Hinakah Aku Dimata Orangtuamu

Aku adalah seseorang yang tak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa
dalam hidupku aku tak bisa mendapatkan apa yang ku inginkan
hidupku terasa mati saat ditinggal kekasih,karna tak satu pun anggota keluarganya
menyetujui hubungan aku dengan dia,sebut saja namanya Cantika seorang wanita
berparas cantik walaupun dalam segi agama dia masih harus banyak belajar tapi aku
optimis bisa membimbing dia,namun kisah cerita kita tak berlangsung lama karna harta dan tahta
mata hati keluarganya menjadi buta,tak pernah terpikir ini bisa terjadi pada diriku dengan begitu
mudahnya hinaan terlontar dari bibir mereka,terasa sakit dalam hati ketika mendengar cacian mereka,
bagaimana pun juga aku adalah manusia yang punya perasaan walaupun dalam segi harta dan tahta
aku tak punya tapi tolong jangan hina aku seperti itu di depan orang banyak,kaau pun tidak setuju
“Apakah gak bisa bicara baik-baik…? ” aku sadar semua orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya
tapi jangan memandang aku sebelah mata dan semudah itu kata-kata kasar keluar dari mulut ibu dan bapak

YA Allah……
Aku sedih dalam dugaan yang Engkau beri padaku….
Aku sedih dalam tawaku….
Aku termenung Mencari ketenangan buat hatiku yang terluka….
maafkanlah dosa mereka yang telah menghinaku Ya Rahman.. Ya Rahim….

aku pun pulang dengan membawa rasa sakit yang teramat dengan kesedihan karna harus kehilangan seseorang
yang aku sayangi,Hati terasa pilu saat dia berlalu dari hidupku Hilang semua kisah cinta dalam hatiku bersamamu,

Ya Allah….
Aku lemah dan tidak berdaya…
Aku Kecewa dalam Cintaku….
Aku kecewa dalam tugasku..
Aku kecewa dalam jalanku…
Aku sepi tanpa Cinta-Mu…….
berikanlah aku ketabahan dan keikhlasan dalam menjalani semua ini..

andai kau tau cantika Cintaku padamu tlah setinggi langit mungkin kau takkan diam seperti itu ketika aku di hina,
Namun sayangnya kau tak merasakan apa yang aku rasakan itu,aku terima mungkin itu suatu cobaan dari Allah swt
untuk aku,jalanilah hidupmu sesuai kehendak orangtuamu itu biarkanlah kini rasa sayangku padamu akan ku ingat slalu
dan izinkanlah kenangan yang walau hanya sesaat itu Biar ku bawa sendiri..

YA Allah,……
Aku tahu Engkau lebih MAHA Mengetahui tentang diriku..
tiada tempat aku mengadu melainkan padaMu…
Aku Mohon,,,,
Berikan hatiku ketenangan….
Janganlah Engkau dugai aku.. Sehingga aku tidak dapat menerimanya..
Sesungguhnya.. Engkaulah yang ku Cinta..
Dan…
Mencintai-Mu adalah kekal….

Cantika aku tak bisa menahan langkah kakimu untuk mengikuti kehendak orangtuamu yang telah menjodohkanmu
dengan seorang lelaki yang lebih segalanya dari aku,Aku tak bisa menahan kepergianmu ketika pertemuan kita untuk
terakhir kali nya,aku menyadari Kau telah dengan yang lain untuk hidupmu nanti sesuai dengan harapan orangtuamu,

Ya Allah..
Menitis air mataku tanpaku menyadarinya melihat dia berlalu dari hidupku…
Menitis air mataku mendengar kalimat terakhir yang dia ucapkan kepadaku sebelum dia pergi…
Menitis air mataku berderai di pipiku… Apabila malam ku terjaga dan bedo’a kepadaMu untuk ketenangan hatiku….
Menitis air mataku tidak tertahan.. apabila mengenangkan ujian KekasihMu Rasullulah yang lebih berat daripada aku..
Menitis air mataku pabila aku terkenang waktu peristiwa itu….
Aku tak bisa menahan air mataku Ya Allah… tabahkanlah hatiku selalu Ya Rabb…
Aku tak bisa menahan kesedihanku akan perjalanan hidupku kala mengingat semua hinaan mereka,
Aku tak bisa menahan kepedihanku pada waktu itu Ya Allah…. hatiku telah hancur hilang semua mimpiku
Untuk hidup bersamanya nanti….
Ya Allah,…..
Hadirkanlah cintaku padaMu…
Bimbinglah hatiku dari terus bersedih karna ku yakin setetes airmataku adalah penghantar do’aku kepadaMu Ya Rabb..
Bantulah aku Ya Allah… agar aku bisa mengikhlaskannya…..
Berikanlah aku pertunjukMu dalam menjalani hidupku untuk slalu mencari ridhoMu Ya Rahim….
Berikan aku RahmatMu serta hikmah dari semua ini Ya Allah….

Ya Allah semoga mereka yang gila akan harta dan tahta cepat tersadar bahwa sesungguhnya kesenangan duniawi seperti harta dan status sosial bukanlah ukuran bagi kemuliaan seseorang. Karena Allah Ta’ala memberikan dunia kepada orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai-Nya. Akan tetapi Allah akan memberikan agama ini hanya kepada orang yang dicintai-Nya. Sehingga ukuran/patokan akan kemuliaan seseorang adalah derajat ketakwaannya. Semakin bertakwa maka dia semakin mulia di sisi Allah.

Aku teringat dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke surga kecuali aku telah perintahkan kalian dengannya dan tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke neraka kecuali aku telah larang kalian darinya. Sungguh salah seorang di antara kalian tidak akan lambat rizkinya. Sesungguhnya Jibril telah menyampaikan pada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rizkinya. Maka bertakwalah kepada Allah wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang di antara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya keutamaan/karunia Allah tidak akan didapat dengan maksiat.” (Shahih, HR. Al-Hakim no.2136 dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)

dan aku pun tersadar lalu tidak berputus asa dalam menjalani hidup di dunia fana ini,

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain.” (HR. Al-Bukhariy 7/158 dari Anas radhiyallahu ‘anhu)

Astaghfirullaah ……
Yaa Allah…ampunilah segenap khilaf aku dan khilaf mereka yang seringkali lupa mengucap syukur dengan rizki yang telah Engkau berikan.
Amin Ya Rabbal ‘alamin…….
Hiasilah selalu hidup ini dengan ibadah hanya kepada-Mu,….

~ oleh Vandi Al-faqir pada 21/11/2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: