Ilmu Nahwu علم النحو Shorof

Seperti halnya bahasa-bahasa yang lain, Bahasa Arab mempunyai kaidah-kaidah tersendiri di dalam mengungkapkan atau menuliskan sesuatu hal, baik berupa komunikasi atau informasi.
Lalu, bagaimana sebenarnya awal mula terbentuknya kaidah-kaidah ini, dan kenapa dikatakan dengan istilah nahwu?. Simak artikel berikut.
Pada jaman Jahiliyyah, kebiasaan orang-orang Arab ketika mereka berucap atau berkomunikasi dengan orang lain, mereka melakukannya dengan tabiat masing-masing, dan lafazh-lafazh yang muncul, terbentuk dengan peraturan yang telah ditetapkan mereka, di mana para junior belajar kepada senior, para anak belajar bahasa dari orang tuanya dan seterusnya. Namun ketika Islam datang dan menyebar ke negeri Persia dan Romawi, terjadinya pernikahan orang Arab dengan orang non Arab, serta terjadi perdagangan dan pendidikan, menjadikan Bahasa Arab bercampur baur dengan bahasa non Arab. Orang yang fasih bahasanya menjadi jelek dan banyak terjadi salah ucap, sehingga keindahan Bahasa Arab menjadi hilang. Dari kondisi inilah mendorong adanya pembuatan kaidah-kaidah yang disimpulkan dari ucapan orang Arab yang fasih yang bisa dijadikan rujukan dalam mengharakati bahasa Arab, sehingga muncullah ilmu pertama yang dibuat untuk menyelamatkan Bahasa Arab dari kerusakan, yang disebut dengan ilmu Nahwu.
Adapun orang yang pertama kali menyusun kaidah Bahasa Arab adalah Abul Aswad Ad-Duali dari Bani Kinaanah atas dasar perintah Khalifah Sayidina Ali Bin Abi Thalib, KW.
Terdapat suatu kisah yang dinukil dari Abul Aswad Ad-Duali, bahwasanya ketika ia sedang berjalan-jalan dengan anak perempuannya pada malam hari, sang anak mendongakkan wajahnya ke langit dan memikirkan tentang indahnya serta bagusnya bintang-bintang. Kemudian ia berkata, مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ . “Apakah yang paling indah di langit?”. Dengan mengkasrah hamzah, yang menunjukkan kalimat tanya.
Kemudian sang ayah mengatakan, نُجُوْمُهَا يَا بُنَيَّةُ . “Wahai anakku, Bintang-bintangnya”.
Namun sang anak menyanggah dengan mengatakan, اِنَّمَا اَرَدْتُ التَّعَجُّبَ . “Sesungguhnya aku ingin mengungkapkan kekaguman”.
Maka sang ayah mengatakan, kalau begitu ucapkanlah, مَا اَحْسَنَ السَّمَاءَ . “Betapa indahnya langit”. Bukan, مَا اَحْسَنُ السَّمَاءِ . “Apakah yang paling indah di langit?”. Dengan memfathahkan hamzah…

****

Dikisahkan pula dari Abul Aswad Ad-Duali, ketika ia melewati seseorang yang sedang membaca al-Qur’an, ia mendengar sang qari membaca surat At-Taubah ayat 3 dengan ucapan, أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولِهُ Dengan mengkasrahkan huruf lam pada kata rasuulihi yang seharusnya di dhommah. Menjadikan artinya “…Sesungguhnya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan rasulnya..”
Hal ini menyebabkan arti dari kalimat tersebut menjadi rusak dan menyesatkan.

Seharusnya kalimat tersebut adalah, أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُوْلُهُ “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.”
Karena mendengar perkataan ini, Abul Aswad Ad-Duali menjadi ketakutan, ia takut keindahan Bahasa Arab menjadi rusak dan gagahnya Bahasa Arab ini menjadi hilang, padahal hal tersebut terjadi di awal mula daulah Islam.
Kemudian hal ini disadari oleh khalifah Ali Bin Abi Thalib, sehingga ia memperbaiki keadaan ini dengan membuat pembagian kata, bab inna dan saudaranya, bentuk idhofah (penyandaran), kalimat ta’ajjub (kekaguman), kata tanya dan selainnya, kemudian Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Abul Aswad Adduali, اُنْحُ هَذَا النَّحْوَ “Ikutilah jalan ini”.
Dari kalimat inilah, ilmu kaidah Bahasa Arab disebut dengan ilmu nahwu. (Arti nahwu secara bahasa adalah arah). Kemudian Abul Aswad Ad-Duali melaksanakan tugasnya dan menambahi kaidah tersebut dengan bab-bab lainnya sampai terkumpul bab-bab yang mencukupi. Kemudian, dari Abul Aswad Ad-Duali inilah muncul ulama-ulama Bahasa Arab lainnya, seperti Abu Amru bin ‘alaai, kemudian al Kholil al Farahidi al Bashri (peletak ilmu arudh dan penulis mu’jam pertama) , sampai ke Sibawaih dan Kisai (pakar ilmu nahwu, dan menjadi rujukan dalam kaidah Bahasa Arab).
Seiring dengan berjalannya waktu, kaidah Bahasa Arab berpecah belah menjadi dua mazhab, yakni mazhab Basrah dan Kuufi (padahal kedua-duanya bukan termasuk daerah Jazirah Arab). Kedua mazhab ini tidak henti-hentinya tersebar sampai akhirnya mereka membaguskan pembukuan ilmu nahwu sampai kepada kita sekarang.
Demikianlah sejarah awal terbentuknya ilmu nahwu, di mana kata nahwu ternyata berasal dari ucapan Khalifah Ali bin Abi Thalib, sepupu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dasar-Dasar Ilmu Nahwu

Kunci dalam mempelajari bahasa adalah banyaknya kosa kata yang dimiliki (dihafal) dan menerapkannya di dalam kalimat, dengan demikian ia akan mampu berbahasa dalam bahasa tersebut, namun hal itu belum menjamin keselamatan ungkapan dari kefahaman dan ketidak fahaman pendengar atau lawan berbicara yang disebabkan oleh kesalahan penggunaan suatu kaedah, terutama dalam bahasa arab yang penuh dengan berbagai macam kaedah yang mana bila salah dalam menggunakannya maka akan berakibat fatal terhadap arti dan maksud dari ungkapan tersebut. Untuk itu secara singkat, saya akan menjelaskan sedikit dasar-dasar dari kaedah umum bahasa arab (Nahwu) yang kiranya dapat membantu dalam mempelajari bahasa arab.

Dalam bebicara dan menyampaikan maksud kepada orang lain, tidak akan terlepas dari untaian kata-kata yang terangkai dalam suatu kalimat, dalam bahasa arabnya disebut dengan الكلام yaitu kalimat sempurna, terdiri dari dua kata atau lebih, baik terdiri dari dua isim (kata benda), misalnya الاتحاد قوة (Persatuan adalah power), atau terdiri dari Fiíl (kata kerja) dan Isim (kata benda), misalnya عاد المسافر (telah kembali para musafir), atau terdiri dari Fiíl amr misalnya, استَقِمْ dan faílnya Dhamir tersembunyi (mustatir). Kesemuanya itu menunjukkan bahwa kalimat tesusun dari beberapa kata dan mempunyai arti yang sempurna.

Kata الكلمة secara bahasa berasal dari kata كلم yang berarti melukai dengan anggota tubuh جرح kemudian arti tersebut lebih dikhususkan pada Lafadz yang diletakkan terhadap arti tertentu. Kadang kata الكلمة yang digunakan namun makna yang dimaksudkan adalah Kalimat, misalnya dalam Al Quran: (كلا إنَّها كلمة هو قائلها)Lafadz اللفظ mencakup الكلمة dan الكلام yaitu suara yang terdiri dari beberapa huruf, sedangkan القول yaitu apa-apa yang diucapkan baik itu sempurna maupun tidak sempurna.

Macam-macam kata

Setiap kalimat tersusun dari beberapa kata yang mempunyai arti yang mana dapat menunjukkan akan kedudakan dari kata tersebut di dalam kalimat, misalnya dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah SPO (subjek, predikat dan objek), begitu pun halnya dalam bahasa Arab. Sebelum mengetahui kedudukan kata, terlebih dahulu kita mengenal macam-macam kata dan pembagiannya dalam bahasa Arab guna membantu dalam memahami dan mengetahui kedudakannya di dalam sebuah kalimat. Kata di dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga, yaitu:

Isim الاسم (Kata benda)

Isim secara bahasa adalah nama, yaitu sebutan yang menunjukkan suatu yang dinamakan, apakah sebutan itu pada jenis atau pada unsurnya. Manusia ناس atau رَجُل adalah nama untuk suatu jenis yang dinamakan manusia atau laki-laki, dan Ahmad أحْمد adalah nama untuk individu yang dinamakan Ahmad. Semua kata ini adalah Isim. Dalam pengertian yang paling sederhana merujuk padanan dalam bahasa Indonesia, maka Isim adalah nominal. Sedangkan dalam istilah Nahwu, Isim adalah suatu kata yang menunjukkan makna tersendiri dan tidak terikat dengan waktu.

Bagaimana kita bisa mengetahui suatu kata dalam bahasa Arab itu adalah Isim? Sedangkan kita selagi pertama kali belajar Nahwu tidak mengetahui makna kata tersebut dan tidak juga mengetahui apakah suatu kata mengandung makna yang terikat dengan waktu atau tidak. Caranya adalah dengan mengetahui tanda-tanda Isim pada suatu kata yang membedakannya dari dua jenis kata lainnya. Setiap kata yang mengandung atau bisa menerima salah satu dari tanda-tanda tersebut, maka kata tersebut adalah Isim.

Tanda-Tanda Isim

Ada beberapa tanda yang terletak pada suatu kata yang menunjukkan bahwa jenis kata tersebut adalah Isim. Tanda-tanda Isim tersebut adalah:

A. Tanda dari segi artinya

Untuk mengetahui apakah kata tersebut termasuk isim, dapat dilihat dari maknanya, atau kata tersebut bisa disandarkan kepada kata yang lain baik dia itu subjek (fail) atau pemulaan kalimat (mubtada). Contohnya عاد المسافرون isim di dini bersandar pada fiíl (kata kerja) yang menunjukkan ia adalah fail, contoh mubtadaمسافر خالد.

B. Tanda dari segi Lafadznya

   1. Tanwin التنوين yaitu bunyi nun sukun pada akhir kalimat yang ditandai dengan harakat double ــًـ ــٍـ ــٌـ. Contohnya, خالدٌ atau زيدٍ,dan قانتاتٍ. Maka kata-kata dalam semua contoh ini adalah Isim karena boleh dimasuki oleh tanwin. Tanwin secara garis besarnya terbagi menjadi, Pertama: Tanwin tamkin تمكين yaitu tanwin yang diikutkan kepada isim mu’rab, contoh محمدٌ. Kedua: Tanwin Tankir تنكير yang mengikuti isim ma’rifah (yang pasti) menjadikannya nakirah (belum pasti) contoh, سيبويهِ (nama ahli nahwu). Ketiga: Tanwin Muqabalah المقابلة yang diikutkan kepada Jamak muannas salim (jamak untuk perempuan) contohnya, قانتاتٍ disamakan dengan Nun yang ada pada Jamak Muzakkar Salim (jamak untuk laki-laki) قانتون. Keempat: Tanwin Ta’wid العِوَض (pengganti) yang diikutkan pada sebagian kata sebagai pengganti terhadap apa yang dihapus dan dihilangkan, baik sebagai pengganti dari huruf yang dihilangkan, contohnya راعٍ جاء kata rain ditanwinkan sebagai pengganti huruf YA yang dihilangkan, aslinya adalah راعي. Ataukah pengganti dari kata yang dihapus, misalnya kata-kata yang terletak setelak Kullu dan Ba’dhu yang terhapus kata yang disandarkan padanya كلٍّ منهم asalnya adalah كل واحد منهم. Ataupun sebagai pengganti dari kalimat yang dihilangkan, contoh زرتني قبل سنتين وكنت حينئذٍ أعمل في الجامعة (dua tahun lalu, engkau menziarahiku dan pada saat itu saya bekerja universitas), kata Hinaizin ditanwinkan karena menggantin kalimat yang hilang, asalnya adalah حينئذ زرتني.

   1. Dapat dimasuki dan dihubungkan dengan Alif dan Lam, ألـ pada awal kata. Setiap kata yang didahului oleh AL atau boleh menerima AL, maka kata tersebut adalah Isim. Contohnya, الكاتب = seorang penulis, المؤمن = orang mukmin, المسافر = orang yang bepergian. Semua kata ini adalah Isim ditandai dengan adanya AL di awal kata.

   1. Dapat dimasuki oleh Jarr الجر. Baik jarr disebabkan oleh adanya huruf jarr maupun karena Idhafah. Contohnya, الحراس على السطحِ , kata Sathi dibaca kasrah karena dimasuki oleh huruf jar yaitu Ála. Contoh Idhafah كتاب الطالبِ kata At Thalibi dibaca kasrah (jarr) karena bersandar kepada buku. Huruf-huruf Jarr adalah مِن = dari (permulaan), إلي = ke, kepada, عَن = dari (lepas, meninggalkan), علي = atas, في = di, di dalam, رُبَّ = barangkali, kadang-kadang [;sedikit atau banyak], الباء = dengan, الكاف = seperti [penyerupaan], اللام = untuk. Dan termasuk juga huruf-huruf sumpah حروف القسم, yaitu; الواو hanya untuk Isim Zhahir,[2] الباء untuk Isim Zhahir dan Dhamir, dan التاء khusus dengan kata الله. Contohnya; واللهِ, بِاللهِِ, تَاللهِ, semuanya bermakna Demi Allah.

   1. Boleh dimasuki oleh Harf Nida (panggilan) contoh, يا زيدُ (Hai Zaid) dimasuki oleh Ya harf nida, contoh lain, يا عبدَاللهِ.

   1. Kata tersebut dapat dirubah bentuknya menjadi bentuk Tashgir التصغير (mengecilkan) contoh, جبل (gunung) menjadi جبيل(gunung kecil), contoh lain, عصفور menjadi عُصَيْفِير.

   1. Kata tersebut dapat dijadikan Musanna (yang menunjukan atas dua) dan jamak. Contoh, طالبان، طلاب، طالبون، طالبات

Tanda-tanda Fi’il الفِعل

Fi’il secara bahasa berarti kejadian atau pekerjaan. Dan padanannya dalam bahasa Indonesia adalah kata kerja atau verbal. Sedangkan dalam istilah Nahwu, Fi’il adalah kata yang menunjukkan suatu makna tersendiri dan terikat dengan salah satu dari tiga bentuk waktu; masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang.

Contohnya كَتَبَ adalah kata yang menunjukkan makna penulisan dan terikat dengan masa yang telah lalu, يَكْتُبُ adalah kata yang memnunjukkan makna penulisan dan terikat dengan masa sekarang, dan أكتُبْ juga adalah kata yang menunjukkan makna penulisan dan terikat dengan masa yang akan datang. Demikian juga contoh-contoh lain seperti نَصَرَ ينصُر انصُر = menolong, عَلِم يعلَم اعْلَمْ = mengetahui, جلَس يجلِس اجلِسْ = duduk, ضرَب يضرِب اضرِبْ = memukul, فهِم يفهَم افهَم = mengerti, memahami.

Perubahan bentuk dari setiap kata-kata dalam Bahasa Arab merupakan pembahasan Ilmu Sharaf atau dalam istilah yang lebih luas; Morphologi. Sedangkan dalam Ilmu Nahwu, unsur utama yang diperhatikan adalah kedudukan kata tersebut dalam struktur kalimat. Meskipun setiap kata dasar dalam bahasa Arab banyak mempunyai varian bentuk kata sesuai dengan kegunaan dan maknanya masing-masing, yang paling penting dalam Ilmu Nahwu adalah jenis-jenis semua kata tersebut dikelompokkan dalam tiga jenis saja, yaitu; Isim, Fi’il, dan Huruf.

Demikian juga, pembagian fi’il dalam Ilmu Nahwu terbatas pada tiga macam saja, yaitu kata kerja yang menunjukkan kejadian di masa lalu, kata kerja masa sekarang, dan kata kerja perintah. Dengan demikian, jenis-jenis Fi’il adalah:

   1. Fi’il Madhi الفعل الماضي yaitu kata kerja yang menunjukkan suatu pekerjaan atau kejadian yang berlangsung pada masa sebelum waktu penuturan. Contoh, خطب , سمِع , انْطَلَقَ , اسْتَعملَ .Tanda-tandanya dari segi arti yaitu menunjukkan suatu pekerjaan atau kejadian yang berlangsung pada masa sebelum waktu penuturan. Adapun tanda-tandanya secara Lafdzi yaitu: Pertama: dapat dimasuki oleh Lam لـ . Kedua: Dapat dimasuki oleh Ta Al Faíl, contoh سافرتُ سافرتَ سافرتِ . Ketiga: dapat dimasuki oleh Ta ta’nis sakinah, contoh, استمعتْ سافرتْ جلستْ عادتْ. Hukum fiíl Madhi dalm I’rab adalah Mabni (tidak berubah harakah akhir hurufnya).
   2. Fi’il Mudhari’ الفعل المضارع yaitu kata kerja yang menunjukkan pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada saat dituturkan (sekarang) atau sesudahnya (akan datang). Misalnya يَصلُحُ . Dinamakan Mudhari’karena menyerupai isim. Tanda-tanda Mudhari’adalah dapat dimasuki oleh sin السين dan saufa سوف . Juga dapat dimasuki oleh huruf jazm dan Nashb لم, لا الناهية, لام الأمر , إنْ , أَنْ, لَنْ. Dan kadang bentuknya Mudhari’namun berarti Madhi, apabila dimasuki oleh Lam, misalnya, لم يحضر (belum/tidak datang). Hukum I’rab fiíl Mudhari’ adalah Mu’rab (berubah harakah ahir hurufnya) selama tidak dimasuki oleh Nun Taukid نون التوكيد dan Nun Niswah نون النسوة.
   3. Fi’il Amar فعل الأمر yaitu kata yang menunjukkan tuntutan tercapainya pekerjaan tersebut setelah masa pengungkapan. Contohnya, seorang ayah atau kawan dan lain-lain memerintahkan kepada seseorang untuk belajar, dia mengatakan = تعلَّمْ Belajarlah, atau اقرأ bacalah, atau انْطَلِقْ pergilah. Atau اسْتَغْفِر bertobatlah. Tanda-tanda fiíl amar adalah dapat dimasuki oleh Nun Taukid نُونَ التَّوكيد adalah huruf Nun pada akhir kata yang berfungsi untuk menunjukkan kesungguhan dan ketegasan tuntutan. Nun Taukid ada dua macam yaitu Khafifah (ringan) dan Tsaqilah (berat). Perbedaan keduanya dari segi bentuk adalah Nun Taukid Khafifah berbaris sukun ـنْ, sedangkan Nun Taukid Tsaqilah bertasydid dan berharakat fathahـنَّ . atau Ya Al Mukhatabah ياء المخاطبة adalah huruf Ya sukun di akhir kalimat sebagai kata ganti orang kedua perempuan; yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa tuntutan ditujukan kepada perempuan. Contohnya, قُوْمي = (Kamu perempuan), Bangunlah!, dari asal katanya untuk laki-laki قُمْ, dan اُكْتُبي = (Kamu perempuan), Menulislah!, dari asal kata perintahnya untuk laki-laki اكتب. Kedua kata aslinya yang untuk laki-laki adalah Fi’il karena menunjukkan tuntutan dan bisa menerima Ya Mukhathabah. Dan dua kata yang untuk perempuan adalah Fi’il dengan ditandai dengan masuknya Ya Mukhathabah dan menunjukkan makna tuntutan. Hukum fiíl amar dalam I’rab adalah Mabni.

Dari semua penjelasan di atas tadi, dapat disimpulkan Tanda-tanda Fi’il yang paling utama, baik Fiíl Madhi, Mudhari’dan Amar secara umum ketika berada dalam struktur kalimat adalah:

   1. Kata tersebut didahului oleh قد .
   2. Tanda Fi’il yang kedua adalah suatu kata itu didahului Huruf Sin السينُ atau Huruf Saufa سوفَ.
   3. Tanda Fi’il ketiga adalah Ta Ta’nis Sakinah تاءُ التَّأنيث السَّاكنَة yaitu huruf Ta sukun yang masuk pada akhir kata. Tanda ini hanya untuk Fi’il Madhi saja dan fungsinya adalah untuk menunjukkan bahwa Isim yang terpaut dengan Predikat ini berbentuk feminin (muannas).
   4. Tanda Fi’il keempat adalah suatu kata yang menunjukkan makna tuntutan dan kata tersebut bisa menerima Ya Mukhathabah ياء المخاطبة atau Nun Taukid نُونَ التَّوكيد.

Huruf الحرف

Huruf adalah jenis kata yang berfungsi sebagai kata bantu, yaitu kata yang mengandung makna yang tidak berdiri sendiri. Maknanya hanya bisa diketahui dengan bersandingan dengan kata lain, baik Isim atau Fi’il

Tanda Huruf adalah tidak menerima tanda-tanda Isim atau tanda-tanda Fi’il, atau dengan ungkapan lain, Huruf adalah tanpa tanda pengenal. Kalau kita mengenal Jim dengan titik di bawah dan Kha dengan titik di atas, kita mengenal Ha tanpa titik. Demikian juga, kita mengenal jenis kata Isim dan Fi’il dengan tanda-tanda yang telah disebutkan di atas, maka kita mengenal jenis kata Huruf tanpa tanda dan tidak menerima tanda-tanda Isim atau Fi’il.

Kata yang termasuk dalam jenis Huruf ini terbagi bermacam-macam sesuai dengan fungsinya yang mempengaruhi status kata yang dimasukinya, sesuai dengan fungsi maknanya, dan terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

1. Huruf yang dapat masuk ke Isim maupun Fiíl, dan huruf tersebut tidak mempunyai kedudukan apa apa dalam I’rab. Contoh, kata Hal هَلْ dalam وَهَلْ أَتَاكَ حديث الغاشية.

2. Huruf yang dikhususkan pada isim, dan huruf tersebut mempunyai fungsi serta kedudukannya dalam I’rab. Contoh, huruf Inna إنّ dan Fi في, dalam Al Quran : إنّ الله يحب الذين يقاتلون في سبيله.

3. Huruf yang dikhususkan tehadap Fiíl dimana huruf-huruf tersebut mempunyai kedudukan dan fungsi dalam I’rab. Contoh, huruf Nashab dan Jazam.

I’RAB الإعراب dan BINA البناء

I. Al BINA البناء

Bina adalah suatu keharusan dimana harakah (baris) akhir dari suatu kata tidak akan mengalami perubahan yang disebabkan oleh factor-faktor yang merubah harakah dan kedudukan kata, atau simpelnya, Bina adalah kata yang tidak berubah harakah akhir hurufnya. Contohnya, kata aina أينَ (dimana) dan amsi أمْسِ (kemarin), dimana baris (harakah) akhirnya tidak akan pernah berubah.

Macam-macam Bina البناء

Tanda-tanda bina suatu kata dalam I’rab terbagi menjadi empat, yaitu:

   1. Sukun السُّكونُ yaitu tidak adanya harakah, yang mana terdapat pada huruf, fiíl serta isim, contoh mabni dengan sukun dari huruf هلْ , dan dari fiíl, قمْ , dan dari isim, كمْ .
   2. Fatha الفَتْحُ , berbaris atas dengan fatha, hal ini pun terdapat pada Isim, contohnya أينَ , dan Huruf, contohnya سوفَ , juga pada Fi’il, contohnya, قامَ .
   3. Kasrah الكَسْرُ berbaris bawah dengan kasrah, terdapat pada Isim, contohnya أمْسِ dan huruf, contohnya huruf Lam Al Jarr لامِ الجر misalnya dalam kalimat المالُ لِزَيْدٍ .
   4. Dhamma الضَّمُّ berbaris atas dengan Dhamma, terdapat pada huruf, contohnya منْذُ dan isim yang menunjukkan arah misalnya تحتُ dengan syarat harus Idhafah secara makna tanpa Lafadz.

Bentuk-bentuk Mabni

Setelah mengetahui macam-macam tanda bina, seyogyanyalah untuk mengetahui apa-apa saja dari Isim, Fi’il dan Huruf yang Mabni agar tidak salah dalam menempatkan letak serta hukumnya dalam suatu kalimat.

A.Huruf الحُرُوفُ

Semua huruf adalah Mabni, baik dengan Fatha seperti وَ، كَ، ف، ثمَّ ,maupun Sukun, seperti منْ، في، إلى، هلْ , dan Kasrah seperti لِـ (لتكتبْ درسك، جئت لأشكرَك)، بِـ (كتبت بالقلم) , dan juga Dhamma sperti منذُ.

B. Af’al الأفعال

Semua Fi’il adalah Mabni kecuali Fi’il Mudhari’ yang tidak dimasuki oleh salah satu dari Nun Niswah نون النسوة maupun Nun Taukid نُونَ التَّوكيد .

Bentuk-bentuk Bina Fi’il Madhi

Fatha: Jika tidak berhubungan dengan kata apa pun, contohnya سمعَ , تكلمَ atau Fi’il tersebut bergandengan dengan Ta Ta’nis تاء التأنيث contohnya فهمَتْ , جلستْ atau Fi’il tersebut berhubungan dengan Al Alif Al Itsnain ألف الاثنين yang menunjukan dua orang, contohnya ذهبا، قاما، سعيا. Sukun: Apabila fi’il tersebut bergandengan dengan Dhamir yang kedudukannya adalah marfu’ sebagai subjek misalnya Ta mutakallim dan sebagainya, atau fi’il tersebut bergandengan dengan Nun Niswah, contohnya سمعْتُ، سمعْنا، سمعْتَ، سمعْتِ , سمعْتما، سمعْتُنّ، سمعْنَ. سعيْت، سعيْنا, سعيْتما، سعيْتُنَ. Dhamma: Apabila Fi’il tersebut berhubungan dan bergandengan dengan Wau Al Jama’ah (yang menunjukkan jamak muzakkar salim=laki-laki), contohnya سمعُوا، فهمُوا.

Bentuk-bentuk Bina Fi’il Mudhari’

Fi’il Mudhari’ Mabni apabila dimasuki oleh salah satu dari Nun Taukid dan Nun Niswah, dan tanda bina nya adalah, Sukun: Apabila berhubungan dengan Nun Niswah, contohnya يسمعْنَ، يقرأْنَ، يمشيْنَ، يدعوْنَ . Fatha: Apabila berhubungan langsung dengan Nun Taukid yang disandarkan kepada Mufrad Muzakkar, contohnya, لِتسمعَنْ، لتدعوَنّ.

Bentuk-bentuk Bina Fi’il Amar

Adapun Bina nya Fiíl Amar yaitu, Sukun: Apabila huruf terakhirnya bukan huruf Illat (Alif, Wau dan Ya) dan tidak berhubungan dengan kata apa pun, contoh افهمْ، اسمعْ , atau berhubungan dengan Nun Niswah, contoh أطعْنَ، ادنوْنَ، اسعيْنَ. Fatha: Apabila berhubungan dengan Nun Taukid, contohnya افهمَنْ، اسمعَنّ، ادعوَنْ وادعوَنّ. Khazfu Nun (dihilangkan huruf Nunnya): Apabila berhubungan dengan Alif Itsnain yang menunjukkan Mutsanna, atau Wau Jamaáh yang menunjukkan Jamak Muzakkar Salim atau Ya Al Mukhathabah, contohnya, ارعيا، اقنعوا، اقنعي. Khazfu harfu illah (meniadakan huruf Illatnya): Apabila huruf akhir dari fiíl adalah huruf illah, contohnya, ارعَ، ادعُ، امشِ.

C. Al Asma الأسماءُ

   1. Dhamair الضَّمائِرُ (Pronauns) atau kata ganti baik orang pertama tunggal dan sebagainya yang terbagi menjadi Munfashil (terpisah) yang terbagi menjadi Rafa’dan nasab (kedudukannya dalam I’rab) contoh Rafa’ أنا، نحن، أنتَ، أنتما، أنتم، أنتِ، أنتما، أنتنَّ , هوَ، هما، همْ، , هيَ, هما، هنَّ Contoh Nashab : إيّاي، إيانا، إيّاكَ، إياكما، إياكم، إِياكِ، إياكما، إياكنّ، .dan Muttashil (berhubungan) juga terbagi menjadi Rafa’, Nashab, dan Jarr .Contoh Rafa’(تاء), (نا) قرأتُ, قرأنا. Contoh Nashab, ياء orang yang berbicara, سمعني. كاف (lawan berbicara) misalnya حدثك. Atau هاء (terhadap orang ketiga tunggal) misalnya, أعطيته. Contoh Jarr, Ya (ياء) (orang yg berbicara) misalnya كتبي , Ha هاء (orang ketiga tunggal) misalnya بيتهُ. Kaf كاف (lawan berbicara) misalnya كتابك.
   2. Kata Sambung أسْماءُ المَوْصُولِ seperti الذي (berarti yang untuk sesuatu atau seorang yang menunjukkan Muzakkar = laki-laki), التي (untuk Muannats atau perempuan), الذينَ (jamak Muzakkar) اللاتي، اللاتِ، اللواتي (jamak muannas).
   3. Kata Tanya الاسْتِفْهَامِ , seperti Man=siapa مَنْ (untuk yang berakal), Ma=apa ما (yang tidak berakal) mata=kapan متى (untuk waktu) Aina=di mana أينَ (untuk tempat).
   4. Isim yang menunjukkan pada bunyi-bunyian dan suara, seperti suara bayi dan juga suara binatang, contoh إسَّ وهِسَّ، وهجْ (suara kambing/mengembik), هلا (suara kuda), كِخْ (suara tangisan bayi). Dan sebagainya.
   5. Isim (kata benda) yang mengandung arti fi/íl (kata kerja), contohnya, صهْ، مهْ (cukup!), حيَّ (terimalah), أفٍّ (makian), ويْ (makian), هيهاتَ (jauh). Dan lain-lain yang mengandung makna fiíl.
   6. Sebagian dari keterangan waktu dan tempat, contoh إذْ، إذا، الآنَ، حَيْثُ، أمْسِ.
   7. Isim yang menunjukkan syarat أسْماءُ الشَّرْط , contoh مَنْ, مهما, متى, حيثما, كيفما, أيْ, أيّانَ.

II. AL I’RAB الإعراب

I,rab adalah kebalikan dan lawan dari Bina, dimana harakah (baris) akhir dari suatu kata akan mengalami perubahan yang disebabkan oleh factor-faktor yang merubah harakah dan kedudukan kata dalam kalimat. Yang mana tanda-tanda I’rab itu terbagi menjadi dua, ada tanda yang asli dan farí (bukan asli).

Tanda Asli dari I’rab adalah Dhamma الضمةُ untuk Rafa’, Fatha الفتحةُ untuk Nashab, Kasrah الكسرة untuk Jarr, dan Sukun السكون untuk Jazam. Tanda-tanda ini ada yang dikhususkan untuk Isim dan Fiíl saja yaitu Rafa’dan Nashab, contohnya dalam kalimat المؤمنُ يتقنُ عمله Rafa’ (dibaca dhamma pada ahir harakatnya) kata Mu’min dan yutqinu dengan Dhamma, contoh lain dari yang Nashab, إنّ القطارَ لن يغادرَ قبل المساء Nashab Isim Qitara karena dimasuki Inna (huruf Nashab isim dan rafa’khabarnya) dan Fiíl Yughadir dengan Fatha karena dimasuki oleh haruf nashab yaitu Lan. Dan dari tanda-tanda I’rab tersebut ada juga yang dikhususkan terhadap isim yaitu Jarr, contohnya في مسجدِ المدينةِ عالم Kata masjidi dibaca kasrah karena di dahului huruf Jarr dan kata Madinah di baca kasrah karena Idhafaf. Adapun tanda Jazam dikhususkannya kepada Fiíl, contohny لم يفزْ بالنجاح كسول kata yafuz di sukunkan karena dimasuki oleh huruf jazam.

Tanda-tanda Farí dari I’rab yaitu suatu harakat mengganti kedudukan harakat lainnya seperti kasrah mengganti fatha pada Jamak Muzakkar Salim dan fatha menggantikan kasrah pada Mamnu’min As sharf. Atau kedudukan harakah digantikan oleh huruf, misalnya Wau menggantikan dhamma pada jamak muzakkar salim. Dan kesemuanya itu dapat diperincikan secara garis besarnya (baik harakah yang menggantikan posisi harakah lainnya maupun huruf yang menggantikan kedudukan dari harakah) di bawah ini:

A. Harakah yang menggantikan kedudukan harakah lainnya

   1. Jamak Muannas Salaim (perempuan) جمع المؤنث السالم yaitu yang menunjukkan lebih dari dua (muannats) dengan menambahkan Alif ألف dan Ta تاء pada akhir katanya. Untuk menjadikan suatu isim mufrad menjadi jamak muannats salim, maka isim tersebut Pertama: haruslah menunjukkan kepada nama-nama perempuan, mislanya jamak dari Zainab الزينبا, jamak dari Hindun الهندات , jamak dari Maryam المريمات. Kedua: Isim yang diakhiri dengan tanda-tanda Ta’nits (feminis) baik Ta , Alif Maqsur dan Mamdud , contohnya فاطمة jamaknya adalah الفاطمات, حمزة jamaknya adalah الحمزات , سماء jamaknya سماوات , كبرى jamaknya كبريات . Ketiga: Isim dalam bentuk Tashgir, contohnya kata Dirham yang telah di Tashgir menjadi Duraihim maka jamaknya adalah دُريهمات . Keempat: Isim yang terdiri dari lima huruf yang belum pernah didengar Jamak Taksirnya (tidak beraturan), misalnya kata إسطبل (kandang kuda) jamaknya إسطبلات, dan kata حمّام (Wc) jamaknya adalah حمامات . Jamak Muannats Salim ini, apabila kedudukannya Manshub dalam kalimat maka alamat I’rabnya adalah kasrah menggantikan fatha.
   2. Mamnu’Min As Sharf الممنوع من الصرف Isim yang tidak diikutkan dengan Tanwin atau kasrah, olehnya itu apabila ia Majrur karena dimasuki oleh salah satu huruf Jarr maka I’rabnya adalah Majrur dengan Fatha pengganti kasrah. Adapun yang termasuk dalam Mamnu’Min As Sharf ini adalah, Pertama: nama-nama Ajami seperti إسماعيل، إبراهيم، إسحاق , Kedua: Nama-nama ajam yang terdiri dari dua kata, misalnya حضرموت، بعلبك, Ketiga: Isim yang ditambahkan Alif dan Nun pada akhirnya, misalnya رضوان، سلمان, Keempat: Isim yang timbangannya menyerupai timbangan Fiíl, contohnya أحمد، يزيد، يشكر, Kelima: Atu dalam timbangan Fu’al seperti, عُمَر، زُحَل، هُبل، عُصَم, Keenam: Isim yang bertimbangan Fa’laan فَعْلان misalnya غضبان، عطشان ,Ketujuh: Isim yang bertimbangan Afála أفعل misalnya أحمر، أصغر ,Kedelapan: Isim yang di akhir katanya adalah Alif Mamdudah atau Maqshurah, contohnya حسناء، أصدقاء، أطباء، حبلى، مصطفى ,Kesembilan: Bentuk Muntaha Jumuk, misalnya مساجد، عمائر، دوائر، قناديل. Kata-kata yang termasuk Mamnu’ Min As Sharf ini apabila dimasuki oleh salah satu huruf Jarr maka hukumnya majrur dengan Fatha pengganti kasrah, namun apabila ia dimasuki oleh AL atau ia Idhafah (bersandar pada kalimat lain) maka hukumnya tetap majrur dengan Kasrah, contohnya: في المساجدِ قناديل, karena kata masajid dimasuki oleh AL.

B. Harakah digantikan oleh Huruf

   1. Mutsanna المثنى yaitu yang menunjukkan kepada dua (bernyawa atau tidak bernyawa), antara tunggal dan jamak. Yang ditambahkan Alif ألف dan Nun نون pada akhir katanya untuk menunjukkan hukumnya sebagai Marfu’, contohnya رجلان , dan menambahkan Ya ياء dan Nun نون pada akhir katanya yang menunjukkan Jarr atau Nashab, contohnya رجلين. Adapun untuk mengetahui bentuk-bentuknya adalah pembahasan dalam Ilmu Sharf.
   2. Jamak Muzakkar Salim جمع المذكر السالم yang menunjukkan tiga atau lebih dengan menambahkan Wau واو dan Nun نون pada kondisi Marfu’ contohnya مسلمون , dan menambahkan Ya ياء dan Nun نون pada kondisi Majrur dan Manshub, contohnya مسلمين.
   3. Asma Sittah الأسماء الستة yaitu أب (bapak), أخ (saudara lk), حم (panan), ذو (yg mempunyai), فو (mulut), هن (sesuatu). Tanda Marfu’nya dengan Wau الواو contohnya حضر أبو علي , Manshub dengan Alif الألف, contoh ورأيتُ أبا علي , dan Majrur dengan Ya الياء contohnya مررتُ بأبي علي. Syarat-syaratnya adalah haruslah tunggal (mufrad) tidak boleh mutsanna (dua) dan Jamak. Syarat lainnya adalah harus Idhafah, contohnya حضر أبوه. Dan tidak boleh jika bentuknya tashgir, contohnya أّخيُّه صغير.

C. I’rabnya dengan menghapus atau menghilangkan hurufnya

   1. Al Af’al Al Khmasa الأفعال الخمسة yaitu setiap Fi’il yang berhubungan dengan Alif Itsnain (mutsanna), atau Ya Al Mukhatabah, atau Wau Jama’ah. Dinamakan Af’al Khamsa karena bentuknya ada lima yaitu, تفعلان، يفعلان، تفعلين, يفعلون، تفعلون. Hukum I’rab Fi’il yang lima ini adalah menghilangkan huruf Nun nya apabila Ia Mnshub atau Majzum, contohnya هذه الدار يريد التاجران أن يشتريا dihilangkan Nun pada kata Yasytariyani karena manshub dengan huruf nashb. Atau majzum karena dimasuki oleh huruf jazm seperti contoh di bawah ini لا تشتريا هذه الأرض.
   2. Mudhari’ Mu’tal Akhir, yaitu fi’il mudhari’ yang huruf akhirnya adalah huruf Illat (alif, wau dan ya). Apabila ia berada pada posisi Majzum maka hukumnya adalah majzum dengan menghapus huruf illatnya, contohnya يدعو dan يخشى apabila dimasuki oleh huruf jazm لم يدعُ أحدا dihilangkan huruf wau nya خالد لم يخشَ أعداءه. Dihilangkan huruf ya nya.

Macam-macam I’rab

I’rab terbagi menjadi tiga macam, yaitu I’rab Dhahir (nampak) إعراب ظاهر, I’rab Muqaddar (tersembunyi) إعراب مقدر dan I’rab Mahalli إعراب محلي (berdasarkan tempat dan kedudukan dalam kalimat).

I’rab Dhahir إعراب ظاهر adalah nampak dan terlihatnya tanda-tanda I’rab seperti kasrah, dhamma dan fatha pada akhir suatu kata, contohnya في المساجدِ dimana terlihat dengan jelas kasrah pada kata masajidi. I’rab Muqaddar yaitu tidak nampaknya tanda-tanda I’rab dengan jelas pada akhir kata disebabkan oleh beratnya lidah untuk menyebutkannya atau terdapat uzur dalam penyebutan atau karena maksud menempatkannya pada suatu posisi dengan harakat yang sesuai ataupun karena dimasuki oleh huruf jarr tambahan (zaid). Dan semua itu terdapat pada:

   1.
         1. Isim Manquush الاسم المنقوص yaitu isim yang diakhiri dengan huruf Ya dan huruf sebelumnya kasrah, contoh القاضي muqaddar atas dhamma dan kasrah karena berat penyebutannya.
         2. Isim Maqshur الاسم المقصور yaitu isim yang diakhiri dengan Alif dan huruf sebelumnya adalah fatha, contohnya الفتَى dalam kalimat حضر الفتى atau ومررتُ بفتىً I’rabnya adalah dengan menyembunyikan semua harakatnya karena ada uzur.
         3. Isim yang disandarkan kepadanya Ya Mutakallim, contohnya كتابي semua harakatnya disembunyikan karena kedudukannya dengan harakat yang sesuai.
         4. Isim yang dijarr dengan huruf jarr tambahan, contohnya ما حضر من أحدٍ.
         5. Fi’il Mudhari’ yang huruf akhirnya adalah huruf illat, baik huruf akhirnya adalah Ya dan sebelumnya kasrah misalnya يمشي، يبني , ataukah huruf akhirnya adalah Wau sebelumnya dhamma, contohnya يدعو، يغزو, maupun huruf akhirnya Alif dan fatha sebelumnya, misalnya يرعى، يخشى, maka tanda I’rabnya adalah muqaddar karena ada uzur yang menghalangnya.

I’rab Mahalli إعراب محلي yang berdasarkan tempat dan kedudukan suatu isim dalam kalimat, dan kebanyakan terdapat pada semua isim yang mabni, contoh dari kata penunjuk هذا كريم , contoh dari kata penghubung أكرمت الذي نجح.

Nakirah (النكرة) dan Ma’rifat (المعرفة)

Nakirah (النكرة) adalah yang tidak dimaksudkan kepada sesuatu yang tertentu atau dengan kata lain nakirah adalah sesuatu yang belum tentu dan pasti, contohnya kata manusia (إنسان) dan laki-laki (رجل) apabila kedua kata tersebut belum jelas ketentuannya, manusia yang manakah atau lelaki yang mana. Sedangkan Ma’rifat (المعرفة) adalah susatu yang pasti dan dimaksudkan kepada susuatu yang tertentu, yang terbagi menjadi tujuh bagian yaitu Dhamir, álam, kata penunjuk, kata penghubung, kata yang ber alif lam (أل), bersandar pada ma’rifah , munada (panggilan=dimasuki oleh huruf nida).

Dhamir (ضمائر) adalah kata yang menunjukkan kepada mutakallim (orang pertama tunggal) atau mukhatab (lawan berbicara) dan ghaib (orang ketiga). Yang terbagi menjadi dhamir Munfashil (terpisah) yaitu dhamir yang boleh dimulai dengannya pada awal kalimat atau terletak setalh Illa (kecuali). Dan dhamir muttashil (bersambung) yaitu dhamir yang bersambungan dengan kata lain, contoh dhamir munfashil, saya (أنا), kamu laki-laki (أنتَ), kami/kita (نحن), dia laki-laki (هو), dia perempuan (هي), mereka (هم) kesemuanya adalah dhamir muttashil yang menempati kedudukan rafa’/marfu’dalam kalimat, adapaun yang menempati nashab yaitu saya (إيّاي), kamu (إيّاكَ), mereka (إياهم) dst. Contoh dhamir muttashil, Ta yang menunjukkan saya (تاء= قرأتُ), Na menunjukkan kita (=قرأنا نا) dan seterusnya.

Al ‘alam (العلم) adalah kata yang menunjukkan sesuatu pada zatnya yang meliputi Kunyah (gelar) yaitu kata yang dimulai dengan ibn, abu atau umm, contohnya (أبو بكر), (ابن الوردي), (أم المؤمنين). Laqab (gelar) yang menunjukkan kebaikan atau memuji dan keburukan atau penghinaan, contohnya (الفاروق =yang dapat membdakan baik dan buruk) dan (الأعشى =yang cacat matanya). Ataupun nama-nama orang selain kuniyah dan laqab, baik yang tunggal maupun yang tersusun dari dua kata, contohnya (أحمد), (هند), (مكة), dan (عبدالله).

Kata penunjuk (اسم الإشارة) yaitu kata yang menunjukkan pada sesuatu yang tertentu baik dekat ataupun jauh, contoh (هذا =ini lk), (هذ ه =ini pr), (ذلك =itu lk) dan (تلك =itu pr).

Kata penyambung (الاسم الموصول) yaitu kata yang menunjukkan pada susuatu yang tertentu yang berhubungan, contohnya (الذي =yang lk) dan (التي =yang pr).

Alif Lam (أل) yaitu isim nakirah yang dimasuki oleh alif dan lam, dan menjadikan sesuatu itu menjadi tertentu (ma’rifat), contohnya kata buku (كتاب) yang belum diketahui buku yang mana maka ditambahkan alif dan lam guna menunjukkan buku tertentu menjadi (الكتاب).

Isim yang disandarkan pada isim ma’rifah yaitu isim nakirah didhafkan (disandarkan) pada isim ma’rifat yang menyebabkan isim tersebut menjadi ma’rifat, contohnya (هذا كتاب عليٍّ =ini bukunya Ali), kata kitab dalam contoh ini adalah nakirah namun karena diidafhkan pada isim ma’rifat yaitu Ali maka kata kitab dengan sendirinya menjadi ma’rifat.

Munada (لمنادى) yaitu memanggil dengan maksud menentukannya sehingga ia menjadi ma’rifat, contohnya (يا بائعُ) dan (يا عبدَاللهِ).

I’rab Fi’il Mudhari’

I’rab Fi’il Mudhari’ ada tiga yaitu Nashab, Jazam dan Rafa’. Dinashabkan Mudhari’ apabila dimasuki oleh salah satu dari huruf Nashab yaitu, An أنْ contohnya وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ , Lan لن, contohnya قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلاَّ مَا كَتَبَ اللّهُ , Izan إذن contohnya أريد أن أزورك. إذن أُكرمَك , Kay كي, contohnya فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا. Fi’il Mudhari’ juga dinashabkan dengan An yang tersembunyi setelah Lam لِتَغْفِرَ لَهُمْ, atau Hatta حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ, atau Fa sababiah لم تعملْ فتكسبَ, atau Athaf kepada isim sebelumnya.

Fi’il Mudhari’ itu Majzum apabila didahului oleh salah satu dari pada huruf jazam, yaitu Lam لم dan Lamma لمّا,contohnya لم يسافرْ زيد، لما يعُدْ عليٌّ. Lam لام الأمر yang menunjukan perintah, contoh لتحكمْ بين الناس بالعدلِ. La لا الناهية yang menunjukkan larangan, contohnya لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى. Dan Fi’il Mudhari’ juga majzum apabila di masuki oleh salah satu dari huruh Syarth.

Apabila Fi’il Mudhari’ kosong dari huruf Nashab dan Jazam maka I’rabnya tetaplah Rafa’/ marfu’.

Belajar bahasa arab tidak bisa di pisahkan dari ilmu nahwu sebab tanpa ilmu nahwu..atau grammar arab maka bahasa itu akan amburadul gak beres

النحو او مايسمى علوم لغةالعربية هوشيئ لا بد منه لمن يريد أن يتعلم العربية فلايمكن أن يكون اللغة صحيحا بدونها وهو كا لملح في الطعام فهل تستغنى الملح ؟ طبعا لا وكذلك علم النحو في العربيه..لهذا قا الشيج عبدالرحمن السيوط في كتاب عقودالجمان…من ثم وجه النحو في الكلام # كالملح أذ يكون في الطعام .وقال الأخرون ..النحو زين للفتى يكرمه حيث أتى#من لم يكن يعرفه فحقه أن يسكت

Di bawah ini vandi ingin menerangkan sebagian qowai’d ilmu nahwu

Pertama :kalimat:ada 3,Isim,fiil,harfالأسم,والفعل,والحرف

(1) Isim definisinya adalah..وهوكلة دالت على معنى في نفسها ولم تقترن بزمان وضعاsuatu kalimat yang menunjukan dirinya sendiri tanpa di iringi waktu  contoh زيد zaidun..menuduhkan kepada yang bernama zaid tidak terikat waktu/kapanpun itu dia zaid

(2) Fiil definisinya adalahوهوكلمة دالت على معنى في نفسها وأقترنت بزمان وضعاsuatu kalimat yang menunjukan diri sendiri dan diiringi waktu contoh فعلsudah mengerjakan..waktu lampau..يفعلsedang mengerjakan (waktu sekarang) atau akan mengerjakan (waktu akan datang) atau mustaqbal

(3) Harf definisinya  adalahوهوكلمة دالت على معنى في غيرهاsesuatu yang menujukan pada kalimat lain nya bisa ikut isim contoh في المسجدfilmasjidi..fi…itu haraf…menuduhkan/nempel di kalimat isim ya itu al masjidi juga bisa ikut fiil contoh لم ينصر artinya laki-laki tidak menolong…kata..lam..itu harf..kata yansur itu fiil mudore..

(BAB ISIM باب الأسم )

Dalam bab ini akan menjelaskan apa yang berkaitan dengan isim الأسمdefinisi isim telah di ketahui di atas tadi sekarang apa tanda-tanda nya isim itu ? isim bisa di ketahui dengan

(1) خفض/كسرةkasrah..contoh في المسجد filmasjidi..di masjid..nah kalou ada yang kasrah itu pasti kalimat isim

(2) التنوين tanwin L baris dobel..contoh..بزيد bizaedin..kepada zaed ..nah kalau ada tanwin itu pasti kalimat isim

(3) الألف والام..alif lam..ال contoh..المدرسة..al madrasatu..sekolah..kalau kalimat ada alif lam nya itu kalimat isim

(4)  حروف الجرّ huruf jar..ya itu huruf yang suka merubah baris yang di ikutinya menjadi kasroh..contoh..في البيت filbaeti..fi+albaeti..asal nya albaetu..terus ada fi jadi filbaeti..di rumah ..contoh lagi..على السيارة ala sayaroti..ala+sayaroti…asal nya assayarotu ..di tambah ala jadi ala sayaroti..di atas mobil.harkat akhir di ubah menjadi kasrah ..kalo ada huruf jar itu kalimah pasti kalimat isim..sedangkan huruf jar itu adalah ..من min..dari..الى ilaa..ke/arah/tujuan..عن a’n..dari/jauh dari..علىalaa..di atas/kepada..في fi..di dalam/di atas/di..ربّ rubba..terkadang/banyak/agak banyak.

(5)  حروف قسمم huruf untuk bersumpah..jumlah nya ada tiga ب ba contoh بالله billahi..demi allah..و wawu contoh والله wallahi demi allah..ت ta..contoh تا لله tallahi demi allah..nah kalau kalimat di masukin semua huruf yang diatas ini itu pasti kalimat isim

فالأسم يعرف بالخفض والتنوين والدخول الف والام وحروف الجرّ وهي من ,الى,عن,على,في,ربّ,وحروف القسم وهي الباء والواو والتاء

(BAB FIIL باب الفعل)

Definisi fiil الفعل sudah di ketahui di atas sekarang apa tanda-tanda fiil ? fiil bisa diketahui dengan

(1) ..قد..qod..telah..contoh قد قام qod qoma..telah berdiri..qod+qoma asal nya qoma..berdiri ditambah qod kalau kalimat ada qod didepanya itu kalimat fiil..

(2)س..sin.akan waktu dekat.contoh سأذهب saadzhabu..akan pergi ..ini namanya sin tanfis..kalau ada kalimat semacam ini pasti kaliamat fiil

(3) سوف saufa..akan waktu jauh..contoh سوف أذهب saufa adzhabu..akan pergi waktunya nanti masih jauh..(4) تاء تأنيث الساكنة ta tanis/perempuan..dan ta itu sukun/mati tak ber harkat..contoh اتت,جائت atat,jaat..datang seorang wanita..kalau ada kalimat seperti ini ada ta tanis sakinah itu pasti kalimat fiil..والفعل يعرف بقد والسين والسوف والتاء تأنيث الساكنة>>clear enough ?

(BAB HARF باب الحرف)

Definisi harf sudah di atas di sini tinggal mengeahui tanda-tanda harf..harf aga mudah di ketahui dengan mengetahui hurufnya sedikit..satu huruf contoh.ب ba huruf jar,atau dua huruf contoh لو lao..huruf adawat sarat..atau tiga huruf..contoh الى ilaa huruf jar….

(BAB PEMBAGIAN ISIMالباب عن أنواع الأسماء)

Kalimat isim banyak jenis nya di antaranya

1. isim mufrad الأسم المفرد..isim itu nama & mufrad tunggal/satu..definisinya..وهو ماليس مثنا ولا مجموعا ولا ملحقا بهما ولا من الأسماء الخمسة..dia adalah kalimah yang bukan tasniyyah(menujukan dua)dan bukan majmuk(menujukan banyak)dan bukan cabang dari yang dua itu (كلتا+كلا( kita kila..dan bukan isim lima ..isim lima itu adalah..ابوك,اخوك,حموك,فوك,ذو مال..sebenar nya kalau itu isim belum ada syarat adalah..اب,اخوحم,فو.ذو..contoh isim mufrad زيد zaedun.

2. jamak taksir.جمع تكثير.definisi nya وهو ما تغيّر عن بناء مفرده yang berubah dari bentuk mufrad nya contoh..أركان arkanun..artinya sudut banyak…asal mufrad nya ركن ruknun..dan ber ubah menjadi arkanun..ini jamak taksir ..juga jenis isim

3. jamak muanas salimجمع مؤنث سالم definisi nya..وهو ماجمع بألف والتاء مزيدتين yang di jamak kanpakai alif dan ta kedua2 nya tambahan..contoh مسلمات muslimattin..perempuan muslim banyak..asal nya muslim..di tambah alif dan ta di akhiran nya

4. jamak mudzakar salim جمع ذكورالسالم ..definisinya وهوماجمع بواو ونون في حالةالرفع وياء ونون في حالة النسب والجر yang ketika rofa di tambah wawu dan nun dan ya dan nun ketika nasab dan kasrah..contoh ..جاء زيدون..jaa jaeeduna.kami datang jaed banyak.ini rofa..asal nya jaa jaedun..رايت زيدين roaetu jaedina..kami melihat jaed banyak ini sedang nasab..asal nya رايت زيدا roaetu jaedan..مررت بزيدين marortu bi zaedina..ini kasrah..kami melewat kepada zaed banyak..asal nya مررت بزيد marortu bizaedin

5. isim tasniyyah..المثنى definisinya..,وهومادال على أثنيني بزيادة الف ونون في حالة الرفع وياء ونون في حالةالنصب والجر yang menunjukan dua dan di tambah alif dan nun pada waktu rofa dan iyya dan nun pada nasab dan kasrah..contoh جاء زيان jaa zaedani ..datang zaed dua..ini rofa asal nya جاء زيد jaa zaedun..alias isim mufrad..رايت زيدين ro aetu zaedaeni..saya melihat zaed dua ini nasab.asal nya رايت زيدا roaetu zaedan..alias isim mufrad..مررت بزيدين marortu bi zaedaeni..saya melewat ke zaed dua..ini kasrah..asal nya مررت بزيد marortu bi zaedin..alias isim mufrad

6. isim lima الأسماء الخمسة..tidak ada definisi ..yang lima tadi itu di atas .اب,اخوحم,فو,ذو dan ini punya sarat..ya itu harus mufrad/tunggal harus mukabar .besar jangan tasgir perkecili harus idofat.di hubungkan dengan kalimat lain..tpi jangan ke iyya mutakalim..الأسماءالخمسة شروطها..مفردة مكبرة واضافة اضافتها لغير ياء المتكلم

7. isim mu’tal أسم المعتل..definisi nya هو أسم الذي كان آخره الف علي شكل الياء..adalah isim yang akhiran nya alif dalam bentuk iyya..contoh مصطفى Mustafa..مرتقى murtaqi…isim mu’tal di bagi dua.(1)معتل مقصور mu’tal maqsur..yang sebelum hufuf akhiran nya fathah …contoh مصطفى Mustafa..huruf sebelum akhir ..ya’ni ف barisnya fathah  (2)معتل منقوص mu’tal manqus..yang huruf sebelum akhiran nya kasrah..contoh..مرتقى murtaqi..huruf ق qof sebelum akhir kasrah..clear enough ?

CATATAN : isim mufrad:nama satu.زيد.zaedun ..satu orang zaed,,,,jamak taksir..nama bayak dari yang banyak.رجالrizalun..banyak laki-laki …kalau cuma satu .رجل.rojulun…jamak mu’anas salim, perempuan banyak huruf nya tak ada huruf ellat/mati..مسلما ت muslimaatin..kalau perempuan satu ..مسلمة muslimatu..satu perempuan muslim…jamak mudzakar slim..nama lakilaki banyak…زيدون zaeduna…zaed banyak…isim tasniyyah…nama menuduhkan dua…زيدان zaed dua…isim lima…tadi sudah jelas di atas….isim mu’tal nama yang akhiran hurufnya huruf ellat/mati…alif dalam form iyya

(BAB AL  I’RAB  DAN MABNIباب الأعراب والمبني )

i’rab definisi nyaالأعراب هو تغييرأواخرالكلم لأختلاف لعوامل الداخلة عليها لفظا او تقيرا i’rab itu berubah nya akhiran kalimat karena beda beda  yang masuk pada kalimat itu pada pengucapan nya atau beda pada perkiraan nya..contoh..kata زيد bisa zaedun,,bisa zaedan bisa zaedin,,pergantian ini namanya i’rab…dan i’rab /baris.itu .. ada empat..1.fathah..2..rofa’..3..kasrah..4..sukun..الأعراب تنقسم الى أربعة الرفع والفتحة والكسرة والسكون..yang empat kita terapkan ke poko kalimat..isim.dan.fiil..isim الأسم bisa menerima..3 dari i’rab itu..ya itu fathah,rofa’,kasrah, dan isim tidak bisa sukun,jadi bisa zaedan..zaedun..zaedin…sedangkan fiil  الفعل bisa menerima 3 dari i’rab itu..ya itu fathah,rofa’.dan sukun..dan fiil tidak bisa kasrah..conto,نصر nasoro,ينصر yansuru, أنصر unsur..clear enough ?..sekarang kita cerita mabni المبني mabni itu..الذي لم يتغير yang tak bisa ber ubah..bisa fathah ,rofa’,,kasrah,,sukun,,jadi kalau sudah fathah ya fathah selamanya..contoh..بها biha ..ini isim domir..mufrad muanas ..satu perempuan..atau..به bihi..ini satu lakilaki..هم hum..banyak laki…هنbanyak perempuan..كم kam..berapa harf istifham..pegtanyaan…YANG HARUS mabni adalah kalimat harf..itu wajib..mabni.seperti huruf jarr yang telah di ceritakan di atas.ada juga isim  yang mabni..dan isim domir itu wajib mabni tak ber ubah..contoh..هو,هما,هم,هي,هن,أنت, انتما أنتم ,انتن,أنا ,نحن huwa,huma,hum,hiyya,hunna,anta,antuma,antum,antunna,ana,nahnu…FIIL..fiil madi..wajib mabni fathah..Contoh نصر nasoro..fiil amar wajib mabni sukun/mati contoh  انصر unsur..dan nanti fiil akan di ceritakan di bab al af’al باب الأفعال ..clear enough ?… وللأسماء من الأعراب الرفع والنصب والكسرة ولاجزم فيها..وللأفعال من ذلك الرفع والنصب والجزم ولا خفض فيها..زأمالمسمى بالمبني هو ثبوت الكلمة على حالةواحدة..وكل حرف مستحق للبناء مثل حرف الجر وغيره أيضا بعض الأسما يكون مبنيا مثل أسم الضمير ..هو,هما,هم,هي,هن,أنت,أنتما.أنتم,أنتن,أتا.نحن…..والفعل أيضا فالماض مبني على الفتح ..والأمر مبني على الجزم  ……

CATATAN : kata-kata.dommah+rofa’=sama/fathah+nasab=sama/kasrah+hofadz=sama/jazem+sukun=sama…jelaskan ?

(BAB MENGETAHUI TANDA I”RAB باب معرفة علتمة الأعراب)

I’RAB ADA 4 (RAFA) (NASAB) (KHOFADZ) (JAZEM)

1(I’RAB. RAFA).untuk rafa’..ada empat..tanda..1.dommah 2.alif .wawu  4.nun للرفع أربع علامات..الضمة والألف والواو والنون..kita sekarang bahas yang nomor :

(1).dommah الضمة dommah bisa jadi alamat rafa untuk ..paa empat kalimat….a…isim mufrad الأسم المفرد contoh جاء زيد nah kata zaedun ini rafa tandanya dommah sebab isim mufrad..2.jamak taksir جمع التكثير contoh جاء رجال ja,a rijalun nah kata rijalun rafa’ alamat rafa nya pakai dommah sebab jamak taksir….3.jamak muanas salim جمع مؤنث سالم contoh جائت مسلمات ja,at muslimaatun..nah kata muslimatun rafa ..tanda nya pake dommah sebab jamak muanas salim….4.fiil mudhore yang masih utuh..belum ada ..amil nawasib atau amil jawazim الفعل المضارع الذي لم يدخل فيه ناصب اوجازم..conto..ينصر yansuru..nah kata yansuru rafa’ tanda nya dommah sebab fiil mudhore mulus…clear ?

(2) alif..الألف..alif bisa jadi tanda rafa pada isim tasniyyah الالف يكون علامة للرفع في التثنية contoh زيدان zaedani..nah kata zaedani wlaupun di baca ni tapi ini rafa tanda nya alif sebab kalimat nya isin tasniyyah

(3) wawu الواو wawu bisa jadi tanda pada rafa pada kalimat ..isim lima أماالواو فتكون علامة للرفع في أسماءالخمسة وهي أبوك,أخوك,حموك,فوك,ذومال..contoh جاء أبوك,جاءأخوك  ja.,a abuka nah kata abuka ini rafa .tanda nya rafa wawu sebab kalimat nya isim lima

(4) nun النون..nun bisa jadi tanda dalam rafa pada jama mudzakar salim واماالنون فيكون علامة للرفع في جمع ذكورالسالم…contoh جاء زيدون..ja,a zaeduuna..kata zaeduna ini rafa tanda nya wawu sebab kalimatnya jamak mudzakar salim…clear enough ?

**(I’RAB. NASAB) untuk nasab ada empat tanda ya itu..1.fathah 2.kasrah 3.alif 4. nun للنصب أربع علامات الفتحة والكسرة والالف والنونdisini kita bahas yang pertama (1)fathah..fathah bisa jadi tanda pada nasab di tiga tempat ..a..isim mufrad الأسم الفردcontoh رايت زيدا roaetu zaedan nah kata zaedan nasab tanda nya pake fathah sebab kalimat nya isim mufrad..b..jamak taksir..جمع تكثير contoh..رايت رجالا roaetu rijalan nah rijalan ini adalah nasab dan tandanya  fathah sebab kalimatnya isim jamak taksir…fiil mudhore yang kemasukan amil nawasib..فعل مضارع الذي دخل فيها نا صب contoh أن ينصر anyansuro..nah anyansura nasab tanda nya fathah sebab kalimatnya fiil mudhore yang sudah di masukin amil nawasib

2.kasrahالكسرة bisa jadi tanda di nasab pada kalimat jamak muanas salim فأماالكسرة فتكون علامة للنصب في جمع مؤنس السالم contoh رايت مسلمات roaetu muslimaatin..nah kata muslimaatin adalah nasab tandanya pkai kasrah sebab kalimat nya jamak mu,anas salim

3.alif .الألف.alif jadi tanda dalam nasab pada isim lima فأماالالف فتون علامة للنصب في أسماءالخمسة contoh..رايت أباك roaetu abaaka..nah kata abaaka adalah nasab tandanya alif sebab kalimatnya isim lima

4.nun النون nun bisa jadi tanda pada nasab di dua kaliamah…a…isim tasniyyah المثنى contoh رايت زيدين roaetu zaedaeni kata zaedaeni..adalah nasab tanda nya iyya sebab kalimah nya isim tasniyyah…b..jama mudzakar salim جمع الذكورالسالم contoh رايت زيدين roaetu zaediina nah kata zaediina adalah nasab tandanya iyya sebab kalimat nya jamak mudzakr salim

***(I’RAB HOFADZ)untuk tanda khofaz ada tiga ya itu 1.kasrak.2.fathah.3.iyya..kita bahas kasrah bisa jadi alamat pada khofadz pada

..isim mufrad الأسم المفرد contoh مررت بزيد marortu bizaedin nah kata bizaedin adalah khofadz tandanya pakai kasrah sebab kalimatnya isim mufrad..

..jamak taksir جمع التكثير..contoh مررت برجال marortu bi rijalin..nah kata rijalin dalah khofadz tandanya kasrah sebab kalimat nya jamak taksir….

..jamak muanas salimجمع مؤنث السالم contoh مررت بمسلمات marortu bi muslimaatin..nah kata muslimatin adalah khofadz tanda nya pakai kasrah sebab kalimat nya jamak muanas salim

2..fathah .. الفتح fathah bisa jadi tanda pada khofadz pada isim goer munsorif فاماالفتحة فتكون علامة للخفض في الأسم الذي لا ينصرف..contoh مررت بأ حمد marortu bi ahmada..kata bi ahmada adalah khofadz tandanya pakai fathah sebab kalimatnya isim goermunsorif..disini aku perlu terangkan isim goermunsorif..definisinya..كل اسم أشبه الفعل في علتين فرعيتين ترجع أحدا هما الى الفظ والآخرى الى المعنى او علّة واحدة تقوم مقام العلتين..semua isim yang menyerupai fiil dalam punya ..alasan dua..yang alasan itu satu kembali ke bentuk nya /form..yang ke dua kembali ke ma’na nya ..atau isim punya alasan satu tapi menempatia alasan dua…rincian nanti di bawah..مزيد من التفاصيل حول الأسم الذي لا ينصرف لاحقفا

(1) iyya..الياء..iyya bisa jadi tanda pada khofadz pada tiga kalimat..a..tasniyyah..التثنية contoh مررت بزيدين marortu bi zaedaeni..kata zaedaeni adalah khofadz tandanya iyya karena kalimat nya isim tasniyyah…b…isim limaالأسماءالخمسة contoh مررت بأ بيك marortu biabika akat biabika adalah khofadz tanda nya iyya sebab kalimat nya isim lima…c…jamak mudzakar salim جمع مذكرالسالم..contoh مررت بزيدين marortu bizaediina..kata bizaediina adalah khofadz tandanya iyya sebab kalimatnya jamak mudzakar salim,cukup jelas?..

,فأما الياء فتكون علامة للخفض في ثلاث مواضع في االتثنية وفي الأسماءالخمسة وجمع الذكورالسالم..واضح بما يكفي ؟

(BAB ISIM GHOIR MUNSHORIF الأسم الذي لا ينصرف)

Definisinya وهو كل أسم أشبه الفعل في علتين فرعيتين ترجع أحداهما الى الفظ والآخرى الى المعنى او علّة واحدة تقوم مقام العلتين…yaitu semua isim yang menyerupai fiil dalam mempunyai elat..alasan dua..yang cabang dua2nya satu kembli ke bentuk nya yang satu kembali ke ma’na nya.atau punya alasan satu tapi mendiami alasan dua..perlu aku jelaskan..fiil dulu..bagai mana fiil punya alasan dua ?fiil itu menurut ulama basroh irak bukan kalimat asal..kalimat asal itu adalah masdar..jadi fiil perlu alasan asal mustaq ini satu(1)alasan yang kembali ke bentuk /form..istiqoq)الفعل عند البصريين ليس أصل الكلكة بل الأصل هو المصدر توكي (نصرا) وليس (ينصر) لذلك فالفعل مستق من صيغة المصدر هذه ,واحد من العلة الفعل الذي يرجع الي الفظ…yang kedua ..fiil itu tidak bisa sempurna artinya kecuali kalau ada fa’il..conto..قام berdiri..kata qoma ..tidak sempurna kecuali ada zaedun jadi قام زيد..berdiri zaed itu…subject harus ada object..jadi fiil itu perlu fail untuk menyempurnakan kalimat..namanya iftiqor>>ini alasan kedua.2. yang kembali ke ma’na..الفعل يحتاج الى الفاعل لأنه لن تكمل الكلمه الفعل الا بالفاعل..مثل لفظ ..قام..لن يفهم الا بوجودالفاعل ظهيرا كان او مستتيرا..نحو قام زيد..لذلك فالفعل تفتقرّ للفاعل وهذه الأفتقار علّة ثانيةللفعل التي تعود الى المعنى….clear enough ?..sekarang isim goermunsorif seperti itu prosesnya cuma alasan nya gak sama dia punya alasan dua satu kembali ke bentuk lafadz dua kembali ke ma’na .oleh sebab mirip piil maka dia tidak bisa nerima tasrif/tanwin  karena fiil juga gak bisa terima tanwin..gak boleh di baca ahmadan.no way..lagi pula karena mirip fiil dan fiil tak bisa nerima kasrah..maka isim semacam ini waktu kasrah nya pake fathah..conto مررت بأ حمد marortu biahmada..gak bisa biahmadi walaufun ada huruf jar no way…فالأسم الذي لا ينصرف شابه للفعل لديه علّتا ن أحداهما يعود للفظ والآخر يعود للمعنى..مثل أحمد..الأولى أنه موزون بوزن أفعل (وزن الفعل) هذه علّة الأسم الذي يعود الى الفظ…والثاني..أحمد أسم للعالم..بمعنى أنّه عالميه وهذه علّة أخرى الذي يعود الى المعنى لذالك ولتشابهه للفعل فهذالنوع من الأسم لاينصرف لأن الفعل لايقبل التصريف ولهذالسبب علامةالخض مثل النوع من الأسم بالفتح لأنه يشبه الفعل فالعل لا يقبل الكسرة..نحو مررت بأ حمد بالفتح الدال…واضح بما يكفي ؟ dalam isim goermunsorif terbagi 3..(1 alamiyah عالمية ) (2 wasfiyyah وصفية) (adal عدل)

1..Dari alamiyah..alamiyah + wazan fiil..ahmada عالمية+الفعل= أحمد..marortu biahmada

alamiyyah+bahasa ajam=ibrohimaعالمية +اللغةالعجم+ابراهيم marortu biibrohima

alamiyyah+ta tanis..makkata ,arfata.fatimata..عالمية+تاءتانيث=مكة,عرفة,فاطمة dahabtu ila makkata..waqoftu biarfata..

2..dari wasfiyyah..sifat..warna..وصفية

wasfiyyah +wazan fiil=aswada..وصفية+وزنالفعل+أسود…marortu bi aswada..dan sebagai nya الى آخره

3.adal/pindah bentuk..عدول اي تحول..disini ada segat muntahaljumu..contoh nawasiro..banyak sekali yang menolong..pindah dari nussor banyak ke nawasiro banyak sekali..صيغة منتهى الجموع..مثل نواصر تحول من النصار الى نواصر…marortu binawasiro..مررت بنواصر.. هذه لمحة سريعة عن الأسم الذي لا ينصرف

(FASAL  فصل)

 yang suka di pasang i”rab ada dua..1..harkat 2 Huruf هلمعربات قسمان قسم بالحركة وقسم بالحروف فالحركة هو الضمة والفتح والكسرة والسكون..harkat itu adalah dommah,fathah,kasroh,sukun di sini di bagi yang suka pake harkat iyalah kalimat الذي يعرب بالحركة هوا..الأسم المفرد وجمع التكثير وجمع مؤنث السالم والفعل المضار..isim mufrad jamak taksir jamak muanas salim fiil mudhore

ada juga yang suka pakai huruf..seperti pakai alif atau wawu…yang suka pakai ini adalah..isimtasniyyah,jama mudzakar salim,isimlima dansebagian dari fiil lima…fiil lima itu adalah..يفعلان,تفعلان,يفعلون,تفعلون,تفعلين>>yafalani,tafalani,yafaluna tafaluana,tafalina…

ada juga yang tandanya pakai buang huruf akhir..seperti fiil lima wktu nasob..conto ,ان يفعلا ,anyafalaa..dsb..بعض الكلمة يكون علامة أعرابه بخذف الحرف الآخر مثل أفعال الخمسةةفي حالةالتثنية عندالنصب…نحو أن يفعلا..

(BAB I’RAB ISIM MU’TAL  أعراب الأسم المعتل)

isim mutal adalah yang di ceritakan diatas ..dibagi dua 1. maqsur dua mamdud..isim maqsur i’rabnya semuanya di perkirakan pada dommah ,nasab dan kasroh..contoh جاءالفتى,رايت الفتى ,مررت بالفتى..jaa alfata ,roaetu alfata <marortu bilfata..الأسم المقصورجميع أعربه مقدّر

2.isim manqus i’rab nya waktu rafa dan kasrah..di kira-kirakan dan waktu nasab di jelaskan contoh ….جاءالمرتقى,رايت المرتقي,مررت بالمرتقى>>ja,a murtaqi,,roaetulmurtaqiyya,,marortu bilmurtaqi..الأسم المنقصوص أعرابه مقدر في حالة الرفع والجر وظاهر علىالفتح في حالةانصب jelas ? هل هذا واضح ؟..bereslah kita bahas isim sekarang pindah bahas fiil

(BABUL AL AF’AL باب الأفعال)

 Disini kami akan menceritakan Fiil..masih ingat kan definisi fiil pada awal tulisan di atas..yaitu suatu kalimat yang menunjukan dirinya sendiri dengan diiringi waktau(time) seperti ضرب doroba ,telah memukul/ waktu nya udah selesai…atau يضرب yadribu ,sedang memukul,waktunya masih berjalan sekarang…nah fiil ini di bagi tiga…

(1) fiil madi فعل ماضي definisinya..وهو مادال على حدث مضى وأنقضى…suatu kalimat kerja yang menujukan kerjaan selesai/lewat..contoh..نصر..nasoro,sudh menolong..kata sudah kan berarti udah beres…nah  fiil madi seperti ini harkatnya/mabni fatah selamanya..(fathah) nasoro,fataha,alima,doroba فالماضي مفتوح الأخر أبدأ

(2) fiil amar فعل الأمر ..definisinya..,وهومادال على صيغة أمر والطلب suatu kalimat yang menunjukan perintah dan permintaan..contoh أنصر unsur,kamu harus menolong, nah harkatnya kalimat fiil seperti ini jazen/sukun…unsur.iftah.idrib.idzhab فأ مرمجزوم أبدا

(3) fiil mudhore فعل مضاري definisinya ,وههو مادال على حدث يقبل الحال والأستقبال suatu kalimat yang menujukan kejadian bisa sekarang bisa di masadepan contoh يضرب yadribu..sedang memukul..yaftahu..sedang membuka..ini sekarang …سيضرب sayadribu..akan memukul..sayaftahu..akan memuka..nah ini di waktu akan datang..harkatnya fiil seperti ini selamanya rofa../dommah..kecuali kalau kemasuka amil nawasib dan amil jawazim فالمضارع مرفوع أبدا حتى يدخل عليه ناصب او جازم ..contoh yang kemasukanamil nawasib..أن ينصر anyansuro..asal nya yansuru terus masuk AN jadi anyansuro..tadinya rofa jadi nasab..contoh yang ke masukan amil jawazim..لم ينصر Lamyansur…asalnya yansuru..terus di masukan LAM jadi Lamyansur..asal rofa jadi sukun,jelas ? واضح بمايكفي ؟

Sesudah itu ini terusan cerita fiil mudore apa amil nawasib itu ? dan apa amil jawazim itu ?…baiklah ..(1)  .yang namanya amil nawasib النواصب itu sebuah group dari harf yang suka masuk fiil mudhore dan merubah harkat nya menjadi nasab..jumlah nya lumayan bayak …diantaranya..أن , للن ,أذا ,كي ,لام كي ,لام جهود…an , lan , idan , kae . lamkae , lam juhud, Contoh..أن ينصر anyansuro لن ينصر Lanyansuro..كي ينصر ..kaeyansuro..atau lam kae pakai lam didepan nya لكي تنصر likaeyansuro..untuk lam juhud ada definisinya..contoh ماكان لينصر atau لم يكن لينصر..makana liyansuro,Lamyakun liyansuro..semuanya ber asal dari yansuru..definisi lam juhud..أن يسبقها كان المنفية بما او يكن المنفية بالم..huruf Lam yang didahului kata makana..atau didahului Lamyakun..kalau fiil mudhore kemasukan huruf yang diatas ini maka harkatnya harus ganti jadi nasab

(2) Amil jawazim.الجوازم.adalah group dari huruf yang suka masuk fiil mudhore..dan merubah harkatnya menjadi jazem/sukun..contoh لم ينصر..Lamyansur..diantara amil jawazim adalah لم ,لما ,لام أمر ..Lam , Lamma ,Lam amar ,,contoh..Lamyansur..tak menolong..لما ينصر.Lamma yansur..لينصر Liyansur…semuanya sukun asalnya semua itu yansuru واضح ؟

(BAB AL MARFU’AT باب المرفوعات)

Dalam bab ini adalah terusan dari i’rab yang empat telah vandi ceritakan di atas dan di antara yang empat itu adalah i’rab rofa الرفع berapakah yang harus rofa itu ? dalam hal ini ada tujuh 7 bab..yang baris nya harus rafa

1.Fa’il.اافاعل.

2.Naibulfail..نائب الفاعل.

3.Mubtada..المبتد

4.Khobar..الخبر

5.Isim kana..أسم كان..

6.Khobar inna..خبر أنّ..

7.Attawabe’..التوابع

nah sekarang mari kita jelaskan satu persatu.

(1) Fa’il..definisinya وهو الأسم المرفوع المذكور قبله فعله..isim yang harkatnya rofa’ dan sebelumnya di ceritakan fiil nya/kerjaannya…contoh zaedun dalam kata ضرب زيد..doroba zaedun..nah kata zaedun adalah fail harkatnya harus rafa dan sebelum nya ada fiil kata kerja yaitu doroba /memukul…Fa’il ini di bagi dua..(A) Fail isim dohir..أسم ظاهر/jelas ..dengan kata..seperti contoh di atas tadi..(B) Fa’il isim domir..الأسم ضمير..yaitu fail..yang mengerjakan nya tersembunyi..contoh ضربه..dorobahu..artinya sudah  zaed sudah memukul orang itu..yang ada di sini ..fiil dan maf’ul doroba dan hu..sedangkan zaed tersembunyi…jumlafail isim domir 14 ضرب..ضربا..ضربو..ضربت..ضربتا…ضربن..ضربت..ضربتما..ضربتم..ضربت..ضربتما..ضربتن..ضربت..ضربنا..doroba..dorobaa..dorobuu..dorobat…dorobata..dorobna..dorobta..dorobtuma..dorobtum..dorobti..dorobtuma..dorobtunna..dorobtu..dorobna..

apa isim domir itu..definisinya adalah..وهو مادال على متكلم او مخاطب او غائب..adalah huruf yang menuduhkan pada mutakalim/pembicara atau mukhotob..yang di ajak bicara /ada didepankita atau gaib..yang tidak ada di depan kita…contoh..mutakalim..انا..نحن..ana/sayah..kata sayah adalah ganti dari kata nama orang yang bicara..nahnu..kita semua/kami..kata nahnu adalah ganti dari nama orang banyak misalnya umsr zaed saad ahamad..mereka tidak nyebut nama tapi pakai kita semua ..itu adomir matakalim..dan juga ada mutakalim wahdah ..ANA..ada muatkalim maal goer..NAHNU…….contoh domir mukhotob..أنت أنتما أنتم..anta antuma antum..anta..kamu..antuma kamu berdua..antum kalian..ini mukhotob artinya kita bicara pada orang yang ada di depan kita…conto go,ib..هو هما هم هي هن..huwa..dia lakilaki sendiri tak ada depan kita..huma lakilaki duwa…hum mereka..hiyya..perempuan sendiri..hunna..perempuan banyak…ISIM DOMIR di bagi dua..1..Muttasil..متصل ..dan 2..munfasil منفصل..yang muttasil bagai mana definisinya وهو ما لا يبتدأبه ولا يلي بعد الا في الأختيار..yang tak bisa di bikin awalan kalimat dan tidak bisa diam sesudah kata illa..contoh..ضربت..dorobtu…gak boleh di baca tu dorob..domir semacam ini ada 14..yaitu..ه,هما,هم,ها,هما,هن,ك,كما,كم,ك,كما,كن,ني,نا..hu,huma,mum,ha,humma,hunna,ka,kuma,kum,ki,kuma,kunna,ni,na,..bagian kedua dari domir adalah ISIM DOMIR..munfasil..definisinya..وهو الذي قد يبتدأبه وقد يلي بعد الا في الأختيا ..adalah yang kadang jadi awalan kalimat..dan bolek diam sesudah kata illa..contoh نصر هو nasoro huwa..sudah menolong dia..bisa هو يقومhuwa yaqumu dia berdiri…yang jenis ini ada 14 ya itu..هو,هما,هم,هي,هما,هن,أنت,أنتما,انتم,انت,انتما,انتن,انا,نحن…huwa,huma,hum,hiyya,huma,hunna,anta,antuma,antum,anti,antuma,antunna,ana,nahnu…

CATATAN : kata huma sama lakilaki dan perempuan..antuma laki-laki dan perempuan juga sama tulisan dan ucapan membedakan nya adalah pake siyaqul kalam..سياق الكلام…jurusan percakapan kalau sedang menceritakan laki-laki huma dan antuma laki-laki juga kalau menceritakan perempuan huma dan antuma perempuan..

(BAB NAI’BUL FA’IL باب نائب الفاعل)

(2) Dari marfua’t adalah naibul fa’l atau yang di namakan almafululadzi lam yusamma fai’luhu..orang yang mengerjakan nya tidak di ceritakan ،نا ئب الفاعل او ما يسمى المفعول الذي لم يسمى فاعله…ini sebenarnya maf,ul yang barisnya harus nasab dikarenakan dia menggantikan fa’il maka i’rab dia/harkat dia harus rofa mengikuti i’rabnya fa’il..contoh..ضرب زيد…duriba zaedun…asal nya…ضرب عمر زيدا..doroba amrun jaedan.. umar memukul zaed..buang fa’il kata amrun masuakan kata zaedan di tempatnya dan rubah i’robnya /harkatnya..jadi duriba zaedun..artiya zaed sudah di pukul..dan umar tidak di ceritakan lagih..ada atura khusus dalam bab ini ya itu fiil nya/kata kerjanya…kalaulah itu dari fiil madi maka..ضم اوله وكسر ما قبل الأخر…di dommah kan awalan huruf dan di kasrohkan huruf sebelum akhir…contoh..ضرب..duriba..asalnya doroba…jadi ضرب زيد..duriba zaedun…dan kalau fiil nya dari fiil mudhore maka..ضم اوله وفتح ما قبل الأخر..dommah kan awal huruf dan fathah kan huruf sebelum akhir …contoh..يضرب زيد..yudrobu zaedun..aslal fiil yadribu..jadi yudrubu…yudrobu zaedun…asalny yadribu amrun zaedan..terus buang amrun tetapkan zaedan pada tempatnya dan harkatnya seperti amrun..jadi..yudrobu zaedun…zaed sedang di pukul…DAN naibul fa’il di bagi dua ..persist seperti fa’il..(1) isim dohir..seperti contoh tadi..(2) isim domir..contoh..ضربت..أ..duribtu..asal nya doroba amrun ana..umar mukul sayah..buang umar..masukan ana..dan ana ini di gantikan ke domir muttasil jadi tu…jadinya duribtu..dan jenis ini ada 14 seperti fa’il..ضرب..ضربا..ضربو..ضربت..ضربتا..ضربن…ضربت..ضربتما..ضربتم..ضربت..ضربتما..ضربتن..ضربت..ضربنا..duriba ..duribaa..duribuu..duribat..duribata..duribna..duribta..duribtuma…duribtum..duribti..duribtuma..duribtunna..duribtu..duribna…dan dari fiil mudhore nya juga 14..يضرب..يضربان..يضربون..تضرب..تضربان..يضربن..تضرب…تضربان..تضربون..تضربين..تضربان..تضربن..اضرب..نضرب..yudrobu..yudrobaani..yudrobuuna..tudrobu…tudrobaani..yudrobna..tudrobu..tudrobaani..tudrobuuna..tudrobiina..tudrobaani tudrobna..udrobu..nudrobu..

(BAB MUBTADA & KHOBAR باب المبتدا والخبر)

Mubtada itu adalah..وهو الأسم المرفوع العاري عن العوامل الفظية ..isim yang harkatnya rofa’ dan tak ada amil/perintah yang berbentuk lafadz…dan apa itu KHOBAR..khobar itu adalah وهو اسم امرفوع المسنداليه..adalah isim yang harkatnya rofa’ dang di sandarkan ke mubtada contoh..زيدقائم..zaed itu berdiri..dan sepertinya mubtada dan khobar adlah sesuatu yang tak bisa di pisahkan karena satu memerlukan sama yang lain..kalimat tidak akan sempurna kalau tidak kumplit(subject&object) kita kalau bicara zaedun aja ..orang bertanya ..apa..bagaimana zaed itu..dan kalau kita bicara..qo,imun aja ..orang akan bertanya siapa yang qoimun itu/berdiri itu ? jadi harus kumplit زيدقائم zaed berdiri

Mubtada..di bagi dua..1..mubtadaisim dohir..مبتد اسم الظاهر..contoh yang tadi itu kata zaedun nya..2..mubtada isim domir..contoh..هو قائم huwa qo,imun..zaed itu berdiri..kata huwa adalah mubtada isim domir..jumlah nya ada 14..yaitu..هو,,هما,,هم,,هي,,هما,,هن,,أنت,,أنتما,,انتم,,أنت,,أنتما,,أنتن,,أنا,,نحن..huwa huma,,hum,,hiya,,huma,,hunna,,anta,,antuma,,antum,,anti,,antuma,,

antunna,,ana,,nahnu

Sekarang KHOBAR..khobar itu di bagi dua juga (1) khobar mufrad الخبرالمفرد..yaitu khobar yang terdiri dari satu kalimat contoh yang tadiزيد قائم zaedun qo.imun..kata qo,imun adalah khobar mufrad sebab terdiri dari satu kalimat…(2) khobar jumlah..الخبرالجملة..yaitu khobar yang terdiri dari kalimat jumlah..disini ada empat..(A) dorof&madruf الظرف والمظروف..atau wadah,tempat..contoh..زيد عندك..zaedun indaka..zaed ada di kamu..nah kata indaka عندك ..adalah khobar jumlah..terdiri dari dorof=inda&madruf isim domir=ka..(B) Jar& majrur الجر والمجرور..yang terdiri dari huruf jar& majrur kalimat yang di ikuti khuruf jar itu..contoh..زيد في الدار..zaedun fiddari..zaed di rumah..kata fiddari adalah khobar jumlah sebab terdiri dari huruf jar=fi & majrur = addari..(C) fiil&fail..yang terdiri dari fiil & fa’il.الفعل والفاعل.contoh زيد قام أبوه zaedun qoma’ abuhu  zaed berdiri bapanya zaed..nah kata qoma’ abuhu adalah khobar jumalh sebab terdiri dari fiil=qoma’ & fa’il + abuhu…(D) terdiri dari mubta dan khobar .المبتد والخبر..contoh..زيد جاريته ذاهبة..zaedun jariyyatuhu dzahibatun..zaed pelayannya itu pergi..kata jariyyatuhu dzahibatun adalah khobar jumlah sebab terdiri dari mubtada =jariyyatuhu & khobar=dzahibatun…

(BABU YANG SUKA MERUBAH MUBTADA DAN KHOBAR..باب العوامل الداخلة على المبتد والخبر)

Bab ini mengatur sesuatu yang suka merubah kondisi mubtada dan khobar..disini di bagi tiga..1.kana dan sudara sudaranya كان وأخوتها ..dan 2..inna dan saudara saudara nya..أنّ وأخوتها..dan..3. donna dan saudara saudara nya..

(1) kana dan saudara saudaranya..aksinya..ترفع الأسم وتنصب الخبر meng rofakan isimnya(mubtadanya) dan me nasabkan khobar nya…contoh كان زيدقائما kana zaedun qoiman..asalnya زيدقائم zaedun qoimun terus masuk lafad kana jadi rubah khobarnya nasab jadi kana zaedun qoiman..saudaranya adalah..كان,,ظل,,بات,,اضحى,,أصبح,,أمس,,صار,,ليس,ما زال,,مابرح,مافتئ,,ماأنفك,مادام,kana,,dolla,,bata,,adha,,asbaha,,amsa,soro,,laesa,,mazala,,mabariha,,mafati,a,,mainfakka,,madama..dan tasrifan nya dari semua ini..tasrifan dari kana..كان,,يكون,,كائن ,كن,,لا تكن kana,,yakunu,,kai,nun,,kun ,,latkun..contoh dari tasrif kana,,يكون زيد قويا yakunu qowiyyan..asalnya zaedun qowiyyun ..masuk yakunu robah khobarnya jadi kowiyyan…dan teman nya kana juga sama tasrif seperti itu…

(2) INNA dan sudara nya أنّ وأخوتها..aksiny adalah sebaliknya kana تنصب الأسم وترفع الخبر..menasabkan isimnya(mubtada) dan merofakan khobar nya ..contoh..أنّ زيدا قائم..inna zaedan qooimun..asalnya zaedun qooimun terus masuk inna jadi rubah mubtadanya jadinya inna zaedan qooimun..saudara saudaranya adalah ,,أنّ,,أنّ لكنّ,,كأنّ ليت,,لعل..inna..annan..lakinna..kaanna,,laeta,,laala..contoh..لكن الأمر سهل..lakinna alamro sahlun..tapinya urusannya enteng..asalnya..al amru sahlun ..masuk lakinna jadi lakinna alamro sahlun

(3) DONNA dan sudaranya….ظن و أخوتها..group ini sebenarnya bukan isim marfuat..melainkan amil nawasih ..sesuatu yang suka menyalin harkat mubtada dan khobar..yang aksinya..تنصب المبتدا والخبر..menasabkan mubtada dan khobar ..contoh..ظننت زيدا منطلقا ..donantu zaedan muntoligon..asal nya زيد منطلق zaedun muntoliqun masuk lah kata donantu jadi donantu zaedan muntoliqon..rubahlah harkat kalimat maubtada dan khobar..group ini ada beberapa kata ya itu..ظننت ,حسبت ,حلت, رايت,donnantu , hasibtu ,hiltu, roaetu ,,dan sebagainya..kenapa mubtadu dan khobar di ubah menjadi nasab ? karena dua kalimat itu menjadi maful dua2nya dari donnantu yang menjadi fi’il dan fa’il  kata donna adalah fii’l dan kata tu adalah fa’il…karena mubtada dan khobar jadi maf’ul maka harkatnya nasab karena maful isim mansubat..donna..dalam arti..menyangka/prasangka dan juga di artikan meyakinkan..contoh donantu zaedan muntolikon…aku sangka bahwa zaed berangkat…

(BAB ATTAWABE’الباب التوابع )

Dari isim marfu’at المرفوعة yang suka rafa harkatnya adalah tawabe’التوابع artinya pengikut..ikut ikutan ..pada harkat sebelumnya..attawabe’ ada empat 4 jenis…A..نعت..NA’AT…B..عطف..ATAF..C..توكيد..TAOKID…D…بدل…BADAL..يتبع في الأعراب الأسماءالأول # نعت وعطف وتوكيد ودل…

(A) Na’at..النعت..artinya sipat/sipatan sesuatu na’at itu adalah..وهو الأسم المتبوع لمنعوته adalah isim yang harkatnya di ikut kan ke yang di sipatinya..contoh..جاء زيد العاقل..jaa zaedun al aaqilu..datang zaed yang ber akal..kata yang berakal adalah sipat dari zaed..kalo ada orang bertanya zaed yang mana oooh zaed yang berakal..bukan yang gila..umpamanya ada zaed 2 orang satu berakal satu gila..nah kata sipat itu ..(AL AAQILU) di samakan dengan harkat zaedun..karena zaedun rofa maka al aqilu juga rofa’..kalao yang diikutinya nasab maka ikut nasab..contoh..رايت زيدا العاقل..roaetu zaedan al aaqila…مررت بزيد العاقل..marorrtu bizaedin al aaqili…

(B) ATAF..العطف..diantara tawabe’ juga al ataf artinya disambungkan ke kalimat sebelum nya pakai huruf khusus(hiruf ataf) diantaranya..واو.,ثم..الفاء..لكن..حتى..أم..او..بل..wawu..tsumma..fa..lakin..hatta..am..ao..bal..contoh جاء زيد وعمر jaa zaedun wa amrun..datang zaed dan amr..kata amrun adalah ataf ..di hubungkan ke kata zaed fakai wawu nah yang di hubungkan begini harkatnya harus di ikutkan ke ma’tufnya/yang depan..رايت زيدا وعمرا..roaetu zaedan wa amron..مررت بزيد وعمر..marorrtu bizaedin wa amrin..جاء زيد او عمر..jaa zaedun ao amrun..datang zaed atau amr..اكلت السمكة حتى راسها..akaltu assamakata hatta rosaha..saya makan ikan sampai kepalanya..ataf ada dua jenis..1 ataf nasaq..2..atab bayan..yang kami jelas kan di atas adalah ataf nasaq..ataf bayan yang tidak pakai huruf penyambung contoh..ابو حفص عمر..abu hafsin umaru..bapa hafs umar..kata umaru di ataf kan ke kata abu /isim lima rafa maka brisnya/harkatnya rafa jadi umaru..mirip sipar tapi bukan sipat..واضح ؟

(C) ATTAOKID التوكيد..taokid artinya memperkuat hukum…disini di lengkapi dengan beberapa kalimat taokid..diantaranya..نفس..عين..كل..أجمع..nafsu..aenu..kullu..ajmau..contoh…جاء زيد نفسه..jaa zaedun nafsuhu..datang zaed dirinya dia..kata nafsuhu..harkat nya di samakan dengan zaedun karena taokid..memperkuat bahwa yang datang itu dirinya sendiri..bukan assisten nya رايت القوم كلهم roaetu alqaoma kullahum..saya melihat ummat/kaom semuanya..مررت بالقوم أجمعين marortu bil qaomi ajmaiina..saya melewati kaom semuanya…TAOKID ada dua ..1..Lafdi/kata…2..manawi/arti…yang kami jelaskan dia atas taokid manawi /arti hukum…dan taokid lafdi adalah memperkuat kalimat dengan mengulanginya..contoh..اذهب  اذهب…idzhab  idzhab..pergi pergi…nah kata berulang-ulang ini adalah taokid lafdi memperkuat kata dengan menyebut kembali kata itu.

(D) AL BADAL البدل…badal artinya ganti..artinya adalah yang ikut ke isim pertama yang dimaksud hukum tampa ada pelantara huruf..هو التابع المقصود بالحكم بلا واسطة..contoh..جاء زيد أخوك..jaa zaedun ahuka..datang zaed saudaramu..kata ahuka adalah badal /ganti /tegasnya..dari kata zaedun jadi yang di maksud zaedun itu saudaramu…harkatnya ahuka samakan dengan zaedun karena zaedun rafa maka ahika rafa..tandanya pakai wawu karna kalimatnya isim lima..dadal di bagi empat …1..بدل الشي من الشي..badal syae min syae..sesuatu dari sesuatu itu..contoh جاء زيد أخوك jaa zaedun ahuka..datang zaed saudara mau..kata ahuka saudarmu itu adalah kumplit zaed tak kurang tak lebih..2..badal ba’di minal kul بدا بعض من الكل…ya itu sebagian dari sesuatu…contoh اكلت الرغيف نصفه..akaltu arrogifa nisfahu..saya makan roti setengahnya..kata nisfa badal dari  arrogifa maka barisnya di ikutkan..dan kata nisfahu/setengahnya adalah bagian dari roti yang satu…3..badal isti’mal..بدل أستعمال…Badal istimal adalah mengganti kata tujuan awal dengan tujuan yang kedua dengan secara sengaja ..contoh خذ ثوبا سكينا hudz tsaoban sikkinan…ambil baju eh pisau…nah kata sikkinan di ikutkan harkatnya kepada kata tsaoban..di sini semua nasob/nasab…4…Badal golat. بدل غلط ..artinya ganti kesalahan …Badal golat ialah pengganti kata tujuan awal dengan kata tujuan kedua dengan murni karena kata yang awal itu kesalahan ini persis seperti badal isti’mal tadi bedanya ini jelas tidak di sengaja alias kesalahan..contoh yang tadi di badal isti’mal.

FASAL ISIM MANSUBAT  isim yang harkatnya nasob/nasab أسماء المنصوبات

Disini akan di ceritakan tentang isim yang harkatnya harus nasab/fathah  dalam fasal ini ada beberapa bab jumlahnya tidak kurang dari 15 bab tapi sebenarnya sebagian bab yang lima belas itu sudah di bahas di isim marfu’at. nanti kita jelaskan lagi secara singkat  mari kita mulai ..Rincian dan urutanya adalah

1. Maf’ulbih.. مفعول به

2. Masdar مصدر

3.Dorof Jaman ظرف الزمان

4.Dorof makan ظرف مكان

5.Al hal الحال

6.Tamyiz التميييز

7.Istisna الأستثناء

8.Isim La الأسم لا

9.Munada منادى

10.Maf’ul min ajlih مفعول من أجله

11.Maf’ul maah مفعول معه

12.Khobar kana خبر كان

13.Isim inna اسم انّ

14.Maf’ul donna مفعول ظن

15. Tawabee..التوابع …naat نعت…ataf..عطف …Taokid.التوكيد…Badal..البدل

ya…mari kita mulai nomer 1 Maf’ul bih apa mafulbih itu ? maf’ulbih itu adalah suatu ising yang harkatnya selalu nasob yang menjadi sasaran kata kerja المفعول به هو الأسم المنصوب الذي يقع به الفعل contoh ضرب زيد عمرا doroba zaedun amron..coba perhatikan artinya doroba ..memukul..ini kata kerja(fiil) zaedun..orang nama zaed..yang punya kerjaan..fail..amron..kepada umar..ini maf’ulbih..dimana pukulan zaed bersarang di umar..neh harkatnya umar harus nasab di baca amron عمرا..lanjut maf’ulbih di bagi dua formatnya seperti di bab fa’il

1.maf’lbih isim dzohir  2. maf’ulbih isim domir…apa sih isim dzohir ? adalah suatu kalimat isim nama yang di sebutkan dengan jelas. contohnya zaed, umar, bakar dsb ما يقال بصريح العبارة ..dan contohnya yang tadi di atas

dan bagaimana maf’ulbih isim dzomir ? مفعول به اسم ضمير ..sebelum menerangkan ini kita beri penjelasan tentang isim dzomir ..sebenarnya sih sudah jelas di atas mengenai isim domir..tapi ok…isim domir iyalah satu nama yang memakai kata ganti..orang yang tidak ada di depan kita ..atau si pembicara..atau orang yang ada di depan kita ..ringakasnya ..dia..kamu..saya..mereka..nah ini kata ganti dari agus umpamanya . ketika agus gak ada di depan kita..kita katakan dia ..dzomir ada 14 tapi ada yang sama formatnya antara wanita dua orang & laki laki dua orang pada mukhotob (ada di depan kita) kalian berdua ..dan gai,b yang tidak ada di depan kita ..dia berdua ..jadi sepertinya 12 aja rincian nya

ketika nasab ,, ah saya kataka ketika nasab sebab domir agak sulit membedakan nasab, karrah dan dommahnya …formatnya sama karena domir itu mabni (tetap pada satu format gak berubah) dan juga di bagi 3 golongan ..Gaig غائب gak ada di hadapan kita …Mukhotob..مخاطب..ada di hadapan kita…Mutakalim متكلم…si pembicara

ه hu…..        dia lakilaki 1 orang  (gak ada di depan kita ) namanya gaib(غائب)

هما huma       dia lakilaki 2 orang

هم..hum        mereka laki2 lebih dari 3 orang

 ها..ha  dia perempuan sendiri

هما..huma  dia perempuan berdua

هن..hunna….mereka perempuan banyak..lebih dari 3 orang…ini semua gaib

ك ..ka….kamu lakilaki satu….ada di depan ini mukotob مخاطب.

كما ..kuma….kamu lakilaki berdua

كم kum…kamu lakilaki banyak lebih dari 3 orang

ك ..ki ..kamu perempuan satu

كما..kamu peremouan dua

كن..kunna …kalian perempuan banyak…ini group mukhotob

ني…ni….saya ..ini mutakalim.si pembicara sendiri متكلم..mutakalim wahdah

نا..na…kita..si pembicara dan temanya متكلم مع الغير..mutakalim maalgoer

insyaallah domir saya jelaskan lebih detail nanti ..ada fasal khusus.

sesudah ini kita cek bagaimana maf’ulbih isim domir ..yang kata kerja itu bersarang di kata ganti yang tadi contoh ضربك dorobaka…takdirnya zaedun dorobaka…zaed mukul kamu …umpanya nama kamu umar …daripada mengatakan zaed mukul umar ..kita katakan zaed mukul kamu…atau contoh lagi ضربهما doroba huma …zaed memukul dia berdua(umar dan bakar)  sekian maf’ulbih mudah2an jelas bisa di mengerti.

             BAB MASDAR اليلب المصدر

Masdar dalam arti kata adalah sumber. dan definisinya dalam ilmu nahwu adalah suatu isim yang harkatnya nasab yang biasa datang pada urutan ketiga dari tasrifan atau susunan fiil المصدر هو الأسم المنصوب الذي يجيئ ثالثا في تصريف الفعل  ..kalau anda sudah punya wawasan tentang tasrifan fiil maka anda kan tahu apa nomer tiga dari tasrifan itu ..contoh tasrifan fiil

نصر

ينصر

نصرا

ناصر

منصور

انصر

لاتنصر

منصر

منصر

منصر

lihat nomer tiga kata nasron نصرا yang artinya dengan menolong sebenarnya…..contoh ضربته ضربا..dorobtuhu dorban…saya memukul dia dengan pukulan sebenarnya….dorban adalah masdar kalimatnya isim dan termasuk isim mansubat..isim yang harkatnya nasab.

                            BAB DZORF الظرف

Dorf artinya adalah wadah dan juga di artikan amplop atau keadaan juga dikatakan dorf…tapi apa menurut ilmu nahwu ? adalah isim yang menujukan tempat atau waktu yang harkatnya nasab dengan mengirakan arti fi في artinya (di) هو الأسم الزمان اوالمكان المنصوب بتقدير في…contoh عند inda …artinya(di) kalau di sambungkan kata lain sepert كم kum ..jadi عندكم indakum..di kalian..nah inda ini dorf yang menunjukandi satu  tempat  …EH jangan lupa dorf terbagi dua

1.Dorf zaman.ظرف الزمان…sesuatu yang menujukan di suatu waktu

2.Dorf makan..ظرف مكان..sesuatu yang menunjukan di satu tempat

ada beberapa yang menujukan pada suatu waktu seperti di bawah ini

اليوم..alyaoma..hari ini…ليلة..laelatan..malam …غدوة gudwatan ..pagi..مساء masaan ..sore..سحرا saharon..waktu makan sahur (dawn) غدا..goddan…besok…dsb …contoh جئت اليوم ji,tu alyaoma ..saya datang hari ini…kata alyaoma harkatnya nasab sebab kalimat dorf zaman

2.Dorf makan..diantaranya adalah ..امام amama…di depan…خلف..kholfa ..di belakang ..وراء ..waro,a ..belakang..قدم ..qudama ..depan..عند ..inda..di…مع..ma’a ..bersama..dsb..contoh..خلف المسجد…kholfa almasjidi..di belakang masjid..امام اليت..amama albaeti…di depan rumah….nah kata amama….adalah dorf makan sebab menujukan suatu tempat..dan barisnya harus nasab.

        BAB ALHAL الباب الحال

Hal artinya tingkah dan kelakuan…dalam ilmu nahwu diartikan…sesuatu isim yang dengannya di jelaskan keadaan fiil….ringkasnya isim untuk menjelaskan kata kerja….contoh جاء زيد ماشيا ja,a zaedun masiyan….datang zaed berjalan kaki..atau dalam bahasa kita bisa di implikimpliki ..sembari…nah kata masiyan (berjalankaki) menjelaskan kata kerja /fiil kata(ja,a)datang..dan bukannya naik mobil…jadi yang mendengarkan obrolan gak perlu bertanya dengan apa zaed itu datang..contoh lain..قام زيد باكيا …qoma zaedun bakiyan..zaed berdiri sembari menangis…kata bakiyan..(menangis)menerangkan kata kerja (Qoma)berdiri..nah kata bakiyan itu namanya Hal dan harkatnya nasab.

       BAB TAMYIZ باب التميز

Tamyiz adalah kalimat yang menjelaskan perbedaan karena kalimat masih belum jelas ..contoh تصبب زيد عرقا…tasobbaba zaedun arqon..telah mengucur pada zaed keringatnya…kata arqon(عرقا) keringatnya menjelaskan apa yang mengucur dari badan zaed karena masih belum jelas …apa itu air matanya , darah nya atau keringatnya…atau dalam bahasa kita adalah yang suka di pakai jawaban pertanyaan apanya ? nah ini dia tamyiz. contoh lagi..شبر ارضا..sibru ardon…sejengkal tanahnya …kata ardon ارضا..tanahnya menjelaskan kata sejengkal..dan menjawab pertanyaan apanya yang sejengkal ? jenis kalimat begini namanya tamyiz dan harkatnya nasab.

               BAB ISTISNA باب الأستثناء

Istisna dalam arti pengecualian….dengan kata الا ..illa..kecuali…غير..goeru..selain..عدا..a’da…kecuali…dsb….disini agak rumit karena berhubungan dengan rentetan format kalimat ..تام ..tam..sempurna ..موجب..mujab..positive…ناقص…naqis ..kurang/gak sempurna…نفي….nafyi…menyangkal atau negative..kami coba jelas;an secara singkat…pertama pengecualian dengan kata illa مستثنى بالا….kalau kalimatnya taam dan mujab..sempurna dan positive…maka harkat yang di kecualikannya harus nasab فالمستثنى بالاينصب اذا كان الكلام تاما موجبا….contoh قام القوم الا زيدا…qoma alkaomu illa zaedan berdirilah orangorang kecuali zaed …contoh lain باك الناس الا عمرا…baka annasu illa amron….menangislah orangorang kecuali umar..kata zaedan dan amron harkatnya nasab karena datang sesudak alat pengecualian kata (الا illa) dan kalimatnya taam dan mujab…disini aku ceritakan apa itu taam…apa itu mujab…kaliamt taam (sepurna) adalah kalimat yang sudah ada rangkaiannya..kalau fiil sudah ada failnya ..kalau mubtada sudah ada khobarnya..subject sudah ada objectnya.dalam contoh tadi قام qoma ..berdiri(fiil/kata kerja) القوم…alkaomu..orang orang (fa’il/yang mengerjakan) الا..illa..kecuali>>huruf alat istisna ..ادهوات..alat pengecualian …زيدا..zaedan ..yang di kecualikan….ini gambaran taam…..dan apa itu mujab موجب…positive ..bukan kalimat negative.

Ada juga kalimat تام tam..sempurna…tapi ..منفي…manfi ..negative..contoh ماقام القوم الا زيدا…ma qoma alkaomu illa zaedan..tidak berdiri manusiamanusia kecuali zaed..nah kata tidak di depan menunjukan kata negative…dalam keadaan seperti ini pengecualian pakai kata الا illa…hukumyang berlaku menuruti awamil..atau aturan yang ada ..dalam arti kalau yang di kecualikan posisinya jadi fa’il فاعل maka harkatnya harus rofa’ ..kalau jadi maf’ulbih  مفعول به harkatnya harus nasab..dan kalau di masukin huruf jar حرف جر ..maka harkatnya harus kasroh..contoh yang rofa’ …ماقام ال زيد …ma qoma illa zaedun..tidak berdiri kecuali zaed..kata zaedun rofa’ sebab jadi fa’il dari kata qoma yang di dahului negative..kata ما ma…contoh yang nasab..ما ضربت الا زيدا..ma dorobtu illa zaedan..saya tidak mukul kecuali kepada zaed…kata zaedan..jadi maf’ulbih مفعول به ..dari fi’il dan fa’il kata dorobtu..yang di dahului huruf negative..ما ma..harkatnya nasab karena maf’ulbih sebagian dari isim mansubat…contoh yang kasroh…مامررت الا بزيد…ma marortu illa bizaedin..saya tidak melewat kecuali pada zaed..kata بزيد bizaedin..di dahului huruf jar ya itu ب ba..maka harkatnya harus kasroh..dibaca bizaedin.

Seterusnya  dari huruf istisna adalah goeru غير..selain..عاد..aa’da..selain..سوى ..siwa..selain.خال ..hola..حاشى…hasa..dsb.. Nah kalimat yang di kecualikan pakai salah satu yang di atas ini harkatnya harus kasroh…contoh ..قام القوم غير زيد…koma alkaomu goeru zaedin…orangorang berdiri selain zaed…kata zaedin harus kasrah karena berada di belakang alat pengecualian kata goeru غير…contoh lagi..ذهب القوم عاد عمر …dzahaba alkaomu aa’da amrin….kata amrin harkatnya harus kasrah sebab ada sesudak alat pengecualian kata عاد..aa’da….dan begitu juga yang lainnya. ..tapi bagi…hola..haasa..bisa dua jalan bisa juga nasab..contoh خال زيدا..hola zaedan…dan خال زيد…hoola zaedin…begitu juga haasa.

                                BAB ISIM LA بان لا لنفي الجنس

La لا ..yang di maksud di sini .adalah kata menyangkal لا لنفي الجنس..

~ oleh Vandi Al-faqir pada 01/09/2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s