang wanita yang sempurna tidak hanya secara fisik, tetapi juga memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai dan ingin selalu dekat dengan-Mu Ya Allah. Aku juga meminta buatlah aku menjadi laki-laki yang dapat membuatnya merasa bangga memilikiku. Berikanlah aku hati yang sungguh-sungguh mencintainya seperti aku yang juga sungguh-sungguh mencintai-Mu dengan seluruh cintaku. Namun yang paling penting, berikanlah ia hati yang cantik. Sehingga ku kan selalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang telah engkau berikan.

Dan bilamana akhirnya kami bertemu nanti, aku berharap kami berdua dapat mengatakan, “Maha Besar Engkau Ya Allah, karena telah memberikan kepada kami pasangan yang benar-benar membuat hidup kami menjadi lebih sempurna…”

Aku sama sekali tidak tahu siapa wanita yang telah Kau pilihkan untukku. Tapi aku sangat meyakini bahwa Engkau akan mempertemukan kami pada waktu yang tepat. Dan akan membuat segala sesuatunya menjadi sangat indah pada waktu yang telah Engkau tentukan nanti. Amin Ya Rabbal’alamin….

Bismillah…

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ (وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: فِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّي َاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika,wa astaqdiruka bi qudratika wa as’aluka min fadlikal ‘adzim,fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘alamu wa anta allamul guyub,Allahumma inkunta ta’lamu anna hadzal amra ( WA YUSAMMI HAJATAHU ) khairan lii fi dini wa ma’asyi wa ‘aqibati amri ( Aw qala : ‘ajilihi amri wa ajilihi) faqdurhu lii yassirhu lii tsumma barik lii fiihi,wa inkunta ta’lamu anna hadzal amra  syarrun lii fi diini wa ma’asyi wa aqibati amri ( Aw qala : ‘ajilihi amri wa ajilihi ) fashrifhu anni washrifni anhu,waqdur liil khaira haitsu kaana tsumma ardinii.

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Maha kuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Maha agung, sungguh Engkau Maha kuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (Dalam keinginanku untuk Mendapat jawaban tentang jodohku) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘..di dunia atau akhirat) takdirkan (tetapkan)lah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah atasnya. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘…di dunia atau akhirat’) maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkan (tetapkan)lah kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku.”

Amin Ya Rabbal ‘alamin…….

aku yakin Allah swt akan selalu memberikan kemudahan kepada Hamba-hamba-Nya karna aku teringat Firman Allah swt  yang tercantum dalam QS. At-Taubah Ayat 72 :

“Allah menjanjikan kepada orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Dan itulah kemenangan yang agung.” (QS. At-Taubah: 72)

    selesai melaksanakan shalat dan berdzikir hati vandi merasa lebih tenang dan vandi langsung bergegas untuk istirahat (tidur),sejak saat itu vandi serahkan segalanya kepada Allah swt, berhari-hari waktu telah vandi lalui sampai suatu hari vandi mendapat telepon dari gurunya Habib Zaky yang menyuruh vandi datang ke pesantren As-Salam karena ada acara Majelis kembali yang di adakan esok hari tepatnya ba’da isya,esok harinya vandi dan sahabatnya setelah selesai menunaikan shalat maghrib berjama’ah di masjid mereka langsung berangkat menuju pondok pesantren As-Salam bandung,sesampainya disana entah mengapa pikiran vandi tertuju pada Zihan dan dalam hatinya berharap bisa bertemu kembali di tempat yang sama untuk yang kedua kali nya,Ya Allah.. sesungguhnya aku datang ke tempat ini untuk menghadiri Majelis yang penuh berkah dan rahmat dari-Mu tapi mengapa pikiran dan hati ini slalu teringat pada dia, Ya Allah jika memang Engkau meridhai kami untuk bertemu kembali maka pertemukanlah kami namun jika Engkau tidak mengkehendaki kami untuk bertemu jauhkanlan hati dan pikiranku daripadanya,Engkau Maha mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui apa-apa yang ada dalam kehidupan ini Ya Rahman Ya rahiim… (dalam doa vandi di hatinya)

     kemudian vandi melangkan kaki menuju ke Majelis dan tanpa vandi sangka Subhanallah.. Allahu Akbar.. ternyata Allah swt mengkehendaki kami untuk bertemu kembali dan itu pun di tempat yang sama pertama kali kita bertemu (ucap vandi dalam hatinya),zihan tersenyum kepada vandi lalu menyapa,

=  Assalamu’alaikum akhi,Kaifa khaluq..??

=  Wa’alaikumussalam,Alhamdulillah ana khair,Ukhti Kaifa..??

=  Alhamdulillah,ana bikhair..!!

=  Oia akhi ada sesuatu yang ingin zihan beritahukan pada akhi tapi nanti setelah selesai acara Majelis kita bertemu kembali di tempat yang sama,.!!

=  baiklah ukhti nanti kita bertemu di tempat yang sama,emang ada hal apa ukhti,kayaknya penting banget ya..???

=  nanti saja biar zihan lebih leluasa ngomonginnya !!

=  Oo..ya udah kalau gitu,ana pamit ke dalam dulu Assalamu’alaikum..!!

=  Wa’alaikumussalam wr.wb.

     Setelah pamit vandi langsung masuk menuju ke dalam Majelis begitu pun zihan masuk lewat pintu satu nya lagi yang memang antara wanita dan laki-laki sengaja di pisahkan pintu keluar masuk nya agar terjaga hijabnya pada saat akan masuk atau keluar Majelis,acara pun di mulai dan seperti biasa vandi kebagian jatah membaca kitab simtuduror dilanjutkan dengan pembacaan shalawat,sambutan-sambutan dan ceramah/tausiyah yang saat itu penceramah/pengisi tausiyah nya oleh Habib Zaky sendiri karena kebetulan Habib munzir Al Musawa tidak dapat hadir karena harus mengisi tabligh akbar di monumen nasional (Monas) jakarta,singkatnya selesai acara dan jamuan makan  selesai vandi beserta sahabatnya bergegas untuk menemui zihan sesuai dengan janji yang telah di katakan sebelumnya,sesampainya di tempat yang telah ditentukan ternyata zihan belum datang dan vandi beserta sahabatnya dengan sabar menunggu zihan di tempat itu,berselang waktu beberapa menit kemudian terlihat zihan dan temannya berjalan menghampiri vandi sambil tersenyum.

=  Assalamu’alaikum akhi,sudah lama menunggu..??

=  Wa’alaikum salam ukhti,ah.. nggak juga cuma sekitar lima belas menitan !!

=  afwan ya akhi tadi zihan pulang dulu ke pondok karna ada yang ketinggalan.

=  tidak apa-apa ukhti,emang ada hal apa ukhti menyuruh ana untuk menemui ukhti di tempat ini..?

=  ga ada apa-apa kok cuma ada yang ingin zihan sampaikan kepada akhi.

=  apa itu ukhti..?

=  begini loh akhi afwan sebelumnya zihan haturkan,zihan kan sebentar lagi selesai belajar di pondok pesantren ini dan kebetulan zihan mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1 di cairo tepatnya di universtas Al Azhar.

=  bagus dong !! terus apa yang membuat ukhti ingin menyampaikan hal ini kepada ana..?

=  justru zihan juga bingung kenapa rasanya hati ini terus mendorong zihan untuk menyampaikan hal ini kepada akhi,dari awal kita bertemu dan kenal entah apa yang ada di pikiran ini,yang jelas wajah akhi yang slalu melintas di pikiran zihan,berulang kali zihan coba untuk bisa menghapus bayang-bayang wajah akhi dari mulai shalat sunah,dzikir,tahajud sampai pada akhirnya zihan memutuskan untuk shalat istikharah,namun tetap saja dalam mimpi pun masih terbawa sehingga zihan yakin kalau Allah swt telah menentukan jodoh zihan adalah akhi vandi.

     Mendengar ceritanya itu vandi sempat tidak percaya karena apa-apa yang yang zihan alami dalam ceritanya itu sama persis dengan apa yang vandi alami dan vandi lakukan untuk dapat menepis bayang-bayang wajahnya itu, “Ya Allah.. Maha besar Engkau yang telah mengatur semua ini dan aku serahkan segala urusanku pada-Mu untuk kebaikan kami di masa yang akan datang karena hanya Engkau lah yang Maha mengetahui lagi Maha menentukan atas segalanya baik hidup,mati,jodoh dan rezeki hamba-hamba-Mu Ya ilahi Rabbi..”,(dalam hatinya  berdo’a)

=  Subhanallah… Maha besar Allah atas segala yang ada di langit dan bumi,ukhti.. apa yang ukhti ceritakan itu sama hal nya dengan apa yang terjadi pada ana,sehingga ana juga berpikir kalau Allah swt telah menentukan bahwa ukhti lah jodoh ana.

=  Kok bisa sama ya.. ternyata apa yang zihan rasakan akhi vandi juga mersakannya..? namun zihan bingung karena zihan harus pergi ke cairo untuk menyelesaikan S1 zihan di Al Azhar sana !!

=  ya.. mau di bagaimanakan lagi ukhti karena mungkin ini slah satu dari begitu banyaknya kehendak Allah swt dalam kehidupan ini,ada saat dimana kita bertemu dan ada saat kita harus berpisah,mungkin Allah mempunyai rencana lain yang lebih baik untuk kita kedepan nya,walau pun sebenarnya ana sudah mempunyai rencana untuk mengkhitbah ukhti pada saat ukhti sudah selesai belajar di pondok pesantren ini.

= zihan juga pernah mempunyai angan-angan kalau akhi nanti datang untuk melamar zihan,namun kini zihan sadar tidak selamanya apa yang di inginkan oleh kita dapat terwujud karena Allah swt lah yang mempunyai kehendak.

= jadi kapan ukhti berangkat ke cairo..?

= sekitar 3 bulanan lagi,setelah seminggu selesai study disini zihan langsung berangkat ke cairo..!!

=  ana cuma bisa mendo’akan ukhti saja,semoga ukhti slalu ada dalam lindungan-Nya serta dapat kembali ke tanah air dengan hasil memuaskan dan menjadi seorang yang shalehah.

=  Amin Ya Allah Ya Ya Rabbal’alamin..,syukran untuk do’anya !

=  na’am ukhti.

=  oia akhi ada sesuatu yang ingin zihan berikan pada akhi dan zihan harap akhi mau menerimanya.

=  apa ini ukhti..??

=  nanti juga akhi tau sendiri,tapi zihan harap akhi membukanya di rumah saja,dan mungkin setelah pertemuan yang kedua ini entah kapan lagi Allah swt meridhai kita untuk bertemu kembali itupun entah dimana !!

=  syukran ya ukhti ana terima kado nya dan ana ikhlas atas kehendak-Nya untuk kita saat ini dan di masa yang akan datang.

=  kalau begitu zihan mohon pamit karena takut terjadi fitnah jika ada orang lain yang melihat kita disini, Assalamu’alaikum..

=  wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatu !!

       Zihan pun lalu pergi meninggalkan vandi dan hanya satu yang masih vandi ingat adalah senyumannya pada saat dia menoleh ke arahnya untuk yang terakhir kali nya,entah apa yang vandi rasakan pada saat itu apakah dia harus bahagia atau bersedih karena dia tidak akan bertemu zihan lagi..?
“Ya Allah yang membolak-balikan hati ini kuatkan lah hamba dari segala kehendak yang Engkau berikan kepada diri ini,ikhlaskanlah hati ini dalam menjalani segala ketentuan-Mu,Engkau yang Maha mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui,Engkau lah yang Maha kuasa atas diri ini,hamba serahkan segalanya pada-Mu..” (kembali vandi berdoa dalam hatinya)

     Vandi pun pulang dengan membawa perasaan yang entah dia sendiri pun tidak mengetahui nya apa yang harus dia rasa,sesampainya di rumah vandi tidak langsung membuka kado yang diberikan zihan di pesantren tadi tapi vandi pergi ke air dulu untuk berwudhu dan melaksanakan shalat sunah agar hatinya merasa sedikit tenang,selesai shalat vandi menuju ruang tengah lalu duduk sambil memegang kado yang diberikan zihan sembari dalam hatinya bertanya-tanya “Apa isi dalam kado ini..?” kemudian vandi pun segera membuka bungkusan kado tersebut agar dapat terjawab pertanyaan hatinya,dengan perlahan vandi sobek kertas pembungkus nya dan membuka kotak kado tersebut,sungguh vandi tidak pernah menduga sebelumnya setelah dia buka kado tersebut ternyata isi nya sebuah tasbih dan dua lembar kertas yang satu lembar adalah surat dan yang satunya lagi selembar foto zihan sedang tertunduk dekat pohon yang rindang dengan hamparan rumput yang hijau,sejenak vandi terpaku sambil tersenyum memandangi foto tersebut dan dia berkata “Subhanallah.. Maha benar Allah dengan segala keindahan ciptaan-Nya,betapa cantiknya dirimu ukhti mengenakan jilbab dan gamis hijau bermotif bunga itu,alangkah beruntungnya seorang ikhwan yang akan menjadi suami dari seorang wanita shalehah seperti mu..”, vandi pun tersadar dari lamunannya, Astaghfirullah.. ampuni aku Ya Allah dari kekotoran hati dan yang tak bisa menjaga pandanganku ini walau pada sebuah gambar(foto),kemdian aku simpan foto itu dan mengambil sepucuk surat yang dia selipkan dalam kado tersebut lalu ku mulai membaca nya.

Bandung,12 Febuari 2008

Kepada yang di rahmati Allah swt

Akhi Vandi

di tempat

Assalalamu’alaikum akhi fillah,

Sebelumnya zihan mohonkan maaf atas kelancangan zihan menulis rangkaian kata ini, tidak lain atas rasa malu zihan akan diri akhi. Mudah-mudahan kelancangan ini bukanlah hal yang melanggar syar’i.

Tulisan ini tak lain atas niat suci yang terlalu besar hingga zihan tak mampu jika harus memikulnya terlalu lama, sendiri. Berawal dari niat suci, hingga tak ingin jika sampai dikotori oleh kesalahan zihan. Dan ingin zihan akhiri dengan kesucian hati yang tak ternoda oleh rangkaian kata-kata usang ini.

Jika Akhi berkenan, Insya Allah, ya Akhi, zihan ingin sekedar bisa menyampaikan niat tulus zihan untuk mengenal, mengenal, dan mengenal akhi. Walau aku sungguh, jika melihat diri ini, merasa tak layak jika harus mengenal akhi. Karena jika akhwat yang baik memiliki 100 kriteria baik, zihan hanya punya satu saja. Jika akhwat yang baik punya 1000 kriteria baik, zihan hanya punya satu saja. Insya Allah, zihan hanya memiliki keinginan dan semangat untuk belajar. Karena untuk urusan ilmu, tiada kata cukup dan berpuas hati hingga ajal menjelang..

zihan hanya ingin menyampaikan sekaligus meminta do’a dari akhi karena zihan akan berangkat ke cairo untuk melanjutkan study dan menyelesaikan S1 zihan disana,sebenarnya berat rasanya ku sampaikan hal ini karena zihan berharap setelah selesai study di pesantren akhi datang melamar zihan dan menempatkan zihan di posisi kedua setelah Allah swt dan Rasulullah saw di posisi pertama dalam hati akhi,zihan ingin membaktikan diri sebagai seorang isteri yang patuh pada perintah Agama dan perintah seorang suami yang dapat slalu membimbing zihan untuk menjaga iffah ini,jikalah Allah meridhai kita untuk bersama nanti insya Allah zihan akan tetap menjadi dan untuk akhi seorang begitu pun sebaliknya,namun jikalah Allah berkehendak lain zihan ikhlas atas kehendak-Nya itu.
zihan berharap akhi dapat memahami dan berkenan dalam harap dan do’a di setiap sujud kita,mungkin tidak di benarkan jika zihan harus menahan diri akhi agar mau menunggu sampai datangnya zihan kembali ke tanah air,zihan serahkan sepenuhnya pada akhi tentang apa keputusan akhi selama zihan belajar di cairo sana.

Namun, jika tiada perkenan dari akhi, zihan rela dan ikhlas menerima sepenuh hati, Insya Allah.

Maaf tak terkira zihan sampaikan, bila ada kata yang memberatkan hati akhi,zihan sertakan do’a dalam harapan zihan sebelum goresan tinta ini zihan akhiri…

Ya Allah…

Aku berdo’a untuk seorang laki-laki yang nantinya akan menjadi bagian dalam hidupku. Seorang laki-laki yang sungguh-sungguh mencintai-Mu lebih dari apapun, sehingga ia bisa mencintaiku apa adanya. Seorang laki-laki yang akan meletakkanku di posisi kedua di hatinya setelah Engkau Ya Allah…

Seorang laki-laki yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk-Mu dan untukku. Seorang laki-laki yang memiliki hati yang bijak dan otak yang cerdas. Seorang laki-laki yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku. Seorang laki-laki yang tidak hanya memujiku tetapi juga menasehatiku ketika aku berbuat salah.

Seorang laki-laki yang mencintaiku bukan hanya karena kecantikanku tetapi lebih kepada hatiku. Seorang laki-laki yang mampu menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu. Seorang laki-laki yang dapat membuatku merasa sebagai wanita yang meneduhkan hatinya.

Seorang laki-laki yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang laki-laki yang membutuhkan doaku dalam setiap perjalanan hidupnya. Seorang laki-laki yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi lebih sempurna. Dan seorang laki-laki yang selalu membutuhkan senyum dan tawaku untuk mengatasi kesedihannya.

Aku ingin meminta seorang laki-laki yang sempurna tidak hanya secara fisik, tetapi juga memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai dan ingin selalu dekat dengan-Mu Ya Allah.. Aku juga meminta buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya merasa bangga memilikiku. Berikanlah aku hati yang sungguh-sungguh mencintainya seperti aku yang juga sungguh-sungguh mencintai-Mu dengan seluruh cintaku. Namun yang paling penting, berikanlah ia hati yang bijak dalam mengambil suatu keputusan. Sehingga aku akan selalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang telah Engkau berikan.

Dan bila mana akhirnya kami bertemu nanti, aku berharap kami berdua dapat mengatakan, “Maha Besar Engkau Ya Allah, karena telah memberikan kepada kami pasangan yang benar-benar membuat hidup kami menjadi lebih sempurna…”

Aku sama sekali tidak tahu siapa laki-laki yang telah Engkau pilihkan untukku. Tapi aku sangat meyakini bahwa Engkau akan mempertemukan kami pada waktu yang tepat. Dan akan membuat segala sesuatu nya menjadi sangat indah pada waktu yang telah Engkau tentukan nanti. Amin Ya Rabbal’alamin….

Semoga Allah slalu meridhai kita,salam terakhir dengan setetes airmata dalam goresan pena ini untukmu akhi dan zihan harap akhi slalu menggunakan tasbih itu kala akhi berdzikir..

Wassalamu’alaikum wr.wb.

               TTD

    (Zihan Khaerunissa)


     Betapa tertegun nya vandi setelah membaca isi dari surat itu dan tanpa terasa airmata menetes di pipi nya seraya berdo’a, “Ya Allah.. sungguh aku tiada berdaya jika mengingat kata-kata nya itu dalam sepucuk surat ini,kata-kata dari seorang hamba-Mu yang shalehah yang selalu mengharapkan ridha-Mu dalam segala urusan,lindungilah dia selalu Ya Rahman..,aku berharap dan sangat berharap Engkau dapat meridhai setiap langkah nya yang selalu berada di jalan lurus-Mu,berkahilah dia selalu Ya Rahiim,berikanlah selalu yang terbaik pada setiap urusannya yang selalu ingin berada di jalan-Mu Ya Rabb..,dia adalah seorang wanita yang selalu menjaga iffah (kehormatan) nya,jika dia benar-benar jodoh yang Engkau peruntukan untukku maka ridhai lah kami serta berilah hamba kesabaran dalam penantian hamba namun jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah hamba dari segala pikiran tentang dirinya dan berikanlah rasa ikhlas di hati ini untuk merelakan dia bersama atau menjadi milik orang lain,Amin amin Ya Allah Ya Rabbal’alamin…!!!”

     Dan setelah selesai membaca vandi melipat kembali kertas surat tersebut lalu vandi memasukan kembali ke dalam kotak kado beserta foto nya kemudian dia simpan dalam lemari kamarnya,hanya tasbih yang tidak vandi simpan karena dia akan menggunakannya di setiap dzikirnya kepada Allah swt,vandi kemudian langsung berbaring karena malam sudah larut dan dia tidak mau ketinggalan Qiyamul Lail nya,sambil memegang tasbih pemberian zihan dengan mata yang semakin sayu karna mengantuk vandi termenung dalam dzikir nya karena masih mengingat kata-kata di surat itu yang sebenarnya dia masih bingung apa arti nya semua yang ada dibalik kata-kata itu,detik demi detik vandi masih terjaga namun tanpa terasa vandi pun mulai terlelap dalam dzikir nya.

    Pukul 03:00 alarm jam berbunyi dan vandi terperanjat dari tidurnya,dengan setengah mengantuk dia pun bergegas mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat malam nya (Tahajud),vandi menggelar sajadah lalu mulai menunaikan shalat sunah Hajat kemudian shalat sunah Tahajud dan di akhiri dengan shalat sunah witir lima raka’at setelah itu vandi memanjatkan do’a..

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fihinna wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihinna,wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fihinna,wa lakal hamdu antal haqqu,wa’duka haqqun,wa liqauka haqqun,wa qauluka haqqun,wal jannatu haqqun,wa annar haqqun,wan nabiyyuna haqqun,wa muhammadun shalallahu ‘alaihi wa sallama haqqun.
Allahumma laka aslamtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu wa’ilaika anabtu wa bika khasamtu wa ‘ilaika hakamtu faghfir li ma qaddamtu wa ma akhkhartu wa ma asrartu wa ma a’lantu wa ma anta a’lamu bihi minni antal muqaddam wa antal muakhkhiru laa illa anta wa laa hawla wa laa quwwata illa billah.

     ”  Ya Allah bagi-Mu segala pujian,Engkaulah penegak seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya,bagi-Mu segala pujian Engkaulah raja seluruh langit dan bumi serta semua ada di dalamnya,bagi-Mu segala pujian Engkaulah cahaya seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya,bagi-Mu segala pujian Engkaulah yang Maha benar,janji-Mu benar,pertemuan dengan-Mu benar,firman-Mu benar,syurga itu benar,neraka itu benar,para nabi benar,Muhammad saw benar,dan kiamat itu benar.
       Ya Allah,kepada-Mu aku berserah diri,kepada-Mu aku beriman,kepada-Mu aku bertawakal,kepada-Mu aku kembali,karena-Mu aku bermusuh,kepada-Mu aku berhukum,maka ampunilah segala dosaku yang terdahulu dan juga yang terkemudia,yang aku sembunyikan dan juga yang aku nyatakan serta yang Engkau lebih mengetahui tentangnya dari diriku sendiri,Engkaulah yang terdahulu dan Engkau pulalah yang terakhir. Tiada tuhan yang layak di sembah selain dari-Mu dan tidak ada daya dari kekuatan selain dengan Allah.. “

     Kemudian vandi melanjutkan berdo’a dalam hatinya yang lemah tiada daya,..

Ya Allah……

Aku sedih dalam dugaan yang Engkau beri padaku….
Aku sedih dalam tawaku….
Aku termenung Mencari ketenangan buat hatiku yang gundah….
maafkanlah dosa mereka Ya Rahman.. Ya Rahim….

Ya Allah….

Aku lemah dan tidak berdaya…
Aku Kecewa dalam Cintaku….
Aku kecewa dalam tugasku..
Aku kecewa dalam jalanku…
Aku sepi tanpa Cinta-MU…….
berikanlah aku ketabahan dan keikhlasan dalam menjalani semua ini..

YA Allah,……

Aku tahu Engkau lebih Maha Mengetahui tentang diriku..
tiada tempat aku mengadu melainkan pada-Mu…
Aku Mohon,,,,
Berikan hatiku ketenangan….
Janganlah Engkau dugai aku.. Sehingga aku tidak dapat menerimanya..
Sesungguhnya.. Engkaulah yang ku Cinta..
Dan…
Mencintai-Mu adalah Kekal….

Ya Allah..

Menitis air mataku tanpaku menyadarinya melihat dia berlalu dari hidupku…
Menitis air mataku mendengar kalimat terakhir yang dia ucapkan kepadaku sebelum dia pergi…
Menitis air mataku berderai di pipiku… Apabila malam ku terjaga dan bedo’a kepada-Mu untuk ketenangan hatiku….
Menitis air mataku tidak tertahan.. apabila mengenangkan ujian Kekasih-Mu Rasullulah saw yang lebih berat daripada aku..
Menitis air mataku pabila aku terkenang waktu peristiwa itu….
Aku tak bisa menahan air mataku Ya Allah… tabahkanlah hatiku selalu Ya Rabb…
Aku tak bisa menahan kesedihanku akan dirinya,
Aku tak bisa menahan kepedihanku pada waktu itu Ya Allah…. hatiku sedih hilang semua mimpiku
Untuk hidup bersamanya kini….

Ya Allah,…..

Hadirkanlah cintaku pada-Mu…
Bimbinglah hatiku dari terus bersedih karna ku yakin setetes airmataku adalah penghantar do’aku kepada-Mu Ya Rabb..
Bantulah aku Ya Allah… agar aku bisa mengikhlaskannya…..
Berikanlah aku pertunjuk-Mu dalam menjalani hidupku untuk slalu mencari ridha-Mu Ya Rahim….
Berikan aku RahmatMu serta hikmah dari semua ini Ya Allah….

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain.”

Astaghfirullaah ……

Yaa Allah…

ampunilah segenap khilaf aku dan khilaf mereka yang seringkali lupa mengucap syukur dengan rizki yang telah Engkau berikan.
Amin Ya Rabbal ‘alamin…….
Hiasilah selalu hidup ini dengan ibadah hanya kepada-Mu,….

Yaa Allah …

berlinang air mata hamba saat ini….
dan Bertanya bathin hamba ini….
Bagaimanakah pandangan Engkau pada hamba saat ini…?
Terlalu ngeri hamba untuk membayangkannya…

Yaa Allah…

sedemikian kelam jiwa hamba terbalur dosa….
Adakah pantas tuk bersujud pada-Mu Tuhan segenap alam…???

Yaa Rabb…

masih pantaskah diri ini menghambakan diri pada-Mu….??
Sedangkan hampir di setiap saat diri ini menjadi
hamba nafsu…
hamba harta..
hamba syahwat…
hamba angkara murka..
hamba dunia…
dan hamba-hamba selain Engkau..????

Yaa Rahman Yaa Rahim…

masih berkenankah Engkau dengar dan kabulkan apa yg hamba pinta Saat ini…????
hamba mohon dengan segenap jiwa raga dalam genggam-Mu yang Maha pengasih lagi Maha penyayang…
“Peliharalah kerinduan di bathin ini akan belaian karunia-Mu…walau tak pernah kurang karunia-Mu.”
“Jangan tinggalkan hamba walau hanya sesaat”
“Jadikanlah apa yang menjadi keridhaan-Mu adalah Keridhaan hamba juga”
Kuhadapkan hati, jiwa ragaku kehadirat-Mu Seraya syukur memuja asma-Mu,Mengemis sepucuk padi,
mengiba sepancar sinar,Sejuk hati, tentram jiwa, kala damai kian membelai..

Ya Rabb..,

beri aku jalan, beri aku tangan
biar Kugapai bulan-Mu dalam gelap malam
Tersudut berlinang diujung kamar berdebu
Berselimut hangat karma yang menyiksa
Tak kuasa berpaling tuk menghindar
Derita terus mendera, menempa, menindih dari segala arah
Tak ingin kusesali
Namun wajar sakit ini meminta sedikit air mata
Hingga hampir kering jelaga rasa pelipur jiwa
Ragaku teguh namun tidak jiwaku…
saat pikiranku bertanya:mengapa aku tak gembira saja..??  hatiku pun menjawab:
“Menangislah wahai diri, agar senyumanmu banyak di kemudian hari. Karena engkau belum tahu, nasibmu dihizab kanan atau hizab kiri.“Bagaimana hendak bergembira sedangkan mati itu di belakangku,kubur di hadapanku,kiamat itu janjianku, neraka itu memburuku dan perhentianku ialah Allah swt ” Aku ingin menangis di sini, sebelum menangis di sana…!!!
“Menangislah seperti Sayidina Umar yang selalu memukul dirinya dengan berkata: “Kalau semua masuk ke dalam syurga kecuali seorang, aku takut akulah orang itu.”
Perjalanan ini adalah menuju akhirat. Suatu perjalanan yang kita mohon kepada Allah swt agar berakhir pada kenikmatan syurga. Bukan neraka. Karena keagungan perjalanan menuju hari akhir inilah,vandi teringat suatu Hadits Rasulullah saw bersabda:

“Seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Mutaffaqun ‘alaih)

     Tidak terasa waktu berlalu hingga dia mendengar suara adzan subuh menggema,vandi pun segera mengusap airmata nya dan beranjak dari sajadah di kamar lalu pergi ke masjid dekat rumahnya untuk melaksanakan shalat subuh berjama’ah.
dalam dzikir vandi fajar pun mulai merekah dan terdengar kicauan burung yang saling bersahutan,vandi menghentikan dzikir nya lalu mengucap Alhamdulillah.. Ya Allah karna Engkau aku masih bisa menghirup udara pagi ini..

*** (Beralih ke Cerita Zihan) ***

     Beberapa bulan kemudian di pondok pesantren As Salam Bandung sedang dilaksanakan acara kelulusan santriawan-santriwati pada tahun ajaran itu yang kebetulan juga memang Zihan selesai study nya pada saat itu,mereka lulus dengan membawa ilmu agama yang cukup lumayan,sebagian dari mereka ada yang berniat untuk tidak melanjutkan karena tidak mendapatkan beasiswa ada pula tak sedikit dari mereka yang melanjutkan study nya karena mendapatkan beasiswa untuk menyelesaikan study nya sampai S1 termasuk zihan.
     Seminggu telah berlalu dari hari kelulusan tersebut zihan pun sedang berkemas di rumahnya untuk dibawa ke cairo karena zihan akan meneruskan study S1 di Al Azhar,terlihat zihan banyak melamun saat memasukan baju nya satu persatu ke dalam koper entah apa yang mengganggu di pikirannya,pada saat itu terdengar suara ketukan pintu yang spontan mengagetkan zihan yang kala itu sedang melamun lalu zihan pun menghentikan sejenak mengemasi barang-barang nya itu lalu beranjak melangkah menuju kearah pintu,dan terjadilah percakapan antara ibu dan anak.

=  Eh.. ummi mengagetkan zihan saja.

=  Emang ada apa sih ummi ngetuk pintu kamu malah bilang ummi ngagetin kamu..?

=  Nggak kok kok ummi ga ada apa-apa !!

=  Pasti ada yang kamu pikirkan ya..?

=  Nggak ada apa-apa kok bener,zihan cuma lagi serius mengemasi barang-barang terus mendengar suara yang mengetuk pintu ya spontan zihan kaget.

=  Ayo.. jujur saja sama ummi pasti kamu mengemasi barang-barang itu sambil ngelamun kan..??

=  Ah.. ummi ini bisa saja,beneran gak ada apa-apa dan zihan gak sedang ngelamun kok !!

=  Jujur saja dan bilang apa yang kamu pikirkan.

=  Gak ada,cuma masih kangen saja sama ummi dan zihan rasa nya ingin selalu dekat ummi,dan kalau bisa zihan ingin menunda keberangkatan zihan besok ke cairo tapi berhubung gak bisa jadi mau di gimanain lagi..

=  Ya kalau soal kangen kan masih bisa nelpon kesini walau pun kamu sedang berada di cairo,sebenarnya ummi juga tidak ingin kamu cepat-cepat pergi tapi ummi hanya ingin kamu menjadi anak yang baik yang shalehah,udahlah jangan terlalu dipikirkan masalah itu nanti malah jadi beban pikiran ke ummi nya.

=  Iya-iya zihan ngerti !!

=  Tapi menurut ummi bukan cuma masalah itu yang sampai membuat kamu melamun terus,ada apa sih ayo ngomong sama ummi siapa tau ummi bisa bantu.

=  Beneran gak ada apa-apa kok ummi..

=  Mata mu itu loh yang gak bisa bohong,ayo ceritakan saja sama ummi daripada di simpan sendiri nanti malah bikin beban pikiran kamu nak..!!!

=  Gini loh ummi zihan itu selalu kepikiran terus sama kak Vandi.

=  Nah ketauan kan kalau memang benar ada yang sedang kamu pikirkan selain ummi,terus ayo.. ngaku siapa vandi itu ( tanya ibunya sambil sedikit menggoda zihan)

=  Aaahh.. ummi ini zihan cerita serius malah di godain terus (dengan sedikit cemberut kepada ibunya)

=  Iya-iya.. ummi.. gak bakalan godain lagi dan akan mendengarkan cerita kamu dengan serius,sini nyeritainnya mendekat ke ummi.

     Zihan pun bergeser dari tempat duduknya semula untuk mendekati dan langsung memeluk ibunya dengan sedikit manja nya sambil menyandarkan kepalanya ke tubuh ibunya dan kembali ibunya berbicara pada zihan..

=  ayo sekarang ceritakan semua nya sama ummi siapa vandi itu yang bisa membuat putri cantik ummi ini terus melamun (tanya ibu sambil mengusap-ngusap kepala zihan)

=  Vandi itu seorang ikhwan yang menurut zihan beda dengan ikhwan-ikhwan lainnya.

=  Terus apa yang membuat kamu bisa mengatkan kalau dia itu beda dari yang lain..? (tanya ibunya)

= Ya gitu dia itu cakep,baik,sopan dalam berbicara,dan yang paling membuat zihan kagum adalah sosok nya yang shaleh dan mengerti iffah (kehormatan) seorang perempuan.

= Terus kamu dengan dia udah kenal lama..? (tanya ibunya kembali)

=  Ya sekitarempat bulan yang lalu.

=  Dia salah satu santri As Salam juga..? (tanya ibunya)

= Bukan ummi.

=  Terus kalau bukan bagaimana ceritanya kalian bisa bertemu padahal kan di pesantren As Salam itu tingkat kedisiplinnya sangat ketat dan melarang santri-santri nya keluar dari kawasan pesantren kan..??

=  Begini ummi kebetulan kak vandi itu kalau tiap di adakan acara Majelis dia selalu datang atas undangan Kiyai Habib Zaky gitu loh ummi !!

=  Kok bisa begitu,ada hubungan apa dia dengan pimpinan pondok pesantren As Salam..?? (tanya ibunya)

=  Kalau ummi ingin tau kak vandi itu murid nya Kiyai Habib Zaky dan dia selalu di tugaskan untuk membacakan kitab simtuduror jika pesantren mengadakan acara Majelis.

=  Ooo… gitu !!

=  Nah zihan tuh dikenalin sama sahabat dia yang sebelumnya zihan juga tidak kenal sahabat nya itu.

=  Berarti kamu itu di comblangin sama vandi oleh temen nya itu..??

=  Ya nggak gitu juga,maksud sahabat nya itu ingin membantu dia karena pas sahabat nya itu cerita,sahabat nya itu bilang kalau dia itu pemalu maka nya sahabat nya itu punya inisiatif untuk mengenalkan dia ke zihan gitu !!

=  Hmmz.. itu sih sama saja nama nya di comblangin,dasar kamu ini ada-ada saja. (ucap ibunya sambil tersenyum dan mencium kening zihan)

=  Iya deh terserah ummi mau nyebut itu apa yang jelas pas pada waktu dia datang dan menyapa zihan,zihan liat wajah nya pucat kayak yang liat apa gitu,mungkin kalau ummi liat juga pasti ummi bakalan ketawa liat nya,hehe..

=  Kamu ini bisa saja,kenurut ummi wajar lah seorang ikhwan seperti vandi kayak gitu ya mungkin dia gerogi atau menahan rasa malu nya ketika dekat seorang wanita apalagi nedeketin anak ummi yang cantik ini.

=  Aaahh… mulai lagi deh ummi godain zihan,jangan bikin zihan jadi geer ah !!

=  Siapa lagi yang godain kamu,emang bener kan kalau anak ummi cantik,hehe.. (canda ibunya kepada zihan)

=  Tapi sayang ummi  zihan hanya bertemu sama kak vandi itu cuma dua kali,padahal zihan berharap kak vandi datang kesini menemui ummi untuk melamar zihan..

=  Duuhh.. anak ummi udah pengen nikah nih..?? (ibunya kembali menggoda zihan)

=  Aahh.. ummi !! ( ucap zihan dengan manja sambil sedikit mencubit perut ibunya dan wajah zihan pun memerah)

=  Aww.. kok kamu nyubit ummi,hmmz.. tuh kan wajah kamu memerah !! (ibunya terus menggoda zihan sambil tersenyum pada zihan)

=  Iiihh.. ummi katanya gak bakalan godain zihan lagi tapi malah terus godain sih…?? (ucap zihan sambil terlhat sedikit cemberut)

=  Iya-iya ummi gak bakalan godain kamu lagi !! (ucap ibunya sambil memeluk kembali zihan yang saat itu bangun dari sandarannya)

=  Tapi ummi yang menjadi pertanyaan hati zihan sekarang ini adalah “Apa mungkin kak vandi mau menunggu zihan sampai lulus nanti..??”

=  Loh kok malah nanya sama ummi kenapa dulu gak kamu tanyain langsung sama orangnya..? (jawab ibunya)

=  Udah ummi dalam surat yang zihan berikan sama dia !!

=  Nah.. terus jawab nya apa..?

=  gak tau..!!!

=  Loh kok bisa jawab gak tau,emang kamu gak dapat jawaban dari dia..??

=  Zihan gak mendapat jawabannya itu karna zihan nyuruh kak vandi buat buka surat itu di rumahnya.

=  Emang selama tiga bulan kalian gak ketemu,dia gak balas surat kamu itu..?? (tanya ibunya)

=  Nggak ummi,hehe…

=  Di tanya kok kamu malah ketawa..?

=  Abis ummi itu lucu nanya kayak gitu sama zihan.

=  Lucu gimana maksud kamu..? (tanya ibunya)

=  Ya lucu saja,karna zihan gak nyuruh kak vandi buat balas surat itu alias lupa,hikz..hikz..hikz..

=  Hmmz.. dasar anak ummi yang satu ini ada-ada saja, kalau menurut ummi lebih baik kamu fokus dulu dalam belajar dan mencari ilmu karna itu yang harus kamu lakukan saat ini adalah belajar dan terus belajar sampai lulus nanti,dan untuk masalah kamu dengan vandi serahkan sepenuh nya kepada Allah swt,jika memang kalian itu di takdirkan oleh Allah swt untuk bersama insya Allah akan di mudahkan segala urusan nya dan kalian akan di pertemukan kembali jika tiba saat nya nanti !! (ucap ibunya sambil sedikit menasehati)

=  Iya-iya zihan mengerti,zihan makin sayang deh sama ummi. (jawab zihan sambil menambah erat pelukan tangan zihan pada ibunya)

=  Ya sudah lanjutkan kembali mengemasi barang-barang nya jangan sampai ada yang ketinggalan atau lupa di bawa tapi shalat dzuhur dulu dan banyak-banyak lah berdo’a meminta petunjuk Allah !!

      Zihan pun beranjak dari pelukannya dan langsung bergegas mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat dzuhur. Setelah selesai menunaikan shalat dzuhur nya zihan kemudian kembali mengemasi barang-barang yang akan dia bawa.
Alhamdulillah.. akhirnya selesai juga mengemasi barang-barangku,lumayan masih ada waktu untuk istirahat sampai waktu nya ashar nanti (ucap zihan sambil menurunkan koper dari tempat tidurnya), lalu zihan pun berbaring di tempat tidur untuk istirahat karna dia merasa lelah setelah mengemasi barang-barang yang segitu banyak nya.
     Karna saking cape nya zihan tidur begitu pulasnya sampai suara adzan ashar pun tak terdengar, sekitar jam empat sore ibunya menghampiri ke kamar untuk membangunkan zihan yang pada waktu itu masih tertidur pulas.

=  Nak.. nak.. bangun udah sore mana kamu belum shalat ashar lagi !!    (suara sang ibu membangunkan sambil menggoyang-goyangkan tubuh zihan yang masih terlelap dalam tidurnya)

=  Astaghfirullah… jam berapa sekarang ummi…??    (tanya zihan yang terperanjat dan menggisik matanya)

=  Udah jam empat sore nak,mandi dulu biar seger abis itu shalat dulu lalu makan ya..!!!    (jawab ibunya sambil beranjak keluar dari kamar)

     Zihan pun mulai bangun dari tempat tidur nya lalu merapihkan bantal,guling serta selimutnya dan kemudian dia bergegas pergi mandi lalu melaksanakan shalat ashar. Setelah selesai mandi dan melaksanakan shalat zihan pun keluar dari kamar nya menuju ke meja makan yang saat itu ibu nya menyiapkan masakan kesukaan zihan di meja makan,ibu nya pun menghampiri untuk menemani zihan di meja makan.

=  Wah ummi tau saja kesukaan zihan,hmmz.. dari bau nya saja keliatannnya enak nih !!    (ucap zihan kepada ibunya dengan sedikit memuji)

     Zihan pun lalu mengambil piring yang sudah disiapkan ibunya itu dan langsung mengalas nasi serta lauk pauk nya, Begitu lahap nya zihan makan masakan sukaannya itu yang sengaja ibunya persiapkan namun ibu nya tidak berkomentar apa-apa hanya tersenyum memandangi zihan yang sedang makan. Mungkin dalam benak ibunya saat itu adalah saat dimana zihan terakhir makan masakan ibunya karna esok hari nya mereka harus terpisah kembali dalam waktu yang cukup lama.
Zihan pun selesai makan masakan ibunya itu,dan memandang ke arah ibunya yang berada di depannya,zihan pada saat itu sejenak memperhatikan ada butir-butir bening yang menetes di pipi ibu nya dan kemudian zihan berdiri untuk menghampiri ibu nya dan dalam hati zihan ingin rasanya memeluk ibunya yang keliatan nya ada sesuatu hal yang membuat ibunya mengeluarkan airmata.

=  Ummi kenapa menangis..? (tanya zihan pada sambil memeluk ibunya)

=  Gak kenapa-kenapa kok nak,ummi hanya lagi sedih saja !!

=  Terus apa yang membuat ummi bersedih,apa karna obrolan tadi ada ucapan atau kata-kata zihan yang menyinggung hati ummi..?? kalau memang ada maafin zihan ya ummi !!!  (tanya zihan sambil beralih memegang tangan ibunya yang tadinya memeluk tubuh sang ibu)

=  Nggak.. ummi hanya sedih saja harus berpisah dan jauh kembali dari anakku tercinta !!  (jawab sang ibu kepada zihan)

=  Udah dong ummi jangan sedih gitu nanti malah zihan jadi ikut-ikutan sedih..!!  (ucap zihan sambil mengusap airmata dipipi ibunya)

     Ibunya hanya tersenyum sambil mengelus tangan zihan tanpa berkata apa-apa. Waktu pun berlalu begitu cepat hingga tanpa terasa jam menunjukan pukul setengah enam mendekati waktu maghrib,zihan dan ibunya pun bangun dari tempat duduk nya lalu bergegas mempersiapkan mukena sambil menunggu waktu adzan tiba.
Adzan pun berkumandang dan mereka pun langsung mengambil air wudhu lalu melaksanakan shalat maghrib berjama’ah kemudian berdzikir dan mengaji bersama sambil menunggu waktu isya tiba, Sungguh jika ada orang yang melihat ke akraban mereka akan merasa iri melihat nya karena sang ibu adalah sosok ibu yang teguh dalam mendidik akhlaq anaknya dan zihan adalah sosok seorang wanita shalehah yang berbakti pada orangtua serta penurut tanpa sedikit pun membantah jika ibu nya menyuruh (dalam hal yang baik).
setelah melaksanakan shalat isya mereka pun menuju ke ruang makan untuk makan malam sebelum mereka pergi istirahat (tidur),tanpa banyak bicara mereka pun mengalas nasi lalu makan bersama dan setelah selesai makan zihan pun membereskan piring bekas makan dia bersama ibunya lalu mencuci nya,setelah selesai mencuci piring zihan pun kembali mengambil air wudhu untuk kemudian istirahat (tidur) karna tidak mau ketinggalan Qiyamul Lail nya.

Alarm pun berdering jam setengah tiga malam dan zihan pun bergegas bangun untuk berwudhu dan melaksanakan shalat tahajud,begitu lekat nya zihan dalam beribadah kepada Allah swt sehingga memang pantas gelar wanita shalehah pun dia dapatkan,sungguh beruntung nya seorang laki-laki yang akan mempersunting dia.
setelah selesai melaksanakan shalat tahajud,dalam sujud nya zihan berdoa kepada Allah swt.

YA Allah,……

Aku tahu Engkau lebih Maha Mengetahui tentang diriku..
tiada tempat aku mengadu melainkan pada-Mu…
Aku Mohon,,,,
Berikan hatiku ketenangan….
Janganlah Engkau dugai aku.. Sehingga aku tidak dapat menerimanya..
Sesungguhnya.. Engkaulah yang ku Cinta..
Dan…
Mencintai-Mu adalah Kekal….

Ya Allah..

Menitis air mataku tanpaku menyadarinya melihat dia berlalu dari hidupku…
Menitis air mataku mendengar kalimat terakhir yang dia ucapkan kepadaku sebelum dia pergi…
Menitis air mataku berderai di pipiku… Apabila malam ku terjaga dan bedo’a kepada-Mu untuk ketenangan hatiku….
Menitis air mataku tidak tertahan.. apabila mengenangkan ujian Kekasih-Mu Rasullulah saw yang lebih berat daripada aku..
Menitis air mataku pabila aku terkenang waktu peristiwa itu….
Aku tak bisa menahan air mataku Ya Allah… tabahkanlah hatiku selalu Ya Rabb…
Aku tak bisa menahan kesedihanku akan dirinya,
Aku tak bisa menahan kepedihanku pada waktu itu Ya Allah…. hatiku sedih hilang semua mimpiku
Untuk hidup bersamanya kini….

Ya Allah,…..

Hadirkanlah cintaku pada-Mu…
Bimbinglah hatiku dari terus bersedih karna ku yakin setetes airmataku adalah penghantar do’aku kepada-Mu Ya Rabb..
Bantulah aku Ya Allah… agar aku bisa mengikhlaskannya…..
Berikanlah aku pertunjuk-Mu dalam menjalani hidupku untuk slalu mencari ridha-Mu Ya Rahim….
Berikan aku RahmatMu serta hikmah dari semua ini Ya Allah….

Yaa Allah …

berlinang air mata hamba saat ini….
dan Bertanya bathin hamba ini….
Bagaimanakah pandangan Engkau pada hamba saat ini…?
Terlalu ngeri hamba untuk membayangkannya…

Yaa Allah…

sedemikian kelam jiwa hamba terbalur dosa….
Adakah pantas tuk bersujud pada-Mu Tuhan segenap alam…???

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fihinna wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihinna,wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fihinna,wa lakal hamdu antal haqqu,wa’duka haqqun,wa liqauka haqqun,wa qauluka haqqun,wal jannatu haqqun,wa annar haqqun,wan nabiyyuna haqqun,wa muhammadun shalallahu ‘alaihi wa sallama haqqun.

Allahumma laka aslamtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu wa’ilaika anabtu wa bika khasamtu wa ‘ilaika hakamtu faghfir li ma qaddamtu wa ma akhkhartu wa ma asrartu wa ma a’lantu wa ma anta a’lamu bihi minni antal muqaddam wa antal muakhkhiru laa illa anta wa laa hawla wa laa quwwata illa billah.

     ”  Ya Allah bagi-Mu segala pujian,Engkaulah penegak seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya,bagi-Mu segala pujian Engkaulah raja seluruh langit dan bumi serta semua ada di dalamnya,bagi-Mu segala pujian Engkaulah cahaya seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya,bagi-Mu segala pujian Engkaulah yang Maha benar,janji-Mu benar,pertemuan dengan-Mu benar,firman-Mu benar,syurga itu benar,neraka itu benar,para nabi benar,Muhammad saw benar,dan kiamat itu benar.

       Ya Allah,kepada-Mu aku berserah diri,kepada-Mu aku beriman,kepada-Mu aku bertawakal,kepada-Mu aku kembali,karena-Mu aku bermusuh,kepada-Mu aku berhukum,maka ampunilah segala dosaku yang terdahulu dan juga yang terkemudia,yang aku sembunyikan dan juga yang aku nyatakan serta yang Engkau lebih mengetahui tentangnya dari diriku sendiri,Engkaulah yang terdahulu dan Engkau pulalah yang terakhir. Tiada tuhan yang layak di sembah selain dari-Mu dan tidak ada daya dari kekuatan selain dengan Allah.. “

Ya Allah…

Aku berdo’a untuk seorang laki-laki yang nantinya akan menjadi bagian dalam hidupku.
Seorang laki-laki yang sungguh-sungguh mencintai-Mu lebih dari apapun,
sehingga ia bisa mencintaiku apa adanya.
Seorang laki-laki yang akan meletakkanku di posisi kedua di hatinya setelah Engkau Ya Allah…
Seorang laki-laki yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk-Mu dan untukku.
Seorang laki-laki yang memiliki hati yang bijak dan otak yang cerdas.
Seorang laki-laki yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku.
Seorang laki-laki yang tidak hanya memujiku tetapi juga menasehatiku ketika aku berbuat salah.
Seorang laki-laki yang mencintaiku bukan hanya karena kecantikanku tetapi lebih kepada hatiku.
Seorang laki-laki yang mampu menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu.
Seorang laki-laki yang dapat membuatku merasa sebagai wanita yang meneduhkan hatinya.
Seorang laki-laki yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang laki-laki yang membutuhkan doaku dalam setiap perjalanan hidupnya.
Seorang laki-laki yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi lebih sempurna.
Dan seorang laki-laki yang selalu membutuhkan senyum dan tawaku untuk mengatasi kesedihannya.

Ya Allah…

Aku ingin meminta seorang laki-laki yang sempurna tidak hanya secara fisik,
tetapi juga memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai dan ingin selalu dekat dengan-Mu Ya Allah..
Aku juga meminta buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya merasa bangga memilikiku.
Berikanlah aku hati yang sungguh-sungguh mencintainya seperti aku yang juga sungguh-sungguh
mencintai-Mu dengan seluruh cintaku. Namun yang paling penting, berikanlah ia hati yang bijak dalam
mengambil suatu keputusan. Sehingga aku akan selalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang telah Engkau berikan.
Dan bila mana akhirnya kami bertemu nanti, aku berharap kami berdua dapat mengatakan,
“Maha Besar Engkau Ya Allah, karena telah memberikan kepada kami pasangan yang
benar-benar membuat hidup kami menjadi lebih sempurna…”

Aku sama sekali tidak tahu siapa laki-laki yang telah Engkau pilihkan untukku.
Tapi aku sangat meyakini bahwa Engkau akan mempertemukan kami pada waktu yang tepat.
Dan akan membuat segala sesuatu nya menjadi sangat indah pada waktu yang telah Engkau tentukan nanti.
Amin Ya Rabbal’alamin….

     Zihan begitu khusyu nya dalam berdoa sampai terlihat butiran-butiran bening menetes si pipi nya hingga tetesan airmata itu pun menetes di sajadah nya,ya..itulah tangisan dari seorang wanita yang mengharapkan yang akan mendapat ridha dari Allah swt dalam doanya,waktu terus berlalu hinnga adzan shubuh pun terdengar,zihan pun mengusap airmata dipipi nya itu lalu bangun dari sujud nya untuk menunaikan shalat shubuh,setelah selesai shalat zihan pun keluar dari kamar nya untuk beres-beres rumah dan membantu ibu nya mencuci.

     Pagi telah menjelang dan matahari pun sudah terlihat terbit di ufuk timur kala itu waktu menunjukan jam sembilan kurang lima belas menit,zihan pun bergegas untuk mandi karena dia harus berangkat ke bandara Halim perdana kusuma jakarta pada pukul sepuluh,selesai mandi zihan pun bersiap-siap dan mengeluarkan barang-barang yang akan di bawa nya ke cairo,sambil menunggu mobil travel yang akan menjemput nya zihan pun sarapan dulu karena jadwal keberangkatan pesawat yang menuju cairo di bandara halim perdana kusuma jakarta pukul dua siang,selesai makan zihan terlihat melamun karena mungkin dia harus berpisah jauh kembali dari ibu yang sangat dia cintai dan dia sayangi atau mungkin juga ada hal lain yang mengganggu pikirannya itu.
saat itu menunjukan jam sepuluh kurang sepuluh menit dan mobil travel pun tiba untuk menjemput zihan lalu zihan pun bersiap menuju ke mobil yang akan mengantarkannya ke bandara,dengan langkah yang terlihat berat dan diantarkan ibunya zihan melangkah menuju mobil lalu memasukan barang-barang yang akan di bawa nya tersebut,saat berpamitan pada ibunya terlihat mata zihan berkaca-kaca seakan tak kuasa zihan menahan air mata karna rasa sedihnya harus berpisah dari sang ibu.

=  Ummi..,zihan pamit dan doakan zihan ya ummi !! (ucap zihan sembari merangkul dan memeluk ibunya)

=  Iya nak.. ummi doakan kamu dan jaga diri juga kesehatan kamu baik-baik di cairo sana.  (jawab ibunya sambil mengusap-ngusap punggung zihan dalam pelukan nya itu)

     Terlihat air mata pun menetes dari mata zihan karna mungkin dia sudah tak kuasa lagi menahan kesedihannya itu walau pun zihan berusaha agar terlihat tegar pada ibunya,lalu zihan pun dengan rasa berat sambil melepaskan pelukannya naik ke mobil karna supir sudah terlalu lama menunggu,ibunya pun mencium kening zihan lalu berkata “ingat jaga diri kamu baik-baik ya nak,jangan lupa untuk slalu berdoa dan giatlah dalam belajar agar ummi dapat merasa bangga karena memiliki kamu..”
Setelah menutup pintu zihan pun melambaikan tangan pada ibunya dan mobil pun berangkat dari rumah zihan,walaupun mobil sudah jauh jaraknya dari rumah tetapi zihan masih terlihat meneteskan airmata karna perasaan berat harus meninggalkan ibunya tercinta.
Dalam hatinya zihan memanjatkan doa.

YA Allah,……

Aku tahu Engkau lebih Maha Mengetahui tentang diriku..
tiada tempat aku mengadu melainkan pada-Mu…
Aku Mohon,,,,
Berikan hatiku ketenangan….
Janganlah Engkau dugai aku.. Sehingga aku tidak dapat menerimanya..
Sesungguhnya.. Engkaulah yang ku Cinta..
Dan…
Mencintai-Mu adalah Kekal….

Ya Allah..

Menitis air mataku tanpaku menyadarinya karena harus pergi jauh meninggalkan ummi…
Menitis air mataku mendengar kalimat terakhir yang ummi ucapkan kepadaku sebelum aku pergi…
Menitis air mataku berderai di pipiku… Lindungilah ummi serta perjalananku ini Ya Allah….
Menitis air mataku tidak tertahan.. apabila mengenangkan ujian Kekasih-Mu Rasullulah saw yang lebih berat daripada aku..
Aku tak bisa menahan air mataku Ya Allah… tabahkanlah hatiku selalu Ya Rabb…
Aku tak bisa menahan kesedihanku akan dirinya,

      Disisi lain ibunya pun berdoa ” Ya Allah.. lindungilah anakku dalam perjalanannya untuk mencari ridha-Mu serta ikhlaskanlah hamba dalam merelakan dia yang harus pergi jauh dari sisiku,Amin ya rabbal’alamin…”

dalam benak zihan slalu teringat akan ummi nya dan hatinya berkata-kata

“Tatapanmu, masih terasa disaat deru mobil melaju
Meninggalkan hatimu dalam rindu
Kulihat ada genangan kaca dimatamu ummi
Tapi kubalas dengan senyum, agar ada ketenangan menghampiri

Genangan kaca dimatamulah ummi yang selalu membuat hadirkan rindu
Bukti ada rasa berat bila aku pergi, disaat meninggalkanmu ummi, disini !

Disana kan Kutatap hatimu dari jauh,
berharap kau balas tatapanku dengan rindu
Agar hati tersipu, merona malu

Pandanganku tak lepas tertuju pada hatimu ummi
Sulit rasanya berpaling walau hanya sesaat”

     Waktu pun berlalu dan zihan pun sudah sampai di cairo,zihan pun berbenah mengeluarkan barang bawaannya ditempat dia menyewa rumah selama pendidikan nya di cairo,rasa lelah sudah pasti ada karna perjalanan dari bandung ke jakarta lalu naik pesawat ke cairo itu menyita banyak waktu alias perjalanan yang sangat panjang,setelah selesai berbenah zihan pun kemudian membasuh muka lalu istirahat sejenak sambil menunggu waktu ashar tiba karna zihan sampai di cairo sekitar jam 14:30 waktu cairo.
sambil merebahkan badan untuk menghilangkan rasa lelahnya itu zihan kembali teringat akan sosok seorang vandi dan hatinya pun berbicara “astaghfirullah kenapa aku slalu teringat dia yach,ampuni hamba Ya Allah..!!” suara adzan terdengar dan mengusik lamunannya itu kemudian zihan beranjak dari tempat istirahatnya untuk segera mengambil wudhu untuk menunaikan shalat ashar,setelah shalat zihan pun berdoa ,

Allah yang Maha Pemurah…

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan ku dengannya.

Terima kasih untuk saat-saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

hamba datang bersujud dihadapan-MU…

Sucikan hati hamba ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-MU dalam hidup hamba.

Ya Allah, jika dia bukan pemilik tulang rusuk ini, janganlah biarkan hamba merindukan kehadirannya…
janganlah biarkan hamba, melabuhkan hati hamba dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata hamba dan jauhkan dia dari relung hati hamba…

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus, murni…
dan tolonglah hamba agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk hamba…
ya Allah tolong satukan hati kami…
bantulah hamba untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya…
berikan hamba kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya…

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima hamba dengan segala kelebihan dan kekurangan hamba
sebagaimana hamba telah Engkau ciptakan…

Yakinkanlah dia bahwa hamba sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka hamba dengan dia…

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa hamba ini…
lepaskanlah hamba dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-MU…

Allah yang Maha kekal, hamba mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk hamba…
luka dan keraguan yang hamba alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan hamba untuk hidup makin dekat kepada-MU untuk lebih peka terhadap suara-MU yang membimbing hamba menuju terangMU…

Ajarkan hamba untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan….

Jadikanlah semua adalah kehendak-MU dan bukan kehendak hamba yang menjadi dalam setiap bagian hidup hamba…

Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.

Amien Ya Rabbal’alamin…

  ** (kembali ke cerita vandi) **

  Malam itu vandi seperti biasa terbangun di sepertiga malam-Nya untuk tahjud dan entah kenapa dalam pikiran vandi terlintas wajah zihan,”Astaghfirullah…!! ampuni hamba ya Allah yang slalu teringat akan sesuatu yang belum menjadi milik hamba”.
vandi pun berwudhu lalu melaksanakan shalat tahajud nya dan disela-sela do’a yang dia panjatkan seperti biasanya vandi menyelipkan do’a,

Ya Ilahi,
        dalam kesunyian yang kau berikan
        dikeremangan malam
        sujud kupersembahkan kehadiratmu
        dan menghatur salam perjumpaan

        warna cerita dalam kehidupanku
        merupakan sebuah perjuangan
        hingga akhir masa hidup
        untuk sebuah pencarian diri

Ya Habibie,
        sebuah pertemuan adalah tujuanku
        kerinduan seorang insan
        pada kekasih yang tinggi
        tiada berkesudahan

        jika maut sebagai pengganti pertemuan
        aku relakan diriku dicabut
        dengan seribu pedang
        atau cabutan dahsyat sang kekasih

Ya Rahman,
        nafasku bersambung-sambungan
        beriring-iringan naik turun
        diantara nama dzat kekuasaan
        dan dzat kasih sayang
        harapan cinta dan rindu
        takkan pernah pupus
        walau zaman ingin merenggutku
        dengan cakaran-cakaran tajamnya

Ya Ilahi, Ya Habibie, Ya Rahman
        dalam diamku
        dalam sepiku
        dalam malamku
        selalu ada rindu padamu

Ya Huwa,
        Engkau antara ada dan tiada;
        dalam ruang tiada batas,
        dalam masa tiada hingga,
        dalam hati tiada tempat

Ya Awwal,
        mencintai-Mu lebih baik;
        daripada mencintai seribu rembulan
        yang bersinar dengan purnama satu
        dan memeluk matahari yang sinarnya
        dapat membakar sekujur tubuhku

        kau bikin hamba dari tanah suci
        sehingga aku jadi; sejadi jadinya,
        manusia yang berhati

Ya Akhir,
        dalam peradilan-Mu
        ada wajah-wajah berseri
        masuk dan hilang dalam cinta kasih-Mu
        dalam peradilan-Mu

        ada wajah-wajah menangis
        tiada rindu, cinta, kasih,
        tapi sebuah penyesalan berkekalan

Ya Dhohir,
        dalam dadaku;
        tergambar arti sebuah dunia
        beserta isinya;
        hilir mudik tak tentu arah
        mengikuti sakwa sangka,
        membebani jiwa,
        mengukir dendam,
        ragu dan tawa murka.

Ya Bathin,
        peraduan yang kau berikan
        sungguh tiada terkira indahnya,
        tertata rapi berlapis emas permata
        bagi seorang faqir yang hina dina
        dalam ada dan tiada

Ya huwa al-awwal wal-akhir wadh-dhohir wal-bathin.
Lailaha illa anta subhanaka inni kuntu minadholimien.

Wahai Dzat yang Kudus,
        jadikanlah sebuah pohon
        dimana terdapat dahan-dahan cinta
        yang tertanam kokoh dengan akar keimanan
        dan daun-daun kemesraan

Wahai Dzat yang Agung,
        aku tak ingin terlelap dalam malam
        yang membuatku mati rasa
        hingga melupakan jagaku
        tuk mencari keabadian-Mu

Wahai Dzat Wajibal-Wujud,
        keindahanmu mempesonakan diriku
        membuatku ingin lari dan meraih
        tangan-tangan kebesaran-Mu
      
Wahai Dzat yang menjadikan Nur,
        jadikanlah perahu yang memuat cintaku
        karam dalam samudera kecintaanku pada-Mu
        membeku didasar lautan emas
        Nur dan Hidayah-Mu
        sehingga aku melupakan semua
        kenikmatan yang hanya sekejapan
        dan kembali bersamamu
        berkasih-kasihan dengan Mahabbah-Mu
Ya Ilah Ya Allah..
mengalir di nadi dan seluruh urat syaraf
menguak tabir menyusun cinta
sembunyi diantara sesuatu
dan tetap menjadi rahasia

Ya Ilah Ya Allah..
perjalanan bathin
menerobos senja dan memanggil rasa
memanggil dengan harapan rindu damba
dan penuh cinta sahaja

Ya Ilah Ya Allah..
aku berlari, mengejar
ingin berserah pasrah padaMu

Ya Ilah Ya Allah..
aku mati rasa.
aku mati kata
aku bisu, diam
tak bersuara.

La ilaha illa Anta..Wa la ana illa Anta

aku iri,
aku cemburu,
aku ingin,
ingin sepertimu

seperti Robiyatul ‘Adawiyah bercinta,
bercinta dengan Kekasihnya

seperti Abdul Qodir Zailanie yang selalu dekat
selalu dekat dengan Kekasihnya

seperti Ibnu ‘Arobie yang selalu bersyair
bersyair akan cintanya pada Kekasihnya

seperti Imam Ghozalie yang selalu berilmu
berilmu karena pemberian Kekasihnya

seperti Jalaluddien Rumie menangis,
menangis karena ingin selalu bersama kekasihnya

aku ingin,
ingin seperti mereka,
selalu bercinta,
bercumbu mesra

aku ingin,
ingin seperti mereka
mereguk nikmatnya,
nikmat cinta yang tiada rupa,
tiada terasa,
tiada henti,
tiada berkesudahan

aku rindu padamu ibuku, Robiyyah Al-‘Adawiyyah
aku sayang padamu bapakku, Abdul Qodir Zailanie
aku ingin mendengarkan syairmu saudaraku, Ibnu ‘Arabie
aku ingin menuntut ilmumu temanku, Imam Ghozalie
aku ingin duduk dan menangis denganmu guruku, Jalaluddien Rumie.

ibuku,
kau adalah contoh
contoh bagi kaummu
kaum wanita sejati

bapakku,
semua orang
ingin sepertimu, pak
tapi kau akan selalu
menjadi pemimpin mereka

saudaraku,
syairmu aku tuangkan
kedalam lukisan hidup,
kedalam syair diri,
diri yang selalu mencintai

temankku,
banyak yang ingin,
ingin menuntut,
tapi kau selalu pergi
tiada pernah mau berhenti

guruku,
aku rindu
sudah lama aku harapkan
harapan seorang murid
untuk duduk bersama denganmu
dimanapun kau berada

dia mencintai Syamsi Tabriz
dan akupun mencintainya

dia mencintai kesunyian
dan akupun hilang dalam sunyinya

dia mencintai syair
dan akupun berbaur dalam syairnya

dia mencintai tangisan
dan akupun menangis bersamanya.

dia pergi jauh
dan akupun ikut dibelakangnya

dia berhenti sekejap
dan akupun diam tak berucap

dia berjalan mengelilingi Gunung Qaf
dan akupun turut hingga keatasnya

dia berhenti menulis
dan akupun lupa akan apa yang kuperbuat

dia dan aku duduk berhadap-hadapan
dia dan aku duduk diantara dua dekapan
dia dan aku melihat diantara dua tatapan
dia dan aku bersujud dengan bersamaan

Aku tak akan..tidak akan mengalirkan airmata ini untukmu, cinta. Terlalu mahal bila harus berderai karenamu. Kamu tahu, aku sudah cukup lelah menghadirkanya ketika aku berdiri di dermaga kehidupan.

“Tapi kamu masih menyembunyikannya bukan..?” teriakmu tempo hari.

“Tidak..aku tidak bersembunyi dibalik airmata itu.” jawabku membela diri.

Aku tak ingin kamu selalu hadir di sini, cinta. Lautan kasih mu memang memabukan siapa saja. tapi aku tidak akan terlena kembali. Jangan tipu aku lagi dengan rupamu yang memelas, cinta.

“Eits..aku tidak akan menipumu, aku ingin membahagiakan dirimu. apa aku salah?’

” Oh.. bahagia? dimana kamu letakkan, Cinta?”

” Ingat..Aku pernah ada di bilik hatimu, bukan? apa kamu telah lupa?”

” Hei…aku sudah meninggalkannya lama ..ingat! lama sekali ketika dermagaku terguncang, Cinta.” aku tak mau kalah membalas argumentmu.

Jangan pernah menganggap airmataku karenamu lagi, cinta. Cukup, anggapan itu berlaku untuk duniamu saja. jangan bawa2 aku kedalamnya. Airmataku akan membasah, pasti berderai..

ketika aku melupakan rasa nikmat-Nya…

Airmataku menganak sungai saat aku takut mendekati kemaksiatan yang mengodaku…

ketika aku merasa masih dhaif menyerap semua ilmu-Nya…

Airmataku menderas ketika baktiku pada orang tuaku belum cukup bagi mereka, cinta…

ketika aku membayangkan kematian itu semakin mendekat, bertanya padaku..sudah siapkah kamu menghadap-Nya..?…

Airmataku membasah tiada henti ketika aku kehilangan rasa iman di dadaku, cinta…

Bukan..bukan karenamu,cinta…Simpan saja rupamu yang menawan itu untuk bidadari yang lain. Simpan saja kebaikan dan ketulusanmu hingga siapapun berhak dan pantas mendapatkannya, tapi bukan pada diriku.

Air mataku hanya untuk cinta yang hakiki. Yang Allah berikan pada mighrabnya yang teramat indah. Cinta…kembalilah pada duniamu, pada obsesimu. Buang jauh2 pemikiranmu, airmata tidak selamanya untukmu, cinta.

Amin Ya Rabbal’alamin…

    Setelah selesai melaksanakan shalat tahajud dan dzikirnya vandi kepikiran untuk menulis sebuah surat untuk zihan yang dalam hati vandi berharap surat itu dapat menghilangkan rasa yang tidak semestinya ada dalam hati nya,kemudian dia mengambil selembar kertas dan pena lalu vandi mulai menulis sambil menunggu waktu shubuh,


Bandung, 28 Juni 2008

Kepada yang slalu dalam cinta-Nya
Ukhti Zihan

Di tempat


Assalamu’alaikum wr.wb.

Kaifa khaluq ukhti..?? vandi harap ukhti baik baik saja dan semoga ukhti selalu ada dalam lindungan Allah swt, gimana suasana di cairo apakah ukhti betah ? dan gimana teman teman di kairo apakah mereka baik sama ukhti..?? vandi harap ukhti dapat belajar dengan tekun di cairo agar ketika pulang nanti ke indonesia ukhti benar benar dapat mengamalkan ilmu yang sudah ukhti dapat di cairo sana dan satu lagi ada hal yang ingin vandi sampaikan untuk ukhti semoga ukhti dapat menerimanya dengan baik karena tiada maksud apa apa vandi menyampaikan nya..

Zihan…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir. Hatiku terasa kelu dengan rindu yang mendera, kutahan rindu malam ini dengan dzikir ku.
Zihan…

Skenario Allah swt adalah skenario terbaik. Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita. Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya. Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita.

Zihan…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu. Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta, bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir. Yakinlah saat itu pasti ‘kan tiba.

Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu. Karena kecantikan hati dan iman yang dicari. Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu. Karena aura keimananlah yang utama. Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga. Merasuk dan menembus relung jiwa..

Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan. Hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil..
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup. Pasrahkan inginmu sedalam kalbu pada tahajjud malammu. Bariskan harapmu sepenuh rindumu pada istikharah di shalat malammu. Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya. Jika memang kau tak sempat bertemu diriku, sungguh itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci. Dan kau terpilih menjadi ainul mardhiyah di jannah-Nya.

Zihan…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang jua. Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan. Apa kabarkah kau disana..? lelahkah kau menungguku disana..? Bersabarlah dan raihlahlah ilmu setinggi mungkin untuk syi’ar dalam dakwahmu nanti, sambutlah dengan senyum manismu. Bila waktu itu telah tiba, kenakanlah mahkota itu, kenakanlah gaun indah itu. Masih banyak yang harus kau cari dan kucari dalam ilmu agama..

Vandi terbangun kali ini tak lagi meninggalkan pedih akan mimpi-mimpi yang tak kunjung datang. Sebuah senyuman tersungging indah menebar pesona kerendahan hati. Perlahan hati berbisik ” kekasihku, ku kan mencoba merangkai indahnya kesabaran dengan Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥ ~Menantimu di Pelataran Harapan~ ♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ”.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

               TTD

    ( Vandi )

Bersambung.. ( di cerita : Ya Allah.. Aku tak Ingin Sendiri !! )

Sinopsis :

” I’m not a lone but i do feel loNely….. ” keluhnya. Kesepian kadang begitu menyakitkan. Perasaan yang mampu menoreh luka di sudut jiwa dan mengalirkan riak anak sungai di sudut mata. Kala malam menjelang perasaan rindu begitu membuncah, entah pada siapa. Hanya mampu berbagi duka dengan angin malam yang tak tahu sampai kapan kan mampu menjadi sandaran dikala gundah. Dan semuanya berakhir dengan serpihan luka yang dalam meninggalkan perih kekecewaan….
Ketika semua rasa bersatu padu dalam sebuah hati, hatimu merasakan kekuatan mencintai. Kamu tersenyum meski hatimu terluka, karena yakin ia milikmu. Kamu menangis kala bahagia bersama, karena yakin ia cintamu. Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta…
Begitu engkau jatuh cinta, kau akan memberikan semua perhatian dan pikiranmu kepada apa yang kamu cintai. Ia yang selalu mempengaruhi waktu dan tindakanmu. Engkau berfikir hidup akan menjadi hampa tanpa kehadirannya.
Begitulah cinta yang coba kumaknai, meski aku hanyalah insan yang masih mengeja apa itu CINTA… Karena cinta pulalah kita ada di dunia
Dalam jiwa jika ada rasa yang di sampaikan ke akal
tentang bayang seseorang
lalu menjelma menjadi Impian
dan terucap dalam lisan dalam doa-doa panjang
serta kaki, tangan dan anggota tubuh lain
bergerak bekerja dalam nama Ikhtiar

itu semua demi satu kata ini
CINTA

Tapi pesona keindahan cinta ini
tertutup kabut ketidak tahuan
hingga jalan menuju kata ini
begitu berat, begitu seram untuk kita bayangkan

Padahal islam datang memberikan panduan
jatuh Cinta sama dengan harus menikah
karena jika tidak….
maka Cinta itu hanya membuat dirimu
susah makan
susah tidur
susah berpikir sehat

padahal hakikatnya
Cinta itu harus membuat kita
CERIA

Disinilah Islam
hadir mempermudah jalan merefleksikan cinta itu
Kategori memilih pasangan shaleh/shalehah di buat sangat jelas
Mahar di buat Mudah
dan Walimatul Ursy, di buat sederhana tapi barokah

maka ungkapan
Mudah-mudahkanlah Pernikahan
menemukan pembenarannya

hanya saja
kadang kita membuat sulit
dan membekas dimata dan jiwa kita
Menikah identik dengan kemahalan
identik dengan biaya besar…….

Jika memang sudah tak bisa di tahan
Jika si dia selalu menggoda Kekhusyuanmu
maka menikahlah….

inilah penyelamatanmu

Jangan diam
Mulailah dialog dengan orang tua
Mulailah serius mencari penghasilan yang Halal

lalu berdoalah
katakan dalam hatimu
“Cinta aku menunggumu, di Mahligai Indah itu….
Siapapun dirimu, yang Allah Takdirkan untukku….
Engkaulah yang Terbaik untukku……”
“Ya Rabbi yang Maha Mendengar..dengarlah suara bathin hamba ini……”

Wallahu’alam bishowab..

~ oleh Vandi Al-faqir pada 06/02/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: