Jauhkan Rindu

Bila rindu kembali menjengah,
Menyusup datang melalui sekeping gambar,
Begitu terasa bibirku bergetar,
Begitu terasa kakiku makin longlai.

Ku lihat pada jari-jemariku,
Menggigil dalam bahang tengah hari,
Ku sentuh pada bibirku,
kering mengelupas,
Ku letakkan tangan pada dadaku,
Degupannya menjadi deras.

Ku lihat wajahku dalam refleksi,
Warnanya pucat membiru,
Tiada kilauan dalam mata,
Tiada cahaya pada wajah.
Hanya kelesuan jelas kelihatan.

Yang lain menggelar rasa ini ‘cinta’,
Lalu mereka hairan aku menolak ‘cinta’,
Tapi aku pasti ianya adalah ‘petaka’ ,
karana rindu ini rindu yang memusnahkan,
Rindu ini rindu yang mencemarkan,
Karana rindu ini rindu yang tidak halal untukku,
Karana rindu ini boleh mengundang dosa.

Dahulu,
Jika rindu yang sama bertandang,
Akulah insan paling bahagia.

Kini,
Jika  rindu yang sama bertamu,
Akulah insan paling sengsara.

Aku tak inginkan rasa ini,
Aku tak inginkan rindu ini.

Rindu ini yang dahulu telah melalaikanku dari mengingat-Mu,
Rindu ini yang dahulu menghalangku dari kemanisan beribadat kepada-Mu,
Rindu ini yang dahulu membutakan mataku  dari melihat jalan-Mu,
Rindu ini yang dahulu membinasakan cinta suci hamba-Mu.

Rabbi,
Jangan kau benarkan rindu ini menggigitku,
karna aku takut dihinggapi virus cinta buta.

Rabbi,
Jangan kau biarkan rindu ini menghantuiku,
karna aku takut pada bayangannya,
Karna ku tahu jatuh cinta itu,
Hanya bisa pada Allah swt rindu dan cinta itu,
Karna ku tahu nafsu ini,
Sering membawa ke arah kejahatan,
Yang datang dari godaan syaitan.

Rabbi,
Ku mohon,
Jauhkanlah aku dari ‘petaka’ rindu ini,
Hadirkanlah aku pada cinta-Mu,
Cinta yang kekal dan abadi.

~ oleh Vandi Al-faqir pada 06/11/2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: