Taqwa Itu Apa..?

Kalimah ‘Taqwa’ asal maknanya adalah mengambil tindakan penjagaan dan memelihara dari sesuatu yang mengganggu dan memudaratkan.

Menurut Syara’, ‘Taqwa’ berarti : “Menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah Ta’ala dengan jalan melaksanakan perintah-perintahNya, taat kepadaNya dan menjauhi larangan-laranganNya serta menjauhi perbuatan maksiat”.[2]

Rasulullah s.a.w. pernah menjelaskan hakikat taqwa dengan sabda baginda saw yang bermaksud :

“Mentaati Allah dan tidak mengingkari perintah-Nya, sentiasa mengingat Allah dan tidak melupakannya, bersyukur kepada-Nya dan tidak mengkufuri nikmat-Nya”. ( Riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Abbas rha. )

Sayidina Umar r.a. pernah bertanya kepada seorang sahabat yang lain bernama Ubai bin Ka’ab r.a. makna taqwa. Lalu Ubai bertanya kepada Umar : “Adakah engkau pernah melalui satu jalan yang berduri..? Jawab Umar: “Ya”. Tanya Ubai lagi: “Apakah yang kamu lakukan untuk melalui jalan tersebut?”.

Jawab Umar : “Aku melangkah dengan waspada dan berhati-hati”. Balas Ubai : “Itulah yang dikatakan taqwa”.

Menurut Ibnu Abbas r.a. : “Al-Muttaqin (yakni orang-orang bertaqwa) ialah orang-orang beriman yang memelihara diri mereka dari mensyirikkan Allah dan beramal menta’atiNya”.

Menurut Hasan al-Basri : “Orang-orang bertaqwa ialah orang-orang yang memelihara diri dari melakukan perkara yang diharamkan Allah dan mengerjakan apa yang difardhukan Allah ke atas mereka”.

Berkata Abu Yazid al-Bustami : “Orang bertaqwa ialah seorang yang apabila bercakap, ia berbicara karena Allah dan apabila ia beramal, ia beramal karena Allah”.

Martabat Taqwa

Menurut Al-‘Allamah Mustafa al-Khairi al-Manshuri, taqwa ini mempunyai tiga martabat;

Martabat pertama : Membebaskan diri dari kekufuran

Inilah yang diisyaratkan oleh Allah dengan “Kalimat at-Taqwa” dalam firmanNya :

“…lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu’min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa …”. (Surah Al-Fath. Ayat : 26)

Maksud kalimah at-Taqwa dalam ayat di atas ialah kalimah : “لا إله إلا الله محمد رسول الله” atau dua kalimah syahadah. Kalimah ini merupakan kalimah iman yang menjadi asas atau puncak kepada taqwa.

Martabat kedua : Menjauhkan diri dari segala perkara yang membawa kepada dosa.

Martabat ketiga : Membersihkan bathin (hati) dari segala yang menyibukkan atau melalaikan diri dari Allah swt.

Martabat yang ketiga inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah;

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati melainkan kamu menyerah diri ( kepada Allah swt ).” (Surah Ali Imran. Ayat : 102)

Muslim yang Berjuang dan Bertaqwa

Merentasi era peradaban modern yang menyaksikan keruntuhan akhlak , moral dan aqidah ummah kini di paras bahaya , memerlukan kuasa taqwa yang tinggi untuk kembali membina struktur asas ummat Islam yang kian runtuh .

Taqwa adalah formula tepat untuk memproses penawar bagi memulihkan kecederaan iman yang sangat parah dewasa kini, khasnya dikalangan mereka yang mengaku muslim .

Kecederaan hancur di bagian iman inilah yang meletakkan ummat Islam turut terjebak dalam kancah perlecehan akhlak, moral dan aqidah.

Saksikanlah, bagaimana dunia kini amannya dan negara kita khasnya dilanda kehancuran peradaban Insaniyyah, sehingga hilang peri kemanusiaan sebaliknya peri kebinatangan menguasai minda sebagian besar ummat manusia.

Menyadari realiti dunia dan ummah hari ini, marilah kita mengambil kesempatan daripada ibadah puasa yang dijalani sebulan di bulan Ramadhan untuk membina syakhsiyyah muslim yang berjuang dan bertaqwa dengan mendidik jiwa, minda dan seluruh pancaindera agar tunduk dan patuh kepada Allah swt. serta siap untuk menjunjung tinggi segala tanggungjawab mempertahankan dan memperjuangkan Islam di persada alam ini .

Kitalah selayaknya memikul tanggungjawab sebagai pejuang untuk menyelamatkan diri , dunia dan ummah dari bahana syahwah yang menyimpang jauh dari Manhaj Ilahi .

Pejuang yang dilengkapi sifat taqwa yang mantap sebagai alat keselamatan dan asas kekuatan diri demi memenangkan pertempuran antara iman dan kufur , hak dan bhatil serta islam dan jahiliyyah.

~ oleh Vandi Al-faqir pada 10/10/2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: